curhatsampah · pikiran2saya

Sedikit atau Banyak, Jumlah Kerugian korban Penipuan Bukan Untuk di-wkwkwkwk-i

Just shut up...

Just shut up…

Singkat cerita, Fajar kena tipu. Saya ingin sekali sih menceritakannya di postingan berikutnya. Tapi saya baru bisa update dari Henpon. Jadi saya curhat dulu deh hohoho

Eniwei.. banyak hal yang bisa saya pelajari dari kejadian ini. Betul kata orang, kalau kita ikhlas nggak akan terasa berat-berat amat. Saya masih bersyukur jumlahnya relatif tidak banyak. Dan kali berikutnya kami harus lebih berhati-hati. Itu saja sih. Bisa jadi ini juga jadi momentum kami naik kelas, kata Dika temen saya yang fans Mamah Dedeh garis keras sih begitu.

Dan banyak loh selama proses laporan ini yang underestimate sama kita. Ada yang terang-terangan ada juga yang hanya tersirat dari tatapan wajahnya. Atau dari senyum resek yang tergurat pada bibirnya.

Pertama-tama saat saya melapor ke Polres, kebetulan saat saya melapor ada ibu-ibu yang sedang melapor juga karena mendapatkan cek kosong dari pembeli nya yang telah mengambil beras senilai 17juta. Diam-diam saya bersyukur kerugian saya masih sangat jauh dari 17juta. Nah saat saya menjawab pertanyaan Pak Polisi tentang berapa jumlah kerugian kami, dia langsung sedikit tersenyum penuh arti setelah mendengar bahwa kerugian saya 600ribuan.

‘Memangnya kenapa sih kalau kerugian saya cuma 600ribu? Saya langsung kehilangan hak saya sebagai warga negara gitu?’

Kalau di Poldanya sih masih jauh lebih mending. Polisi nya lumayan ramah-ramah meskipun kalau ngetik lama nya minta ampun dan kami sampai berbusa menjelaskan apa itu paypal. Tapi tidak ada yang menyepelekan masalah jumlah kerugian. Baguslah, berlama-lama laporan di polda rasanya nyaman, tempatnya adem lagi *ihik*

Nah saat saya menunggu print out bukti laporan, ada seorang bapak yang anaknya jadi korban human trafficking bertanya kepada saya tentang laporan yang saya buat. Kemudian saya menjelaskan secara singkat tanpa menyebutkan paypal untuk menghindari pertanyaan “apa itu paypal?”

“Oh, gitu ya Mbak, terus nanti kalau misalkan uangnya udah keburu diambil sama penipu nya gimana?”

kalau belum gimana?

“Ya nggak apa-apa sih Pak, yang penting rekeningnya terblokir aja dulu, nanti kan dia ngisi uang lagi, baru nanti bingung kenapa uangnya ga bisa diambil. Biar nanti bisa berhubungan sama saya langsung.” Jawab saya sekenanya.

“Terus kalau setelah dia ambil uangnya, dia bikin rekening baru dengan KTP palsu itu mbak susah juga kan..”

Wah, imajinasi si Bapak semakin liar. Saya hanya nyengir saja sambil menjaga hati saya supaya tidak terpengaruh dan jadi down karena asumsi-asumsi yang si Bapak tadi tularkan kepada saya. ‘Mudah-mudahan sih nggak ya Pak.. Hehe..’

Lagipula ini memang bukan tentang uang nya saja kok. Buat kami, ini tentang mempertahankan hak kami. Kalau ada sesuatu yang hilang ya jangan dulu pasrah, perjuangkan dulu, cari atau lapor polisi. kalau memang tidak bisa kembali berarti bukan rejeki kami. Lalu, bukankah hal yang baik kalau kita melaporkan seorang penipu ke Polisi? Ini jadi pembelajaran untuk saya dan semua orang. Jadi contoh kasus untuk polisi dan pihak Bank bahwa ada loh hal seperti ini di sekitar kita. Polisi dan Bank harus mulai aware.

Saya sih tidak mempermasalahkan pilihan orang yang mau pasrah begitu saja kalau tertipu apalagi kalau hanya 600ribu yang mana buat saya itu lumayan banget bisa makan sushi sampai muntah-muntah. Kalau buat orang lain uang ini jumlahnya hanya sedikit, ya itu urusan mereka. Daripada menerka-nerka nasib uang saya, ya sudah positif saja, bukankah Tuhan bersama prasangka hambanya? *tsaaahh~
Memangnya tidak mau melihat orang yang sudah menipu kita, minta maaf sambil memohon-mohon supaya laporannya dicabut dan rekening nya dibuka lagi? Saya sih mau. BANGET.

