CAFE · Cullinary

Masakan Korea Rasa Indonesia. Mujigae Resto, The Digital Korean Restaurant

di lantai dua ini, kita bisa melihat ada 2 layar yang sedang menayangkan acara TV Korea dan foto-foto para pengunjung. 3 layar di seberangnya lagi tidak sempat saya lihat karena saya duduk membelakanginya D
di lantai dua ini, kita bisa melihat ada 2 layar yang sedang menayangkan acara TV Korea dan foto-foto para pengunjung. 3 layar di seberangnya lagi tidak sempat saya lihat karena saya duduk membelakanginya D

Sepertinya sudah lama sekali saya tidak nge-mall. Fajar is not a Mall Rat. Jadi ya begitulah, susah sekali mengajaknya untuk jalan-jalan ke mall. Barang cuci mata sebentar atau nongkrong-nongkrong cantik. Untunglah hari Sabtu kemarin saya membuat janji dengan Teh Dewi untuk makan siang di Mujigae Ciwalk. Sepertinya sih restoran yang mengusung tema Korea ini sedang ngehits. Dan belakangan saya tahu apa yang membuat restoran ini digandrungi terutama oleh abege-abege (seperti saya *plaaakk!*)

Ketika baru saja datang, saya langsung diminta ke atas oleh si Mbaknya setelah saya minta meja untuk 2 orang. Kesan pertama saya saat masuk ke Restoran ini, ini tempat makan, bukan tempat nongkrong. Penataan meja nya cukup padat dan ada sebagian meja panjang yang dipergunakan untuk rame-rame seperti meja di warung makan. Tentunya dengan meja kayu yang kokoh dan warnanya matching juga dipadukan dengan kursi tinggi dengan sandaran yang pendek.

Bagian atas nya juga hampir sama padatnya. Jarak antara satu meja dengan yang lain sangat berdekatan. Mejanya juga kecil-kecil. Mungkin karena makanannya disajikan dalam mangkuk yang kecil-kecil. begitupun bila kita memesan barbequenya, Tempat pembakarannya pun tidak menghabiskan banyak tempat. jadi dengan ukuran meja yang hanya sebesar itu, kita tidak akan merasa kesempitan.

saya pesan green tea untuk minumnya dan tab dibelakangnya bisa kamu pergunakan dengan sebaik-baiknya.. hihihihi
saya pesan green tea untuk minumnya dan tab dibelakangnya bisa kamu pergunakan dengan sebaik-baiknya.. hihihihi

Dan yang menurut saya cukup menarik adalah di setiap meja disediakan sebuah ipad. Selain bisa melihat menu konvensional berupa buku, kita juga bisa melihat menu lewat tablet tadi. Pemesanan juga dilakukan langsung melalui tablet, setelah kita pilih “order” si Mas nya datang untuk mengkonfirmasi pesanan. Nah bagian ini yang saya rasa agak-agak buang-buang waktu. Meskipun si Mas nya datang mengkonfirmasi menu dengan membawa sebuah benda yang saya  yakini adalah sebuah ipod. Rasanya akan lebih keren lagi kalau makanan yang kita pesan lewat tab tadi langsung muncul tanpa ada konfirmasi. Atau konfirmasi nya muncul lewat aplikasi video call macam skype gitu? Tolong ya Mujigae, harapan saya ini dipertimbangkan x)

Dan si tablet yang ada di atas meja ini bisa dipergunakan untuk request lagu-lagu korea yang tersedia di playlistnya. Selain itu kita juga bisa foto-foto disitu. hasil fotonya bisa diemail ke email kita daaaaan yang paling ngehits adalah, Foto kita akan nampang di salah satu layar diantara 5 layar yang terpampang di bagian atas restoran ini.  layar besar ini ada yang menayangkan foto-foto jepretan pengunjung dan ada juga yang menayangkan acara Korea-korean. Kalau untuk saya sendiri, makan di Mujigae akan menjadi pengalaman makan yang unik. Apalagi jika baru pertama kali seperti saya. Kampungannya langsung keluar.

ini makanan yang saya pesan. paket Bulgogi 2. Lengkap dengan printilannya..
ini makanan yang saya pesan. paket Bulgogi 2. Lengkap dengan printilannya..

yang di depan adalah Korean Chicken Wings. Dan yang sebelah sana adalah pesanannya Teh Dewi.

