curhatsampah · pikiran2saya · private life · superhotcurhat

I Promise To Keep This Hijab ‘Till My Last Breath

Terhitung sejak… tanggal 7 Agustus, saya mulai pakai Kerudung. *uhuk*

Hidayah itu bisa datang dari mana saja, kapan saja, dan dimana saja. Yes. I call it Hidayah, meskipun perjalanan saya untuk mendapatkan hidayah ini bisa dibilang cukup mudah tapi saya tetap mau menyebutnya Hidayah. Ini adalah salah satu langkah besar yang pernah saya ambil dalam hidup saya. Kenapa hidayah? karena sebelumnya saya memang tidak pernah terpikir sama sekali untuk memakai kerudung / jilbab atau hijab.  Saya merasa jelek kalau pakai kerudung, ya bulet, ya kucel, intinya jelek.

Tapi beberapa minggu lalu, sebelum bulan Ramadhan, saya bertemu dengan sahabat-sahabat saya untuk berfoto ria di Taman Lalu-Lintas. Saat itu hanya sayalah yang tidak pakai kerudung. Ada sih salah satu sahabat saya juga yang belum berkerudung, hanya saja dia tidak ikut pada saat itu. Sebelumnya saya juga tidak pernah merasa tergerak sedikitpun meskipun kalau kumpul hanya saya sendiri yang tidak berkerudung. Terus kenapa kalau saya tidak berkerudung? Begitu pikir saya. 

Singkat cerita, Fajar yang memang memakai kamera analog, selesai mencuci-scan foto-foto kami. Saya tahu sih berat badan saya melesat setelah saya menikah *blushing* jadi di foto-foto itu saya tidak kaget kalau hasilnya tidak sesuai yang saya inginkan HAHAHA, tapi kemudian saya membandingkan dengan teman-teman saya itu, ‘kok mereka rapi banget yaaa..’ pikir saya dalam hati.

Saya terus memikirkan hasil-hasil foto itu kemudian membandingkan foto saya dan foto-foto teman-teman saya. Rambut saya bernatakan, memang sejak dipotong pendek, rambut saya saat itu tidak terlalu bersahabat, ya rambut terbang-terbang lah, ya susah diatur lah dan sebagainya. Lalu kembali saya membandingkan foto Kiki, Rine dan Mbil. Bagus juga pakai kerudung.

Lalu mulailah saya browsing. Model-model kerudung yang lucu-lucu, sekarang kan sedang ngehits banget, jadi tidak sulit rasanya mencari tutorial-tutorial hijab simple tidak terlalu gonjreng dan cantik. Saya mendapatkan beberapa tutorial, diantaranya oleh Suchi Utami dan Hana Tajima pastinya. Saya suka style mereka, cantik dan simple.

Setelah itu mulailah saya bergerilya, mencari kerudung milik Mamah saya dan mulai melilit-lilitkan kerudung di kepala saya, awalnya sih jangan ditanya. Lama dan Berantakan! Namun lama-lama saya mulai terbiasa dan tidak membutuhkan waktu yang lama saya mulai bisa menghemat waktu.

Karena saya tidak punya baju muslim, bahkan baju berlengan panjang saya hanya ada 1 atau 2 buah, saya meminta baju-baju warisan dari Teteh. Selain diberikan baju-baju warisan, saya juga diberikan sejumlah baju yang dia jual. Whoaaaa senangnya. Selain baju saya juga mencari-cari model dan jenis kerudung apa yang kini sedang ngehits, Saya browsing-browsing harganya memang tidak terlalu mahal sih, tapi kalau beli banyak kan mahal-mahal juga. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat kerudung-kerudung itu sendiri, beli bahan sendiri, jahit sisi nya sendiri dan jadilah kerudung saya kini ada lumayan banyak! πŸ˜€

Setelah sukses mempelajari cara berkerudung, saya masih merasa agak kucel, dan akhirnya baru saya sadari sejak saya menikah saya hampir tidak pernah dandan. Hanya bedak dan lipgloss yang memulas wajah saya, itupun kalau saya pergi saja. Akhirnya mulailah saya ‘dandan lagi’ kembali membiasakan menggunakan eye-liner, sebelumnya saya lumayan lancar namun kemarin-kemarin saat saya baru mulai lagi jadi agak gemetar, terlalu tebal, dan kanan-kiri bedanya jauh. Dan lagi-lagi berkat latihan, saya sudah lancar lagi. meski tidak pro, tapi sekarang sudahmulai terbiasa lagi, kalau masalah simetris sih seperti masih jauh, tapi sekarang jauh lebih mending lah, saya tidak memerlukan waktu teralu banyak hanya untuk pasang eyeliner LOL.

