curhatsampah

In The Name of Love (or Money)

“Kamu yakin milih dia? Terus nanti kalau udah nikah gimana? Mau makan cinta?”

Sindiran kejam macam ini sering banget kita denger, apalagi buat yang doyan nonton sinetron ya. Sampai akhirnya mindset kita juga ikut-ikutan terbentuk jadi “Cinta nggak bisa ngasih kamu makan…” Secara harfiah sih emang kita nggak bisa makan cinta. Tapi kan kalau lagi jatuh cinta kita kenyang terus ya? Qiqiqiqi

Buat yang nggak percaya sama kekuatan cinta, coba ngobrol-ngobrol dulu sama Celine Dion. Saya juga salah satu yang dulunya nggak percaya sama cinta-cintaan. Buat saya semuanya itu bullshit. Mungkin efek terlalu lama cinta bertepuk sebelah tangan makanya jadi bitter begini. Qeqeqe… Tapi lama-lama saya merhatiin orang lain dan mungkin mengalaminya sendiri. The Beatles nggak salah, All you need is love. Gitu aja.

Tadi pagi liat infotainment katanya ada foto mesra Angel Karamoy sama Pasha ungu, -saya kan anaknya pemikir keras ya kalau nonton infotainment- Lalu saya jadi kepikiran, *kita anggap Angel Karamoy ini terbukti bersalah* kalau memang materi itu lebih penting dari cinta, apa kabar sama Angel Karamoy ini? Kayaknya dia bisa beli apa aja yang dia mau gitu. Terus kenapa dia harus selingkuh kalau memang materi itu lebih penting? Buat orang-orang kayak jeng angel ini ya mungkin deep down in her heart dia mau ngisi sisi hatinya yang kosong. Yaa kali loh ya, kan ay gak kenal deket sama AK ini.

Saya nggak menampik kalau harta itu penting. Penting kok. Saya juga pengen atuh jadi orang kaya mah. Pengen banget malah hahahah. Tapi kalau membandingkan harta dengan cinta, itu Nggak apple to apple. Dua-duanya punya posisi yang berbeda. Dua-duanya sama-sama penting. Kalau ada orang yang sakses nikah tanpa cinta dan begitu memegang teguh “witing tresno jalaran soko kulino” ya mungkin karena satu sama lain memang lovable. Pernah nggak sih ngebayangin hidup bertahun-tahun dengan orang yang nggak kita cinta? Lama-lama malees kak!

Keliatannya daku begitu yakin ya, mungkin karena daku lihat orangtua sendiri. Pengen saya ceritain sih, tapi orang-orang mungkin akan berpikir saya nebar aib, padahal sebenernya bayak pelajaran yang bisa dipetik. Tapi secara singkat aja, orangtua saya keduanya hidup normal, memenuhi tanggung jawab sebagai perannya masing-masing. Hampir nggak ada yang miss… namun semua berubah ketika negara api menyerang, karena nggak ada cinta maka dengan mudah peran masing-masing mereka tinggalkan. Mamah saya malah melenggang dengan tenang and she said she relieved. And this kinda odd but I feel the same. Qeqeqeqe

Anyhooo…

This post is just…. Pemikiran cetek doang. Dan setiap orang memang punya prioritas masing-masing. Nggak ada yang salah kok. Either you choose money or love, kan cuma masalah selera aja dan prioritas orang bisa aja berubah seiring berjalannya waktu.

Buat saya yang usia pernikahannya baru seumur biji jagung, Nikah itu ajaib. Kayak gampang, tapi masalah yang dateng suka aneh-aneh aja. Dan kadang cara kita menyikapinya nggak kalah ajaib. Saat kita nggak punya apa-apa mungkin cuma rasa cinta sama pasangan aja yang bisa bikin kita tetep waras.

Cinta dan harta itu adalah kebutuhan yang berbeda. Karena bagaimanapun juga kita butuh makan, pakaian, sekolah. Dan sudah fitrahnya laki-laki untuk memenuhi kebutuhan itu. Kalau anak orang kaya, kaya itu takdir tapi bagi sebagian besar orang  ya Kaya itu cuma impact dari apa yang dia kerjakan, justru gimana cara dia bertanggung jawab itu lebih penting. Mungkin Cinta bisa dikesampingkan saat pasangan kita nggak punya visi, nggak punya mimpi dan males-malesan. Tapi kalau memang pasangan kita bener-bener sayang sama kita, masa dia nggak mau bertanggung jawab?  Karena bagi saya level tertinggi dari rasa cinta itu adalah tanggung jawab.

Yah memang sih seperti yang saya bilang tadi, setiap orang punya prioritasnya sendiri-sendiri. Tapi yang terpenting adalah bersyukur. “Rejeki yang didapatkan sama pasangan kita selalu cukup buat hidup, tapi nggak akan pernah cukup buat gaya hidup” begitu kata salah satu post yang saya baca di fesbuk. Yah, cuma cinta yang bisa bikin kita tetep bertahan saat keadaan tersulit dan orang-orang udah skeptis.

Dan kalau mau sedikit religius, yang lebih penting dari cinta semuanya harus diniatkan untuk ibadah, sehingga semua akan terasa lebih mudah. Semua dari Allah, dikerjakan karena Allah dan kalau punya masalah juga dikembalikannya sama Allah. Insya allah lebih mudah. Terus apakah saya udah bisa? Oooh tentu beluuumm hahahaha… masih jauh panggang dari api. huehehehehe….

Advertisements