pikiran2saya

Djarum Indonesia Open 2013 Akan Mengembalikan “Taring” Indonesia

Tumbuh pada masa badminton masih sangat berjaya, membuat saya merasa beruntung. Saya ingat betul di Tahun 1998 saat Tim Indonesia memenangkan piala Uber dan Piala Thomas, para pemain nya mengadakan pawai di Bandung. Lagi-lagi Saya merasa beruntung karena arak-arakan para juara itu melewati Jalan jendral Sudirman, Jalanan besar di depan pemukiman tempat saya tinggal. Saya dan yang lainnya menunggu pawai itu dengan tidak sabar sejak pagi, meski mereka baru datang menjelang sore.

Saat mobil-mobil itu datang, kami semua bersorak. Bayangan itu masih terasa sangat jelas. Mereka berada diatas mobil besar, seperti mobil karnaval yang terbuka, tersenyum sambil melambaikan tangan dan melemparkan kok. Meski saya tidak berhasil mendapatkan koknya. Saya puas bisa melihat Mia Audina, Ricky Subagja, Rexy Mainaky, bahkan Susi Susanti dan Alan Budikusuma. Mereka luar biasa. Saat itu tubuh saya sampai gemetar menahan hati saya yang melompat-lompat kegirangan. Maklum saat itu saya masih kelas 2 SD, Imajinasi saya pun terbang entah kemana.

Begitulah kita, orang Indonesia saat itu memandang para pemain badminton. Mereka dielu-elukan karena membawa nama baik negara. Semua orang terpengaruh oleh para atlet badminton. Saat ada pertandingan disiarkan secara langsung di televisi, setiap rumah menayangkan acara yang sama. Badminton.

Hampir semua orang Indonesia menggemari olahraga yang ‘murah’ ini, karena bisa dimainkan oleh siapapun, dimanapun. Kita hanya perlu Raketdan kok. Kalau tidak punya raket asli, Ayah saya dulu suka membuatkan raket mainan yang terbuat dari kayu atau papan. Alat tidak penting, selama bisa tertawa sambil bermain badminton.

Badminton bak sebuah kebudayaan bagi orang Indonesia. Semua begitu mencintai permainan ini. Bukan hanya karena olahraga nya, tapi karena badminton sudah membuat negara ini tidak dipandang sebelah mata oleh dunia. Kalau tidak percaya tengok saja di google, kita akan mendapati banyak info tentang Indonesia yang merajai banyak kejuaraan badminton kelas dunia.

Namun miris. Seperti kita ketahui prestasi badminton belakangan ini tidak terlalu gemilang. Beberapa event tidak berhasil dijuarai oleh Indonesia. Pastinya kita tidak bisa menyalahkan para atlet sepenuhnya. Mungkin ada faktor x yang salah. Tapi saya yakin semua atlet-atlet ini akan berusaha semaksimal mungkin. Mereka semua ingin kedudukan Indonesia kembali cemerlang di mata dunia.

Meskipun dengan keadaan yang tidak segemilang dahulu dan kurangnya publisitas, atlet-atlet di PB Djarum masih bisa memberikan kabar gembira untuk kita, misalnya saja Liliyana Natsir dan Tantowi Ahmad yang mempertahankan gelar juara pada kategori Ganda campuran di All England 2013.

Menurut pendapat saya pribadi, dengan banyaknya event bisa semakin mengasah kemampuan para atlet, mereka akan semakin luwes saat bertanding dan semakin percaya diri sehingga akan mudah beradaptasi ketika terjun di lapangan. Djarum yang selama ini sangat mendukung perkembangan badminton di Indonesia, kembali mengadakan event Djarum Indonesia Open 2013. Meskipun selama periode 2009, 2010, dan 2011 Indonesia hanya bisa gigit jari di event ini karena tidak berhasil mendapatkan satu gelarpun, Tahun lalu Simon Santoso berhasil menyabet juara di kategori single Putra. Saya berharap, kembalinya Indonesia menjadi juara tahun lalu akan membangkitkan motivasi tersendiri bagi atlet-atlet lainnya tahun ini,  mereka harus yakin kalau mereka bisa menyapu bersih gelar juara.

Perhelatan Djarum Indonesia Open 2013 ini adalah kejuaraan tingkat dunia, jelas menjadi sebuah tolak ukur tersendiri bagi negara yang menjadi peserta nya. Bayangkan saja, bisa menjadi juara diantara negara-negara yang mengirimkan atlet-atlet terbaik mereka yang jumlahnya tidak sedikit, pastilah sangat bergengsi dan sangat membanggakan.

Ingatan saya seolah kembali ke masa kecil saya saat Indonesia menjadi juara di setiap pertandingan. Saya ingin melihat dan merasakan itu lagi. Dengan fasilitas dan media yang diberikan Djarum lewat Djarum Indonesia Open 2013 ini, saya yakin Indonesia tahun ini bisa menyabet beberapa gelar, mengembalikan budaya juara , dan kembali menunjukan “taring” Indonesia kepada dunia.

Advertisements

12 thoughts on “Djarum Indonesia Open 2013 Akan Mengembalikan “Taring” Indonesia

    1. Iya juga sih ya, jangankan keadaan ‘rada’ terpuruk kayak skrg, jaman dulu waktu masih gemilang aja negara acuh tak acuh gitu.. *kemudian dilema* hihihi
      Btw makasih udh mampir balik yaa Ruri 😉

  1. step by step bulutangkis kita akan kembali jaya. blognya keren…kunjungi bulutangkis.com …badminton lover ada disana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s