Kalau memang rejekinya, pasti kembali.

Respon Paling Parah

Setelah melapor, Fajar memasang status di grup seller paypal. Bertanya apakah ada yang tahu akun bernama ‘Ndah Hanifa’ Beberapa orang berkomentar, banyak yang bertanya kenapa, dan Fajar bilang kalau sepertinya ia tertipu. Tapi Fajar tidak gembar-gembor kalau ia sudah melapor bank dan polisi, takut kalau si penipu berkeliaran di socmed kemudian buru-buru mengosongkan rekening nya. Ya, kami masih berharap banyak.

Nah, sepertinya orang ini, sebut saja Etha, seller balance paypal yang pernah Fajar beli juga balance nya membaca wall post Fajar, dan menanyakan perihal penipuan ini langsung via BBM.

“Mas, denger-denger katanya kena tipu ya? Kalau boleh tahu sama siapa dan jumlahnya berapa ya?”

“Nama akunnya Ndah Hanifa, 600ribuan”

“:D *emoticon nyengir*, Halah 600ribu.. Wkwwkwkwkwkwkwk…”

Waktu dia mengirimkan balasan seperti ini, benar-benar membuat saya gendok. Kita kena musibah dan respon orang lain adalah “wkwkwkw” bayangkan saja… Weka-weka-weka!! Disebut “halah” lagi. Ya artinya bisa saja banyak. Tapi coba kalau handphone bb gemini kalian yang satu-satunya itu hilang lalu ada orang tiba-tiba muncul lalu bilang “Halah..bb gemini wkwkwkw. Hp gue aja ilang kemarin. Iphone lagi.” *krik..krik*

“Kenapa? Sedikit ya buat ente?” Tanya Fajar

“Endak gitu Mas, soalnya saya ajja seminggu lalu ketipu 120$”

Jadi intinya barusan nanya Kami ketipu atau nggak ceritanya mau sombong-sombongan nih siapa yang ketipu nya paling banyak. Kita sih ogah, 600ribu aja udah banyak banget.

Ketipu aja congkak, apalagi dapet Lotre..

“Terus udah lapor polisi?”

“Belum 🙂 *smiley senyum manis*”

Karena Fajar tidak pernah mengatakan pada siapapun kalau kami lapor polisi, jadi ya jelas kalau kali ini dia tidak sedang meremehkan kami, tapi kalau meninggikan hati sendiri sih mungkin.
Dan Mungkin juga kalau tahu kita sampai lapor polisi karena ketipu 600ribu dia akan lebih berbangga hati,
“Nih saya dong, kena tipu 120$ tenang-tenang aja..”
Ya kembali lagi, itu sih urusan dia, kalau memang sudah kebanyakan uang dan mau dibagi-bagi sama penipu sih silahkan saja.

Ah, sudahlah… Mungkin tidak banyak orang yang bisa memberikan respon yang tepat untuk setiap kejadian. Menurut saya sih daripada tidak bisa berempati sebaiknya diam saja. Tidak perlu banyak berkomentar, daripada dikutuk oleh orang yang sedang super sensitif seperti saya.

Kami berdua sih akan terus maju, walaupun benyak orang meragukan. Contohnya saja Waktu ke kantor polisi, ada seorang polisi kebingungan saat kami menjelaskan kalau kami tidak tahu lokasi orang itu bahkan siapa nama asli nya. Bekal kami ya hanya itu bukti transfer, bukti percakapan dan nomor rekening nya.

“Terus ini gimana kita proses nya?”

“Nggak kok Pak, kita cuma perlu bukti laporan polisi nya aja untuk diserahkan ke Bank supaya rekening pelaku di blokir.” Jawab saya. Dan Pak Polisi hanya mengOoh.

Sejujurnya sih saat melapor pada polisi Saya tidak banyak berharap pada polisi. Bukan maksud menghakimi, tapi ya kejahatan konvensional saja masih banyak yang tidak terselesaikan, apalagi kejahatan semacam ini yang kita tidak tahu siapa namanya, lokasi nya dimana dan nomor hpnya bisa saja nomor hp disposable. Fajar malah lebih yakin kaskuser bisa menangkap penipu sejenis ini lebih cepat dari polisi. Lewat teknologi super canggih bernama… Google.

