curhatsampah · pikiran2saya · private life · superhotcurhat

Become PNS Is Not The Only Way To Live

Saya mau jadi orang kaya!

Itu yang selalu saya pikirkan, apalagi sekarang banyak sekali motivator dan ustadz-ustadz kece mengatakan, tidak ada salahnya punya keinginan jadi orang kaya asalkan harta nya menjadi manfaat buat orang lain, kita pergunakan sebaik-baiknya dan jangan sampai pelit.

Memang sih mindset orang-orang beberapa puluh tahun kebelakang sampai beberapa tahun yang lalu itu lebih ke “Biar miskin asalkan bahagia..” , “Makan nggak makan asal kumpul” dan “Mending jadi orang miskin daripada korupsi,,” Belakangan seiring makin ramainya motivator, banyak orang pikirannya semakin terbuka juga. Biasanya yang mereka ajarkan adalah bagaimana caranya punya pikiran yang selalu positif, karena pikiran kita bagaikan magnet, jika kita memikirkan hal yang positif, maka hal posisitif itu akan terjadi juga dalam hidup kita. Itu juga dinamakan gaya tarik-menarik.

Jadi pikiran-pikiran jaman dulu yang dangkal itu sebaiknya segera dienyahkan. Sekarang sudah tahun 2012, dimana persaingan semakin ketat dan semua orang sudah maju, kita tidak boleh terjebak dengan midset “Biar miskin, asal….” Bukanya kalau kita jadi orang kaya segalanya akan lebih mudah? pertama, kita tidak akan menyusahkan orang lain, kita bisa bersedekah dan memudahkan kita untuk membantu orang lain juga. Jadi pikiran tadi harusnya diubah ke “Kaya tapi bukan hasil korupsi dan hartanya bisa bermanfaat juga buat orang lain..”

Saya yakin masih banyak kok diantara orangtua jaman sekarang yang pasrah dan bisa dibilang pesimis. Kalau membicarakan apa-apa selalu pahitnya saja. Memang betul kita harus selalu siap untuk kemungkinan terburuk, tapi pikiran negatif seringnya malah membuat kita mundur.

Pembukaan diatas saya buat karena saya ingat pertemuan dengan saudara saya kemarin di rumahnya. Percakapan kami dan ucapannya membuat saya kembali teringat dengan percakapan saya dengan Mamah saya sendiri kemudian pernah juga tema ini diangkat oleh Abah, mertua saya.

Saya dan Fajar tidak bekerja, bukan dalam artian pengangguran, karena ya saya akan tersinggung kalau saya dibilang pengangguran *uhuk* . Kami sedang meniti anak tangga menuju kesuksesan dunia akhirat melalui wirausaha yang kami rintis *tsahhhh~* memang sih masih dalam sekala mini (bukan lagi mikro) Tapi saya berdoa dan harus yakin kalau sebentar lagi saya akan mendapatkan kebebasan finansial ketika usaha kami ini mulai lebih matang.

Saya adalah seorang lulusan SMA, masih 22 tahun. Sementara Fajar 26 tahun, dia Sarjana Teknik lulusan Universitas Hasanuddin. Bagi saya sih usia kami masih cukup muda dan belum punya anak, jadi belum terlalu banyak beban biaya sehingga memudahkan kami untuk memulai usaha.

Masih muda, dan belum banyak beban biaya. Itu yang membuat saya semakin yakin untuk melanjutkan dan bertahan dengan menjadi pengusaha.

Kemarin ketika saya berkunjung ke rumah Kakak sepupu nya Fajar, dia bertanya “Kamu teh sekarang jadi kerjanya apa?” Sebetulnya itu kali kedua kami bertemu, yang pertama di pernikahan kami Oktober tahun lalu. Jadi itu adalah pertanyaan standar ketika kita bertemu orang baru.

“Yah, masi usaha aja, jualan gitu..” Jawab Fajar, kemudian dia menjelaskan kegiatannya secara singkat dan jelas.

