Cullinary · Jalan-jalan · Jogjakarta · Rumah Makan Sederhana

Sate Klathak Pak Pong Terpopuler di Jogjakarta

20140324_171825
dimakan kakaakk~

Liburanย pasti terasa ada yang kurang jika belum mencoba kuliner khas nan hits di daerah yang kita datangi. Sayangnya kemarin saya merasa gagal icip-icip makanan khas Jogja karena ternyata space perut ini sangat terbatas. Ujung-ujungnya ya hanya makan berat saja, bahkan saya gak coba satupun angkringan dari jutaan angkringan yang nongkrong hampir di setiap sudut kota Jogja.

Tapi untungnya saya mencoba beberapa makanan-makanan berat yang khas, salah satunya adalah Sate Klathak Pak Pong. Sebagai seorang karnivora sejati, saya tidak boleh melewatkan sate ini. Jadi sejak dari Bandung saya sudah bertekad, bagaimanapun sate klathak ini harus saya datangi. ๐Ÿ˜€

Akhirnya sepulang dari Goa Pindul dan Pantai Sundak, saya meminta Mas Adrian untuk mengantar kami bertiga ke Sate Klathak. Pertanyaan pertamanya Mas Adrian adalah โ€œSate klathak yang di mana Mbak?โ€

โ€œYang paling gaul aja Mas..โ€

Saya minta diantar ke Sate klathak yang mana saja asal enak, karena kan ini baru pertama kalinya saya makan sate klathak. Kemudian Mas Adrian menjawab, katanya kalau enak itu kan masalah selera. setiap orang biasanya punya langganan masing-masing, ada tamu yang biasanya minta diantar ke tempat Sate Klathak yang spesifik banget, ada di pasar dan hanya jualan malam-malam. Mas Adrian akhirnya menyarankan kami ke Sate Klathak Pak Pong yang ada di Jalan Imogiri Timur, karena itu yang paling populer katanya. Oke, sesuai permintaan saya, Sate Klathak paling gaul di Jogja.. *halah…

Kami datang sekitar pukul setengah enam sore, saat itu suasana warung yang sederhana ini tidak terlalu ramai, katanya siiih saat jam makan tempat ini akan penuuuuh sekali. Well, saya cukup beruntung kalau begitu.

Kami semua memesan sate klathak, tapi selain sate ada menu lainnya kok, seperti tongseng, dan yang lainnya saya lupa :D. Sementara untuk minumnya saya dan Nabila memesan teh tawar panas, Mas Adrian dan Fajar memesan Teh manis gula batu yang tehnya ada di dalam poci kaleng jadul gitu dan pas saya coba nikmaaaaatttttttt banget.

20140324_170648
teh manis gula batu, bisa kali yah buat berdua, soalnya itu kan di tekonya masih ada.. ๐Ÿ˜€

Banyak versi mengenai asal mula Sate Klathak ini, katanya ada yang bilang karena tusukan sate nya itu terbuat dari jari-jari sepeda, bukannya tusukan bambu. Ada juga yang bilang kalau sate klathak ini pas dibakar menimbulkan bunyi klathak-klathak. Ah, hanya Tuhan dan Pak Pong yang tahu kebenarannya. Yang jelas dengan menggunakan tusukan sate yang reusable ini tentu lebih ramah lingkungan bukan? Dan buat yang mau take away jangan khawatir, karena tusukan sate ini hanya untuk yang makan di tempat saja, sementara untuk sate yang dibawa pulang, daging-dagingnya akan dilepaskan dari tusukan jari-jari sepeda ini.

Sate ini juga tidak dibakar dengan kecap dan dilengkapi bumbu kacang seperti biasanya. Malah nampak dibakar dan dibumbui dengan bumbu minimalis yang tidak berwarna. Sate ini disajikan dengan kuah berwarna kuning yang mirip kuah gulai tapi lebih bening dan rasanya lebih ringan. Dagingnya lembut -tapi tidak lembek- ย dan juicy. Menurut saya sih gak ada pedes-pedesnya sama sekali, dan nggak dilengkapi sambal. Tapi kita dikasih 1 biji cabe rawit merahย  (cengek domba or cengek gajah, bagi yang tidak tahu kalau cabe rawit itu adalah cengek), kalau kurang sih tinggal minta lagi aja ๐Ÿ˜€

20140324_171849
i know..I know penyajian dan fotonya ga Indah.. motret makanan susah Kak ๐Ÿ˜ฆ . Tapi ini enak kok serius… *ihik*

Satu porsi sate Klathak ini kalau tidak salah harganya 14ribu rupiah, Nasi 3ribu dan teh tawar seribu. Pokoknya untuk makanan dan minuman yang saya pesan, totalnya 19.000, sementara untuk harga teh poci gula batu itu saya lupa ๐Ÿ˜€

Saya sendiri cukup puas makan di sini, karena memang sesuai dengan ekspektasi saya sebelumnya. Eh ya, Katanya di Jalan Imogiri ini banyak juga penjual sate Klathak, mana yang lebih enak, tentu saya tidak tahu :D. Tapi siapa tahu ada yang punya langganan sate klathak lain dan rasanya lebih enak dari ini, kasih tahu saya dong, siapa tahu bisa ke Jogja lagi ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Advertisements

31 thoughts on “Sate Klathak Pak Pong Terpopuler di Jogjakarta

  1. kalau kata suami aku karena pakai jari sepeda kan besi kalau kebakar jadi bunyi ๐Ÿ˜€ ntah lah aku juga tak tau, emang enak tapi kalau dari rumah aku jauuuuuuuh. berangkat lapar pulang lapar lagi ๐Ÿ˜€

    1. Hahaha dibekel aja Mbak Ria di perjalanan nyemilin sate ๐Ÿ˜€
      eh iya ya katanya juga gitu, aku pengen liat proses bakarnya jadinya dan membuktikan apakah bener jadi klatak2 gt ..

      1. sukaa doongg.. aku kira tdnya kambing, kalo kambing antara suka dan ga sukaa.. hihihi.. jadi pengen ke jogjaaaa..

      2. aku jugaa! suka kambing asal baunya ga menyengat ๐Ÿ˜€
        ayoook.. liburan Mbak fika, ajak Safanah ke jogja sekalian mengenang hanimun amazing race.. hahahaha

  2. Waduh beberapa kali ke Yogya koq ya selalu kelewatan mau nyobain sate klathak ini. Itu satu porsi isinya berapa tusuk? Kelihatannya satu tusuk aja koq besar ya ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s