Liburan di Makassar · my events · My Vacation

Mengejar Matahari (Terbenam)

Konon katanya, di Kota Makassar adalah salah satu sunset terbaik di dunia. Karena saya memang belum pernah keliling dunia, menurut saya Makassar memang punya sunset terbaik dibandingkan dengan tempat-tempat yang pernah saya datangi, termasuk Bali.

Coba saja ke Pantai Losari, lokasi sunset paling mainstream di Makassar tepat sebelum matahari terbenam. Kita akan disuguhi fenomena alam biasa yang jadi luar biasa. Ketika matahari mulai turun dengan perlahan langit berubah menjadi orange tua. Benar-benar orange. Kalau kita beruntung datang saat langit cerah, awan-awan akan terbentuk sangat jelas satu persatu dalam berbagai bentuk. Pada sisi-sisi nya ada semburat cahaya matahari yang menembus awan-awan itu.

sunset2
Beruntungnya masih bisa dapat foto yang lumayan bagus, meskipun waktu mepet dan bukan spot yang diharapkan πŸ™‚ (klik pada foto untuk ukuran asli)

Tapi kali ini kami tidak sempat ke Anjungan Losari. Waktunya terlalu mepet dan Fajar terlalu malas untuk nongkrong disana dan dihinggapi banyak pengamen dan pengemis-pengemis cilik. Jadi sedikit tips untuk kamu yang mau ke Anjungan Losari terutama di akhir pekan atau sore hari, sebaiknya membawa sedikit recehan jika tidak mau mendengarkan rengekan dari pengamen dan pengemis-pengemis ini. 

Mengejar matahari terbenam. Udaranya bersih, sejuk dan pemandangannya luar biasa :)
Mengejar matahari terbenam. Udaranya bersih, sejuk dan pemandangannya luar biasa πŸ™‚  (klik pada foto untuk ukuran asli)

Oh ya, karena di Bandung sunset tidak pernah terlalu istimewa, Saat ke Makassar kami harus melihat sunset. Norak sih memang, tapi bagi sebagian orang, saya khususnya pergi melihat sunset adalah sebuah hiburan yang memang sedikit abstrak. Bikin hepi tiba-tiba tanpa harus ngapa-ngapain. Hiburan hemat, ihiiiyyy.. Tidak ke Losari, Maros pun jadi, Kami langsung melesat ke Maros tepatnya Panjalingan, kampung tempat Fajar dibesarkan. Kami singgah agak lama di rumah teman Fajar sambil menunggu Hujan reda. Pukul 5 lebih akhirnya kami memutuskan untuk mengejar sunset walaupun kami tidak yakin apakah kami akan berhasil sampai di lokasi tepat waktu.

Ternyata benar, kami tidak sampai tepat waktu di dermaga. Kalau saya tidak apa-apa, kaena saya mendapatkan beberapa foto yang (saya anggap) cantik selama di perjalanan meskipun hanya saya ambil dari atas motor yang saya tumpangi dan melaju cukup kencang. Sementara Fajar yang menggunakan kamera film tidak memotret apapun. Kebayang dong ribet nya seperti apa. Padahal langit begitu bersih karena hujan baru saja reda.

Asli nya ini indaaah banget, karena saya cuma pakai kamera pocket, tanpa tripod, pakai flash dan tanpa edit-edit. Hasilnya ya gini doang x)
Asli nya ini indaaah banget, karena saya cuma pakai kamera pocket, tanpa tripod, pakai flash dan tanpa edit-edit. Hasilnya ya gini doang x)  (klik pada foto untuk ukuran asli)

Niat awalnya kami ingin ke dermaga. Di dermaga itu ada banyak perahu kayu dan kampung nelayan. Jauh dari kesan fancy. Cenderung kumuh dan berbau asin malah. Tapi di kampung nelayan yang kumuh itulah tempat favorit Fajar untuk hunting. Sebetulnya tempatnya cukup bagus apalagi untuk di foto. Tapi sayang sekali banyak sampah.

Maaf ya kalau foto-foto yang (saya anggap) cantik hanya segini doang dan banyak yang tidak fokus x). Ini hanya saya ambil dengan kamera pocket digital Nikon Coolpix L23 yang selalu setia menemani. And I’m not into photography too.. hohoho

Kalau punya postingan yang berbau sunset share yuk link nya di komen , I really love to see it. πŸ™‚

Advertisements

37 thoughts on “Mengejar Matahari (Terbenam)

    1. whoaaaa makasiiih x)
      bukan fotografer.. amatir aja nggak, apalagi pro.. hihihi
      cuma emang saat itu view nya bagus bangeeeet, saya yang pake kamera pocket aja bisa dapet hasil yang begini, apalagi yang pro kayaknya *drooling*

  1. wow …. cantik sekali .. kayak suasana sunset di pinggir sungai yg biasa kunikmati bersama suami hampir tiap hari kl cuaca memungkinkan πŸ˜›

  2. Wah sayang ya kemarin pas kesana gak sempet ke pantai losari masalahnya cuma transit sich..
    Kalo saya pas kesana hanya nikmati kulinernya saja mbak,, mantap sudah ikan bakar dan mie titi nya yang maknyussss,, heheeee

  3. keren foto nya, di benteng roterdam juga cakep kata nya. Kebetulan gw bukan pemburu sunset atau sunrise jadi yaa suka males2 kalo disuruh nungguin yg beginian πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s