“Daftar PNS atuh.. sayang itu Sarjana..” Kakak sepupu itu memang seorang PNS. Dia seorang guru yang sudah mengabdi puluhan tahun.

“Hehehe, nggak ah gak mau,” Kata Fajar “Kenapa ih? enak kalau jadi PNS mah kan udah pasti gitu..” Maksudnya ya sudah pasti gaji nya, asuransi kesehatan dan pensiun. Ya, pensiun lah yang biasanya dikejar orang dari menjadi PNS.

“Nggak ah, jadi PNS mah susah kaya..Hahahaha..” canda Fajar.

“eeehh kata siapa?”

“Itu abah, udah tua gitu belum kaya-kaya juga..” kata Fajar, Oh ya, Mertua saya juga dulunya seorang guru, dia guru sejati 😀 posisi terakhirnya adalah sebagai pengawas yang super idealis, and I’m proud of it.

eeh dengerin, Kaya mah udah takdir itu mah. Kalau ga ada nasib jadi orang kaya mah ya nggak akan kaya-kaya sampai gimana juga..”

Saat itu pikiran saya kembali ke percakapan dengan Mamah beberapa bulan silam dan percakapan saya dengan Abah sekitar bulan April saat terakhir saya ke Makassar.

“… Da, kalau udah nasibnya jadi orang kaya mah, pasti ujung-ujungnya bakal kaya mau digimanain juga. Yang penting mah kita berusaha aja..” Kata Mamah saya
“Jadi kaya itu udah nasib kan. Tapi kita kan tidak tahu apa nasib kita jadi orang kaya atau bukan, yang penting kita kerja keras aja.” Begitu kata Abah.

Isinya hampir sama bukan? Saya juga setuju dengan 3 pernyataan diatas, semua sudah punya nasib sendiri-sendiri, makanya kenapa ada orang miskin dan kenapa ada orang kaya. Tapi bukankah ada surat yang mengatakan “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib sesuatu kaum kecuali mereka sendiri yang merubahnya “. Jadi meskipun semua sudah ada nasib nya masing-masing, sebaiknya kita bekerja keras, bekerja cerdas dan biarkan Tuhan yang menyelesaikan semuanya sesuai kehendakNya.

Yang menjadi pikiran saya sih paksaan untuk bekerja di kantor, bahkan menjadi PNS agak sedikit overrated di kehidupan saya. Tidak perlu juga sih semua orang menjadi pengusaha, karena passion setiap orang juga berbeda-beda. Terutama untuk anjuran menjadi PNS dari semua orang, saya gemas sih, apalagi kalau alasannya cuma untuk mendapatkan pensiun. Betulan nih di usia kita yang masih sangat muda, tujuan hidup kamu cuma pensiun?

Menjadi PNS tidak mudah sama sekali, ada tes yang saingannya luar biasa banyak, belum lagi saingan dengan orang-orang yang menyogok sampai ratusan juta. Menurut saya juga gajinya relatif kecil, memang sih gaji kan tergantung golongan, lamanya kita bekerja dan pendidikan terakhir kita sangat berpengaruh. Tapi kembali lagi kalau bekerja di perusahaan swasta pun jika kita sudah lama bekerja dan pendidikan kita juga tinggi, banyak perusahaan swasta yang menawarkan gaji jauh lebih besar bukan?

Menjadi PNS tidaklah dosa, tidak juga salah. Yang dosa dan salah itu kalau korupsi dan menerima suap. Yah sudah jadi rahasia umum bukan kalau kantor pemerintahan menjadi lahan basah? Kalau kita tidak pandai membawa diri pasti akan cepat terbawa arus.