Oh ya, saya hampir lupa bagian terpentingnya. Makanan. Untuk rasa makanannya cukup oke. Sangat bersahabat dengan lidah sunda ini. Rasanya sangat kaya, terasa sekali gurih, asin dan manis nya. Karena saya belum pernah mencoba makanan Korea yang asli, rasa sok tahu saya langsung muncul. Kalau rasanya setajam ini sepertinya makanan ini tidak otentik. Kebetulan saya hanya mencari makanan enak, dan tidak harus otentik. Jadi saya fine-fine saja.

Saya memesan paket Bulgogi 2 yang dilengkapi dengan 3 buah gorengan. yang satu rolade dan yang dua lagi saya tidak tahu apa namanya. Tapi enak. Lalu ada sayur seperti sohun tapi bentuknya lebih besar, dan ada juga kimchi. rasa Bulgogi nya manis dan tekstur dagingnya lembut sekali. Sementara teh Dewi pesan Bibimbap, Nasi campur-campur yang membuat saya ngiler waktu nonton Han Ji Eun makan di Serial Full House pada tahun 2005. Selain itu kami berdua memesan Korean Chicken Wings. Sayap Ayam goreng tepung yang dilapisi dengan saus berwarna merah membara dan rasanya manis juga. Ada rasa pedasnya tapi sedikiiiiiitttt sekali. Tekstur tepung ayamnya krispi sekali. enak.

Harganya lumayan murah, dan murah itu relatif ya. Ada yang bilang ini murah banget dan ada juga yang bilang ini murah aja. Makanan dipatok mulai 28.000an. Sementara minuman harganya mulai belasan ribu. Untuk makanan Ada paket bulgogi, Bibimbap, nasi goreng, barbeque dan ramyun yang disajikan dalam panci berukuran kecil. Tadinya saya mau pesan ramyun karena pancinya lucu, tapi tidak jadi. Dan untuk minumannya ada teh-teh dan beberapa minuma lucu.

Diantara semua fasilitas yang cukup menarik seperti yang saya sebut diatas. Salah satu hal yang cukup mengganggu adalah volume musiknya terlalu keras dan agak bikin pusing. Biasanya kan kalau restoran itu memutar lagu yang selow melow swallow, kebetulan lagu yang diperdengarkan disini, semuanya adalah lagu Korea, dan tahu dong lagu-lagu Korea yang ngehits ini jedak-jeduk-jedak-jeduk. Jadilah percampuran antara jedak-jeduk dan volume yang cukup keras ini tak jarang membuat saya dan teh Dewi yang duduk berseberangan dengan jarak kurang dari satu meter ini agak ber Hah-hoh-Hah-Hoh saat ngobrol karena kurang jelas.

Diantara semua kekurangan dan kelebihannya, Restoran yang mengklaim dirinya sebagai Digital Korean Restaurant dengan tagline “We Combine Delicious Food with Technology. Try The Different!” ini cukup sukses kok. Coba kalau bayarnya bisa secara digital juga. Saya dan Teh Dewi berpikir, Bagaimana kalau tab yang sudah dilengkapi fasilitas internet ini, sekalian saja menyediakan pembayaran secara online melalui internet banking atau bahkan paypal mungkin? >_<

Advertisements

33 thoughts on “Masakan Korea Rasa Indonesia. Mujigae Resto, The Digital Korean Restaurant

    1. hahaha samaaa.. tante aku juga dari kemarin ngajakin ke restoran korea katanya pengen cobain kimch gara-gara kebanyakan nonton sinetron korea x))
      tapi yang ini sih rasanya masih familiar di mulut, nggak tahu ya kalau kimchi yang otentik bakal kayak gimana rasanya x))

  1. ini tempatnya di ciwalk yg bagian belakang ya, Ni? Sejajar sama Ra Chaa? Belum pernah kesini, soalnya kalo ke ciwalk yg paling aman ya makan di kios K, secara ada 3 bocah yang makanannya masih STD pisaaaannn… hihihi..
    dan teuteuppp ya, itu paypal dibawa2, bahkan lagi makan di resto sekali pun teuteeuupp disebut2.. πŸ˜€