Lewat kejadian ini saya belajar banyak hal. Selain belajar ikhlas dan mempertahankan hak kita, saya juga belajar untuk lapor polisi. Meski lapor polisi di Indonesia artinya nothing to lose, alias lapor lalu jangan terlalu ngarep, tapi bagus juga, setidaknya laporan kita tercatat. Siapa tau kedepan polisi jadi belajar lebih banyak tentang kejahatan-kejahatan lewat internet begini. Selain itu juga lewat percakapan Fajar dengan Etha tadi, saya juga jadi tahu kalau ada orang yang sudah ketipu, masih saja sombong. Hihihihi. Entahlah, mungkin dia hanya tidak bisa memberikan respon yang tepat, atau saya yang terlalu sensi. Tapi saya jadi belajar juga untuk tidak seperti dia. Lebih baik diam daripada sok asik diatas musibah orang lain.

Daaaan terakhir, saya mohon doanya supaya masalah saya segera selesai. Sukur-sukur kalau uangnya bisa kembali ^_^

Advertisements

43 thoughts on “Sedikit atau Banyak, Jumlah Kerugian korban Penipuan Bukan Untuk di-wkwkwkwk-i

  1. lumayan tuh duit, bisa beli kepiting bakar serombongan 🙂
    itu yang nipu gak kenal yah? aku sekitar 2 th lalu ditipu sahabat sendiri, tapi ampe sekarang juga gak kelar urusannya 😦 makan atiiiii! jengkel kebawa mati deh bisa2
    Semoga urusannya cepat kelar yah 🙂

    1. Iya kepiting nya sekeluarga ya 😦
      Nggak kenal sih untungnya, kebayang deh mbak Fascha kl di boongin sama sahabat sendiri kayak mbak Fascha dongkol dan kecewa nya berkali-kali lipat.. 😥

  2. Ish, jd ikut gemes sm etha. 600 rb itu lumayan, loooohhh…! Coba ngomongnya sm tukang becak, uuuhh bisa digebukkin dia.
    Bisa ngerasain sebelnya, ketipu gede ato kecil ya ttp aja judulnya ketipu. Sebel, tahuuuu…! Moga2 cpt balik uangnya, ya.
    Oh, btw, paypal itu apaan sih? Haha, maaffff beneran nggak ngarti iniiiihhh… 😆

    1. Iyaaa betull mbak x(
      Amiin mudah2an bisa balik uangnya hikss..
      Paypal itu kayak rekening virtual gt di internet mbak, pokoknya kl mau beli barang misal dr ebay lewat situ pembayarannya x)

  3. besar kecilnya ujian itu gak bisa ditentuin dari kuantitas barang yang hilang karena ujian tiap orang itu beda2
    yang perlu digaris bawahi, kita perlu belajar ikhlas, karena semua yang kita miliki itu hanya titipan
    aku juga setuju dengan pendapatmu, pihak penegak hukum disini kurang bisa diandalkan, tidak bermaksud meremehkan tapi begitulah kenyataannya & semua orang tau
    semoga diberi ganti yang lebih baik & ikhlaskan ya 🙂

  4. di share aja no rek nya si ndah hanifah biar semua pada tau dan waspada jgn transfer ke rek tersebut karena rek tersebut adalah rek penipu

  5. Kamu kena tipu gimana Nia? maklum akang juga gaptek urusan transaksi on-line. Maaf akang nge-like bukannya suka denger Nia ketipu tapi akang salut buat usaha-nya melapor ke polisi. Kan ada jargon umum yang bilang ” kalo hilang kambing trus lapor polisi malah sama dengan hilang kebo ” karena polisi-nya malah suka “main tilang”.

    1. Iyaaa kang, makasih like nya 😉
      Intinya sih mau nuker rupiah ke dollar, terus pas udh di transfer uangnya, dia gak transfer si dollarnya ke rekening kita gitu kang.
      Iya usaha dulu aja kang, mumpung waktunya ada juga, tp kl di pungut biaya tektekbengek sih kayaknya mending di-lapur-in aja .. 😐

  6. yaampun..dia gak pernah ketemu orang yang lebih susah kali ya jadi denger 600ribu malah dikecilin -_-
    semoga prosesnya cepet yaa, dan uangnya juga cepet bisa balik lagi, semoga juga ke depannya gak ketipu lagi, Aamiin.. 🙂

  7. Emang mak kalo lapor polisi di sini harus nothing to loose. Saya kemalingan mesin jahit konveksi yang jd modal cari duit, udah 1 tahun ga ada kabarrr. Hikss

  8. Ya allah.. semoga segera dapat ganti dari Allah.. yang lebih berkah. Aamiin.. ngemeng2 modus penipuan skr kan emang bejibun ya. Baru tau bahkan metode pembyrn transaksi online pake paypal pun sdh bs diakali skrg. Ckckck

  9. nomor diatas sama seperti yang mau mencoba nipu saya monggo disimak.

