BALI · curhatsampah · my events · My Vacation · TIPS

Bali For Beginner (6) : Pantai Legian

ini gak tahu pantai apa, tapi masih belum terlalu jauh dari Seminyak 😀

Hari keempat saya di Bali alias keesokan harinya setelah kami touring panjang Bedugul dan kawan-kawan, Mang Aang tumbang. Badannya agak panas. Mungkin masuk angin karena seharian menyetir plus tidak makan dengan benar.

Me + Uput Happy 😀

Paginya sih kami berencana untuk ke Pasar Sukowati, jalan-jalan ke Pantai Sanur dan tempat-tempat asik di sekitarnya, tapi karena Mang Aang tidak enak badan, akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar pantai saja.

Salah satu hal yang kurang saya sukai dari Bali adalah tidak semua bagian pantainya bisa dipakai berenang, harus berenang diantara bendera kuning-merah itu saja. Tujuannya sih jelas untuk keselamatan, mungkin supaya pengunjung nya terpusat di satu tempat saja jadi pengawasannya lebih mudah. Ombaknya memang asik banget, asik buat berenang dan asik untuk para peselancar. Tapi justru karena ombaknya asik, memang agak bahaya sih.

Oh ya, sebagai informasi, saya menginap di daerah seminyak. Jadi kami niatnya sih nongkrong-nongkrong di pantai seminyak saja, jarak penginapan saya dengan pantai hanya sekitar 800 meter kurang lebih.

berlatih menjadi Ivy Sullivan…

Kami sampai di Pantai Seminyak hanya dalam waktu 5 menit. Tadinya kami mau berenang disitu, tapi pantai seminyak menurut saya kurang asik sih, hanya cocok untuk dipakai berjemur dan jalan-jalan. Pantainya menjorok ke dalam, agak jauh dan dangkal. pinggiran pantai nya hanya penuh dengan pasir yang basah. Daaann saya juga tidak menemukan bendera ‘boleh berenang’ disini.

Kami berjalan ke arah Pantai Kuta, Mamah saya bilang ‘Deket kok disana, Da ini teh nyambung terus ke pantai Kuta..” , Maaah..Maah… Kalau ngomongin nyambung sih ini pantai juga nyambung ke Selat Sunda, bahkan Laut Merah..

Kami semua terus berjalan, sampai akhirnya menemukan bendera kuning merah ‘Boleh berenang’ Karena sudah lumayan lelah berjalan (saat itu kami belum sadar sudah seberapa jauh kami berjalan) Saya, Uput, Angly, dan Robbi langsung menyebur ke laut.

Beberapa saat kemudian, saya baru sadar kalau kami sekarang ada di Pantai Legian setelah saya melihat gapura Pantai Legian yang sejak kedatangan saya lewati terus menerus.

Tadinya sih saya mau mengajak semuanya untuk meneruskan perjalanan ke Pantai Kuta, namun Fajar menolak, katanya takut masih jauh (ketika pulang kami diberi tahu kalau ke Pantai Kuta 2 kilometer lagi) dan takutnya tidak menemukan bendera merah kuning ‘Boleh Berenang’ lagi nanti.

Akhirnya kami menghabiskan hari sabtu itu di Pantai Legian seharian penuh.

Sejak datang ke Pantai Kuta saya tergiur sekali untuk mencoba bermain selancar. Melihat bule-bula berjalan sepanjang Poppies lane sambil menenteng-nenteng Papan selancar dengan wajah dipenuhi Sun block mengingatkan saya akan serial 90210.

Cumungguuuuuudddhhh!!

Do’oh andaikan saya bisa selancar, mungkin saya bisa sekeren Ivy Sullivan di 90210. *abaikan*

Nah saat di pantai Legian itu sambil saya bermain-main omak bersama si Uput, saya curi-curi pandang sama anak bule yang sedang belajar selancar dan mereka jagoan! Saya panas-panasi si Uput supaya minta pada Mamanya untuk disewakan Papan selancar. Dan berhasil!

Dengan bermodalkan bahasa sunda, kami mendapatkan 2 papan selancar besar, 1 papan kecil dan dilatih selama 2 jam seharga 150ribu saja. Lumayan banget sih. Dan kamipun mulai bermain.

Saya pikir dengan 2 jam saja saya bisa seperti Ivy Sullivan, Saya terlalu naif, ternyata susah sekali men! Saya yang sudah lama tidak berolahraga langsung tepar hanya dalam 5 menit. Saya kehabisan nafas dan kaki saya lemas sekali.

‘sedikit’ mirip Ivy Sullivan waktu belajar Surfing…

Bagian tersulit dan paling malas adalah bagian naik ke papan dan menunggu ombak datang. setelah itu siap-siap berdiri dan menyeimbangkan badan supaya papan bisa melaju dengan stabil. Dari ratusan kai percobaan mungkin hanya 2 kali saya bisa berdiri sempurna dan papan saya melaju dengan tenang. Sisanya, ya kalau tidak terjungkal, saya tenggelam atau saya tidak berhasil berdiri. Tidak mudah sama sekali.

Rasanya sudah ingin mati saja, kehabisan nafas, kaki sakit karena terantuk-antuk papan selancar dan entah berapa galon air laut yang saya minum atau terhisap lewat hidung saya membuat hidung saya perih, panas dan beringus terus menerus. But It was SOOOOOOOO FUN!

Karena kelelahan saya menyerah, mungkin saya tidak akan pernah bisa seperti Ivy Sullivan. Pasrah. Saya akhirnya hanya main ombak dengan Fajar. Oh ya, selama di Bali ini, Fajar yang bukan fans dari pantai, laut dan kolam renang ini sudah mau menyebur dan mandi-mandi dan mainan ombak di tempat yang agak dalam. HA!

Yap, paling hanya itu yang kami lakukan seharian. Makan soto ayam di si Ibu baik meskipun rasanya yaaaahhh bisa dibilang tidak terlalu enak, tapi lumayan untuk yang kelaparan sehabis main.

Pulangnya? Jangan ditanya. Ternyata kami sudah berjalan sangat jauuuuhhhh sekali. Saya hampir depresi  karena perjalanan kami tidak sampai-sampai sementara kaki saya sudah mau copot. Bayangkan, berjalan sejauh 2 kilometer dengan baju yang basah, lelah bermain dan terbayang dong panasnya tepi pantai seperti apa. Alhamdulillah akhirnya sampai juga setelah menempuh perjalanan lebih dari 1 Jam.

Setelah itu kami semua tewas terkapar. Tinggal di hotel dan menunggu untuk jalan-jalan hari Minggu besok.

Uput in Action

(semua foto-foto disini diambil langsung oleh Fajar dengan kamera analog. Minolta Dynax. Fotonya tidak terlalu banyak karena kami fokus bermain sih.. Dan Kamera digita saya ketinggalan :D)

Advertisements

2 thoughts on “Bali For Beginner (6) : Pantai Legian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s