hot issue · my events

Braga Festival Menyisakan Gunungan Sampah

foto diambil dari pikiranrakyat.com

Dari judulnya saja sudah sangat klise ya, sangat Indonesia sekali. Lagi-lagi sampah. Tadi sore tiba-tiba nonton PJTV, pas banget saat itu mereka sedang menayangkan acara berita. Selain berita tentang walikota Bandung yang masih muda dan keren, salah satu berita yang menarik perhatian saya adalah tentang sisa-sisa dari Braga festival yang kemarin saya post acaranya disini.

Jadi Senin pagi tadi, Bapak-bapak berseragam PNS yang bekerja di Gedung Merdeka beramai-ramai membersihkan sampah bekas pengunjung Braga festival, dan itu banyak sekali. Ba-nyak Se-Ka-Li. Bukan hanya sampah bekas bungkus ciki loh, tapi sampah kayak bekas-bekas orang habis bongkar bangunan begitu. Ya ada triplek, kayu-kayu, kertas ah pokoknya banyak sekali, sepertinya sih bekas booth-booth yang ada disana beserta sisa perlengkapan penyewa booth yang tidak dibawa pulang lagi. Kalau lihat daerah Cikapundung di TV tadi, sudah mirip Jakarta yang kena banjir besar beberapa hari lalu.

Orang dari gedung Merdeka tadi mengatakan mereka sangat kecewa sekali dengan panitia Braga Festival karena tidak ada tanggung jawabnya sama sekali. Dihubungipun tidak ada jawaban. Padahal mereka berharap, daerah gedung merdeka yang sebelum perhelatan Braga Festival ini bersih, dikembalikan seperti semula, tanpa sampah yang menumpuk. Bukan hanya petugas Gedung Merdeka yang kecewa, warga sekitar juga tadi kelihatan kesal sekali, karena akhirnya kan mereka yang kena getahnya.

Tapi barusan saya browsing dan disini pihak panitia memberikan konfirmasi tentang masalah sampah yang luar biasa membuat jalan Braga dan sekitarnya jadi kumuh.

Presiden Braga Festival 2013, Diro Aritonang, berkilah bahwa penanganan sampah diserahkan ke warga Jalan Braga yang tergabung dalam Galur Braga.

Menurutnya, para anggota Galur Braga sudah bekerja maksimal agar sampah tidak terlalu menumpuk. “Pengunjungnya banyak. Bisa dibayangkan sampahnya seperti apa,” ucapnya.

Ia beralasan, tempat pembuangan sudah penuh sehingga sampah menumpuk di jalanan. “Di TPS (tempat pembuangan sementara) Tegalega ditolak karena sudah penuh. Lalu di TPS Ciroyom juga susah, karena di sana sudah banyak sampah,” tuturnya.

Saya sih nggak tahu yang mana yang paling benar, hanya saja ya in my humble opinion, masalah sampah seharusnya menjadi tanggung jawab panitia, kalau memang sudah diserahkan kepada anggota Galur Braga yang merupakan warga sekitar Braga lalu mereka tidak melaksanakan tugas sesuai dengan perjanjian, bukankah itu menjadi tanggung jawab panitia juga untuk mengawasi mereka dan memberikan mereka peringatan?

Pihak Gedung Merdeka juga kecewa karena setiap tahun kejadian yang sama selalu terjadi. Kalau begini ceritanya, saya pribadi sih rela acara Braga Festival ini ditiadakan saja sekalian. meskipun sangat Happening, tapi ujung-ujungnya malah merugikan sebagian orang dan akhirnya banyak masalah, ya kasihan juga.

Atau mungkin kedepan acara ini perlu banyak evaluasi terutama mengenai masalah sampah ini. karena Mungkin tidak semua orang seperti saya, rela Braga Festival dihapuskan ‘kan? 🙂

Advertisements

22 thoughts on “Braga Festival Menyisakan Gunungan Sampah

  1. Masalah klasik pisan ini mah ya, Ni. 😦
    Samaaaa kayak liat mesjid selesai buka puasa bersama pas ramadhan itu, loh. Iiihhh, coba kalo masing2 aware buang sampah di tempatnya, kan nggak akan menggunung itu sampah bikin empet yang liat.. 😦

  2. tinggal disediakan tempat sampah dan ditraining deh orangorang yang festival agar sadar sampah.. ku juga suka bete kalu banyak event itu artinya juga banyak sampah..

    1. iya Mbak, harusnya si panitianya juga siap-siap bakal banyak sampah, mereka sendiri yang bilang memperkirakan pengunjung yang datang bakal banyak banget..
      Mending ga usah ada event aja kali ya, biar sepi sekalian! Rasain! *ini kok marah2 sendiri x))*

  3. Kalau memang TPA pada penuh, lalu panitianya punya solusi apa? Masak main langsung ninggalin masalah gitu aja….. Fyuuh….

    Mungkin harusnya dari awal, pengunjung diminta untuk membawa sampah masing-masing utk kemudian dibuang di rumah. Para penyewa both atau stand juga tidak diperbolehkan meninggalkan sampah….

    1. nah itu dia, harusnya kalau asalnya jalan braga bersih dikembalikan lagi jadi bersih kan..
      dan emang iya, penyewa booth juga harusnya tidak menyisakan barang2 kayak papan-papan gitu, sampahnya ngeriiii.. apalagi di pusat kota gitu keliatannya jorok banget..

  4. Saya kemarin juga membaca postingan salah satu teman blogger yang menceritakan sisa festival ini adalah sampah-sampah dan juga kamar mandinya yang pesing 🙂

    Harusnya pihak penyelenggara bertanggung jawab atas kebersihan Braga seusai acara.

  5. kalau habis tahun baru di monas juga banyak sampah… mungkin karena banyak orang kali ya, jadinya santai buang sampah sendirian… panitia juga gak kasih solusi… 😦

  6. Dimana-mana masalah sampah selalu muncul setiap kali habis ada acara besar. Herannya koq ya selalu trulang tiap tahun ya, apa para panitia itu gak pernah belajar . . . 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s