curhatsampah

Sepiring Nasi Goreng GOR Pajajaran..

Waktu masih sekolah, saya lumayan rajin bolak-balik GOR Pajajaran Bandung, karena saat SMA dulu Sekolah saya punya jadwal latihan di salah satu GOR yang berada di kompleks GOR Pajajaran. Latihan di GOR merupakan barang mewah. Kami yang sehari-hari harus latihan outdoor sejak pukul setengah dua hingga setengah  6 pun hanya bisa merasakan latihan indoor satu minggu sekali di hari Jum’at, itupun masih harus berbagi dengan tim putra, Padahal kalau dipikir sekarang, sewa gor tidak mahal-mahal banget kok. Yah tapi namanya juga kantong sekolah negeri, latihan di GOR pun sebetulnya bukan program sekolah dan tidak di biayai sekolah, Saya tidak tahu pasti siapa yang membayar sewa gor, Tapi yang penting kami semua bisa latihan di GOR secara gratis..tis..tis…

Jika sedang berada di GOR Pajajaran, entah itu untuk latihan atau saat pertandingan, tak lengkap rasanya kalau belum makan Nasi Goreng Pajajaran. Penjual Nasi Goreng berwajah keras namun murah senyum ini menjual Nasi Goreng dengan menggunakan gerobak. Biasanya Ia mangkal di tempat Parkir Samping GOR Tri Lomba Juang, GOR terluar di kompleks GOR Pajajaran. Kalau kita sedang berada di dalam GOR dan merasa lapar, kita tinggal melongok ke luar jendela paling atas di tribun penonton dan meneriakan pesanan. Jika antrian tidak penuh, hanya dalam 10 menit si Mang Nasi Goreng akan langsung mengantarkan pesanan ke dalam.

 

tampilannya kurang lebih seperti ini. Minus tomat, mentimun dan kalau tidak salah minus bawang goreng juga. [(c)kwetiausapiabud.com]
tampilannya kurang lebih seperti ini. Minus tomat, mentimun dan kalau tidak salah minus bawang goreng juga. [(c)kwetiausapiabud.com]
 

Nasi Goreng Pajajaran bagi saya saat itu adalah Nasi goreng paliiiiiing enak seluruh dunia. Bagaimana tidak, saya biasanya makan nasi goreng yang sebetulnya cukup sederahana ini sehabis latihan atau sehabis pertandingan, saat sedang capek-capeknya dan setelah energi terkuras habis.

Tapi, saya tidak selalu membeli Nasi Goreng ini kok, meskipun saat itu perut saya lapar. Tergantung kantong, kalau tidak cukup, biasanya saya substitusi dengan makanan lain setelah saya sisakan uang jajan saya untuk ongkos pulang.

Harga Nasi Goreng Pajajaran ini tidak mahal loh padahal. Tidak sampai 10 ribu, tapi mungkin nilainya sama dengan 10 ribu sekarang. Kalau saya tidak salah ingat dulu hanya enam ribu rupiah saja di tahun 2005-2008. Yang jelas Nasi goreng yang bisa di rekues telurnya dicampur atau dipisah atau mau dicampur dan dipisah, tanpa embel-embel ayam, baso, ati ampela atau protein lainnya ini tetap terasa lezat meski isinya hanya sawi yang dicindang kecil-kecil, telur dan kerupuk. Tok.

Beberapa waktu lalu, saya membeli nasi goreng ini lagi setelah hampir tiga tahun saya tidak menginjakkan kaki di gelanggang olahraga yang konon fasilitasnya sudah semakin membaik pleus sudah punya kolam indoor juga.

Rasanya beda. Tidak sama seperti dulu, tidak senikmat dulu meski Gerobaknya masih sama, si Mamangnya masih sama, masih penuh senyum dan sigap, tapi rasa nasi gorengnya beda. Berubah.

Setelah saya renungi lagi, mungkin bukan nasi gorengnya yang berubah, mungkin saya yang berubah. Nasi gorengnya masih sama, selera saya yang sudah berubah.

Mungkin si Mang nasi Goreng tetap melakukan rutinitas nya setiap hari selama beberapa tahun ini, masih dengan bumbu yang sama, masih dengan racikan yang sama dan cara memasak yang sama. Tapi saya yang sudah dewasa dan bekerja, mungkin secara tak sadar sudah menaikan standar “enak” saya karena sudah mencoba makanan yang lain yang lebih enak.

Betapa  hal-hal sederhana dan murah bisa kita nikmati secara maksimal ketika kita sedang tidak punya uang.. Asalkan kita bersyukur.

Hmm.. Dan mungkin begitu juga dengan hubungan manusia. Ketika kita sudah tidak pernah bersama-sama lagi dalam jangka waktu yang lama dengan seseorang, Biasanya kita akan merasa kalau dia sudah berubah,  tapi sebetulnya mungkin bukan dia yang berubah, kita yang berubah.

Salah satu hal yang paling saya benci ketika menjadi dewasa, kita harus berjauhan dengan teman-teman. Yah, kamu boleh mengelak sesuka hati, tapi cobalah tanya kepada dirimu sendiri, apakah betul keadaannya masih baik-baik saja saat kamu dan teman-temanmu sudah lulus kuliah, kemudian bekerja, kemudian menikah, dan kemudian punya anak… Kalau kamu tidak merasakan itu, mungkin kamu sudah melewati masa-masa itu. Sudah beradaptasi. Sudah move on.

Saya benci ketika mendapati kalau sahabat-sahabat yang dulu begitu dekat dengan saya, kini malah jadi orang paling asing, dan hampir tidak saya kenal lagi. Mungkin mereka juga sudah tidak mengenal saya. Suatu saat juga saya akan terbiasa. Sama terbiasanya dengan tidak memakan Nasi Goreng Pajajaran lagi. Analogi yang Absurd bukan?

Bukan salah Mang Nasi Goreng bila rasa nasi gorengnya tidak enak, keadaan sudah membuat Nasi Goreng ini menjadi asing dan hambar.

Advertisements

12 thoughts on “Sepiring Nasi Goreng GOR Pajajaran..

  1. kalau lagi mudik, suka pengiin banget makan jajanan jaman dulu.. kayanya enaak. eh tapi setelah dirasain sekarang, ternyata gak seenak dulu lagi. ya itulah… karena kita sudah berubah.
    btw tahun 97-98 aku kost di daerah pajajaran loh… dan tiap minggu pagi ‘olah raga’ di situ.. olah raga mulut maksudnya haha… jajanannya enak2… dan dulu aku paling suka nasi timnya yg skrg udah banyak gerobaknya di mana2 ituu…

    1. haaaa.. niat olahraga malah makin gendud iya mbak
      ih aku juga suka Nasi Tim yang gerobaknya ijo itu ya. dulu kayaknya enak banget. sekarang belum nyoba lagi.. *langsung kepikiran nasi tim*

      1. Iyaaa… nasi tim Sizi.. skrg juga msh enak sih, tapi klo dulu harganya 4500 (klo gak salah) sekarang udah 13 rebu aja doong… hadeuh… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s