    Participants:
    ————-
    han, randanakkgaulzz@rocketmail.com

    Messages:
    ———
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: maaS?

    han: Yup

    randanakkgaulzz@rocketmail.com: mas saya sudah transfer 630rb ke BCA atas nama Edwar
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: ???
    han: Ok.
    han: Saya cek dl ya.
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: oK
    han: transfer nya kapan ?
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: tadi mlm mas jam 11
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: cmna mas:?
    han: Nggak ada masuk. Saya liat mutasi. Dari tanggal 18.
    han: Sampe skrg nggak ada masuk 630.
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: jam 11 malam td mas saya ada SS nya kok jam 11 lewat 10 mnitan
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: mas cmna ??
    lg butuh nih
    han: Buktinya mana gan?
    han: Bukti transaksi transfer.
    han: Atas nama siapa?
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: atas nama Edwar bentar mas
    han: Gak ada.
    han: Kirim bukti ke sini.
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: bentar masih di upload
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: https://fbcdn-photos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/1016748_277172492423954_1051183411_n.jpg
    han: Salah. Namanya salah tuh.
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: oalah salah jd cmn tuh mas?
    han: Salah.
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: mas tapi no rek nya btol
    han: Kalau rek betul nama harus betul.
    han: Dan kalau betul semua pasti masuk. Dan gak pake lama otomatis masuk.
    han: Terima kasih.
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: saya blm ambil tiket mas karna tiket gak bisa diambil jd saya transfer pas 630rb
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: saldo saya dah berkurang
    han: Dari bukti saja anda salah nama.
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: saldo anda bertambah tidak??
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: coba anda cek di ATM
    han: Jelas tidak bertambah.
    han: Males, kan bisa internet banking, ngapain ke atm
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: kan kamu cek di I banking co di ATM
    han: Maaf ya, semua client saya pake internet banking langsung masuk. Terima kasih.
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: kalau di ATM pasti masuk jgn nipu nas
    han: Silahkan saja cek di bank. Terima kasih.
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: Saldo bank saya sudah Diambil
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: Mas nipu ngmg ajh
    han: Maaf ya, dari bukti transfer anda sudah salah, dan anda menyuruh saya datang ke atm. Padahal dari sini bisa. Jadi siapa yang nipu??
    han: Terima kasih atas pengertiannya.
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: bisa SS kan Internet banking kamu?
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: mas kasih bank yg btol lahh mau transfer nih
    randanakkgaulzz@rocketmail.com: hahhhaha nipu nipu bulan puasa mau nipu
    han: 🙂 semoga anda diberi hidayah.
    han: Editan photoshopnya kurang perfect gan. Msh kurang rapi, makanya gak berhasil nipu lo.
    han: Maaf ya. Terima kasih atas perhatiannya.

    1. WHATTTTTT!!!!!!! emang bener-bener parah ni orang ya alloh… parah banget.. mudah-mudahan laporan saya bisa di follow up Bank nih.. kalau nggak ya korban-korban lain mungkin akan segera menyusul.. hiksss..

      tapi syukurlah mas Han teliti dan nggak terjadi apa-apa 🙂

  10. Makasih sharingnya… bisa diambil pelajaran utk lebih berhati2.. dan baca sharingnya han di atas, jd menyimpulkan bahwa mereka tu bener2 nekat dan berani, trus kaya yg meyakinkan banget ya.. biasanya kan pedagang tu jaga banget pelanggannya (jgn sampe tersinggung, dibikin senyaman mungkin, dilayani sesopan mungkin dll) dan hal itu dimanfaatin banget sm mereka.
    Dan turut ptihatin atas 600 ribunya.. bisa dapet sekeranjang gede penuh tu klo dibelanjain di supermarket x_x

    1. makasih mbak Tituk udah mampir 😉
      iya mbak jaman sekarang harus hati2 banget. soalnya kalau ada kejadian buruk menimpa kita, kita nggak tahu kemana harus cari perlindungan dan keadlian *tsaaahhh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s