Lengkaplah sudah semuanya, baju dan kerudung saya sekarang tidak sedikit lagi. Saya punya tekad kalau nanti saya pakai kerudung saya juga ingin sekalian memperbaiki gaya berpakaian saya. tapi pelan-pelan. Saya mau mengurangi penggunaan celana jeans, baju-baju ketat dan baju-baju pendek.

Pernah dengar tidak alasan orang “Jilbabin hati dulu baru kepala..” Entah kenapa ajaibnya, setelah saya pakai kerudung, saya merasa berkewajiban untuk semakin berubah ke arah yang lebih baik. Saya memfollow beberapa akun yang memang mengkampanyekan untuk berhijab, diantaranya ust @felixsiauwSaya menguntit timeline nya dan menemukan banyak sekali pencerahan.

Saya jadi terpikirkan pakai baju one piece + kerudung yang selalu menutupi dada, tapi saya inginnya bertahap sih supaya saya betah *hahahahah alasan* Dan entah kenapa setelah saya pakai kerudung saya tiba-tiba ingin lebih memperdalam agama Islam supaya saya lebih tahu, lebih istiqomah dalam berkerudung, jadi istri yang baik dan perempuan yang mulia.

Langsung saya menghubungi Katia dan Widi teman sekelas saya semasa SMA, saya tahu kalau mereka sering mengikuti pengajian rutin. Dan saya membutuhkan petunjuk dari orang-orang yang sudah pro terlebih dahulu. Baiknya Katia meminjamkan 3 buah buku kepada saya, Dua diantaranya sangat saya sukai, yang satu sih belum sempat saya baca.

Salah satu bukunya adalah Melukis Pelangi nya Oki setiana Dewi, pemeran Anna dalam KEtika cinta Bertasbih. Saya bersyukur pernah membaca buku itu. buku itu seperti jawaban dari ketakutan dan kerguan saya tentang berkerudung ini, perjalanan dia juga tidak mudah, ujian dia lebih banyak dan lebih berat, dan dia berhasil survive. dia juga pada awalnya bukan tipe orang yang akan berkerudung di usia muda, apalagi dia dalam keadaan sedang mengejar cita-citanya menjadi artis.

Ah, saya berharap semoga saya istiqomah. dan berubah semakin baik. Di buku itu tertulis kalau Iman itu harus dipelihara, jika kita membiarkannya maka lama-lama iman bisa luntur, maka saya juga berharap kalau saya bisa memelihara dan meng-upgrade iman saya terus menerus.

And yes, Hidayah bisa datang kapan saja, dimana saja kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Sejak sebelum menikah, Fajar menyarankan saya untuk berkerudung, dan setelah menikah ia meminta saya untuk berkerudung, tapi berat, dan tidak saya indahkan. Malah hidayah itu datang ketika saya HANYA melihat foto teman-teman saya.

“..Dan pada saat kita mendekat sambil berjalan, Allah mendekati kita sambil berlari..” itulah kutipan yang sangat saya ingat dari bukunya Oki Setiana Dewi. Itu bisa jadi artinya kita yang mencari hidayah, bukan terus menerus menunggu hidayah, karena tidak semua orang selalu berkesempatan mendapatkan hidayah. Dan bagi yang sudah dapat hidayah, segerakanlah jalankan.

Saya ingin mendapatkan hidayah, semoga saja saya bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah.. πŸ˜€

Advertisements

10 thoughts on “I Promise To Keep This Hijab ‘Till My Last Breath

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s