    1. iya mbak Fit, yang sejajar raacha paling ujung depan nya..iya sih tapi ya kalau bawa anak-anak taunya mereka nggak suka, mogok makan deh =))
      biar kelihatan aja aku gak gaptek.. *padahal aslinya mah……….* hhihihihi jadi kasuat-suat =))

    1. mbak Tin udah pernah coba yang otentik atau menjurus-jurus otentik ga? aku penasaran banget soalnya mbaaak. soalnya kan penampilan masakan korea itu kayaknya unyu-unyu nikmat gimanaaa gitu x))

      1. masakan korea lebih berbumbu dibanding masakan jepang.. mereka suka yang panas dan berkuahkuah, juga asam & pedas, pokoke lebih kaya bumbu dan segar.. di jakarta banyak kog masakan korea yang otentik, wong banyak orang korea..

    1. aaahhh serius lah anak kos??? kayak yg betul lah… -.-‘
      makanan yang paling murah kayaknya chicken wings, tanpa nasi, 19 ribu rupiah. kalau makan ya eke sih pilihnya ya paket dong yah seceres banyak gitu terus murah =)) itu paling murah 37ribuan gitu. terus bibimbap termurah sekitar 29ribu.. dan ramyun nya 27 ribuan. sementara untuk minumnya mulai dari 12 ribu. teh, tawar dingin dan panas green tea2an gitu.
      kalau seorang paket yang paling biasa 50ribu udah cukup mengenyangkan sih. soalnya kayaknya emang gabisa coba ini itu juga pesen 1 paket aja udah ngenyangin.

  2. konsepnya menarik banget, Mbak.

    Tapi kayanya kalau buat ketemuan dan tepatnya ngobrol, kurang pas aja. *karena volume musiknya* hehe

    Mungkin enaknya disitu buat maenan smartphone atau tab. hehe ;v

    kapan2 mo coba ah kalau ke Bandung πŸ˜€

    1. hihihihihi.. iyaaa worth to try deh kalau buat lucu-lucuan gitu..
      emang kurang enak buat nongkrong-nongkrong cantik, selain volume musiknya, kursi nya juga ga terlalu nyaman buat leyeh-leyeh.. x)

  3. di jaman serba digital ini, emang benar sarannya, nya. bayarnya juga nggak usah pakai uang tunai, bisa sms banking atau internet banking. Lucu juga kalau makanannya keren, teknologinya udah canggih, tapi bayarnya masih pakai uang kertas, terus ada kembalian recehan lagi dari kasirnya πŸ™‚

  4. Berarti kalah sama di warteg donk, kalo di warteg pake sistem “touch screen” kita tinggal tunjuk makanannya dibalik kaca udah gitu langsung deh muncul makanan “aslinya” :mrgreen:

  5. eeh lucu sekalii ya, harusnya mungkin kaya pesen makanan kalo pas karaokean gitu kali yah, jd langsung dateng makanannya beberapa menit kemudian.
    tapi kalo potonya muncul di layar gede, narsis amat yak?! πŸ˜€

    1. Nah iya mbak cha.. kan unyu kl langsunh dtg makannya.. mungkin foto yg muncul di layar itu bisa sekalian juga buat pengunjung yang lagi cari jodoh x)))) seperti youtube bilang “Broadcast yourself” x)))

  6. mbak nia,, boleh minta contact person atau langsung sms kami biar kami sendiri menghubungi mbak nia, ini masalah kasus penipuan mbak nia dengan rekening Achmad Makki , kami sendiri ACHMAD MAKKI owner dari Server Pulsa ZaMa Reload , kami ingin meluruskan masalah dengan mbak nia selaku korban penipuan yang mana dana mbak nia masuk ke rekening kami, kami akan merefund dana mbak nia secara baik2 karena kami juga selaku korban dimana rekening kami dibuat jembatan dr tersangka yang sudah kami ketahui.. Salam Achmad Makki (ZaMa Reload)

    1. sama masakan Indonesia “gurih” mana kak Cum? soalnya kan kelihatannya kayak berbumbu banget gitu. yang kebayang sama aku dari masakan Korea itu kayaknya rasa-rasa padang gitu lah.. =)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s