Menjadi apapun baik. Mau menjadi pegawai swasta, PNS atau pengusaha juga baik, asalkan dilakukan dengan niat baik dan caranya baik. Kita harus menjalani semuanya dengan hati, bekerjalah sesuai passion, jangan hanya memikirkan pensiun saja. Rejeki sudah ada yang mengatur. Seharusnya juga menjadi PNS sesuai passion, harus diiringi dengan niat membawa perubahan, bebannya berat loh. Bagi yang cuma memikirkan pensiun, lebih baik mundur saja deh. Kasihan masyarakat membayar gaji kamu bukan hanya untuk duduk ongkang-ongkang kaki dan mengabaikan pekerjaan terus nanti setelah tua masih juga diberi pensiun padahal selama masa kerja, kamu tidak banyak memberikan kemajuan.

Sadar tidak sih kalau menjadi PNS hanya semata-mata untuk mendapatkan posisi enak, dalam artian pasti gajian terus sampai mati, berapa banyak perusahaan yang dikelola pemerintah akhirnya tidak maju-maju? Tidak maju-maju masih jauh lebih baik daripada kolaps sama sekali. Lihat kan nasib pos Indonesia beberapa tahun yang lalu seperti hidup segan mati pun tak mau? Sekarang sudah banyak perbaikan meskipun tetap saja kantor Pos di tiap kecamatan tak ubahnya sebuah rumah kosong dengan 2 orang pegawai yang pekerjaannya hanya menerima pembayaran motor, rekening listrik dan ledeng.

Selain itu ada IPTN yang berubah namanya berubah menjadi PT.DI. Perusahaan itu mem-PHK puluhan ribu karyawan nya dan Bapak saya salah satunya. Tahu tidak apa respon orang-orang ketika puluhan Karyawan PT. DI di PHK? ”

Ah, pantas aja perusahaannya bisa bangkrut begitu juga. Liat orang-orangnya juga kerja seenaknya. Datang jam 9, keluar istirahat jam 11, balik lagi ke kantor jam 3 sore..”

Memang tidak semuanya, tapi kebanyakan ya seperti itu. Itu saya dengar dari Guru Ekonomi saya waktu SMA yang pola kerja saudara nya seperti itu. Belum lagi yang lainnya. Sungguh disayangkan perusahaan sebesar itu yang menaungi puluhan ribu bahkan mungkin ratusan ribu karyawan akhirnya kolaps juga.

Pemerintah memang punya andil besar dalam permasalahan ini, tahu kan kalau semua hal yang ada campur tangan pemerintahnya selalu saja ada birokrasi panjang yang akhirnya sulit dan membuang waktu. Ini jadi PR kalian yang punya niat jadi PNS. Please, bekerjalah sesuai passion kalian. Kalaupun kalian ingin sekali jadi PNS, lakukanlah perubahan, bekerjalah dengan hati, bekerja dengan baik. Jangan hanya memikirkan pensiun dan rasa aman karena gaji bulanan pasti didapat serta tidak ada PHK (syarat dan ketentuan berlaku).

Dan untuk semua orangtua, please juga jangan menjadikan anak-anak kalian ber-PNS-minded. PNS hanyalah salah satu alternatif pekerjaan seperti yang lainnya juga. Punya anak yang kreatif bukanya membahagiakan juga. Tujuan orangtua biasanya kan hanya ingin anaknya sukses. menjadi PNS hanya salah satu dari puluhan ribu profesi yang tersedia. Kita masih terlalu muda untuk memikirkan pensiun. Yang penting berkarya dan hidup bahagia.

Menjadi kaya mungkin memang masalah nasib. Tapi orang yang bekerja keras tidak akan pernah hidup susah. Cheers!  

NP

Advertisements

8 thoughts on “Become PNS Is Not The Only Way To Live

  1. Mungkin anggapan orang-orang kalau jadi PNS masa depan (masa tua) terjamin, ya paling tidak msh dapat uang pensiun, dibanding klo karyawan swasta, masa kerjanya berakhir ya sudah begitu saja. Itu yg bisa saya ambil dari sisi postif menjadi PNS, apalagi buat kaum wanita, kalau PNS kan jam kerjanya tipa hari lebih singkat ya di banding karyawan swasta, jadi pulang bisa main dg anak deh :).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s