curhatsampah

Bali For Beginner (3) – Bedugul

Bibi Lintik, Mang Aang, Uput, Angly, Roby

Masih di hari yang sama setelah kami mengunjungi Tanah Lot, Tujuan kami berikutnya adalah Danau Bedugul karena Mamah ingin sekali kesana. kali ini saya tidak menggunakan Google Maps lagi karena sudah saya cari sampai jungkir balik tidak ada Bedugul disana, saya sangsi masa sih Google Maps tidak tahu Bedugul? kan terkenal. Akhirnya kami bergantung kepada penunjuk-penunjuk jalan yang kami temui di Jalanan. Saya pikir jaraknya tidak terlalu jauh, karena saat di perjalanan meunju Tanah Lot saya sempat melihat papan penujuk jalan bertuliskan “BEDUGUL ->” Saya pikir, Ah, pasti dekat karena ada penunjuk arahnya disini. Pemikiran yang bodoh sih, mengingat di Bandung juga bertebaran penunjuk arah “Ke Jakarta” tidak berarti jarak Jakarta dekat dengan Bandung.

semua foto ini saya sacan ulang dari foto-foto hasil jepretan si Mamang tukang boat

Setelah sampai ke Bandung Oom Saya berkata begini : “Kemarin perjalanan dari Tanah Lot ke Bedugul jauh banget, Mang Aang juga nyetir kayak ga sampe-sampe. Ternyata pas diliat di buku itu mah jaraknya sama aja kayak dari Bandung ke Garut” tidak heran keesokan harinya setelah perjalanan panjang kami Ke tanah Lot-Bedugul dan Sangeh, dia tumbang. hihihihi

Perjalanan kami seperti perjalanan Sun Go Kong mengambil kitab suci ke Barat.  jauh tak berujung. Tambah lagi kami tidak tahu tempatnya di mana, sebentar-sebentar melihat papan petunjuk. Bedugul ke kanan, Bedugul ke Kiri, Bedugul lurus, tapi tidak nampak juga tanda-tanda kemunculan danaunya.

Oh ya, ada satu hal lagi yang membuat saya mengira kalau perjalanan kami sudah dekat. Ketika menanyakan dimana Bedugul kepada tukang Es Kelapa gerobakan dengan santai dia bilang “ikutin jalan ini, terus belok kiri, ke kanan nanti nemu jalan besar, ikutin aja sampai nemu perempatan, nanti belok kiri lurus aja dari situ.”

Fajar ketakutan tuuh sebenernya. HAHAHAH

Jalannya sih memang “lurus aja dari situ” Tapi dia tidak memberikan informasi tambahan berupa jarak atau waktu tempuh. Kami menunggu dengan gelisah, jangan-jangan danaunya sudah dijadikan mall kok kami tidak sampai-sampai?

Jalanan dari Tanah Lot ke Bedugul sangat lancar tidak ada macet, karena saya tidak menemukan kemacetan di Bali selain di daerah kuta dan sekitarnya sih, jadi perjalanan ke tempat-tempat wisata bisa dikatakan aman sentosa. Selama di perjalanan mata kita dimanjakan oleh pemandangan pegununungan, lalu perkotaan dan kembali lagi ke daerah dengan pohon-pohon yang rindang. pura dimana-mana dengan bentuk yang beragam.

Yang paling saya sukai sih jalanan di Bali yang saya lewati semuanya bagus. tidak ada yang berlubang dan mulus sekali. Memang sih yang saya lewati itu jalanan menuju tempat wisata tapi segitu juga pemerintahnya cukup concern dengan infrastrukturnya bukan?

Akhirnya kami sampai ke daerah pegunungan. Jalanannya agak mirip dengan arah ke Pangalengan atau ke Ciwidey. Jalan yang berkelok-kelok dan di sisinya ada jurang. Setelah sampai ke daerah ini kami baru yakin kalau sebentar lagi kami akan sampai. Kami melewati taman Safari (kalau tidak salah itu namanya :D) kira-kira 200 meter dari situ akhirnya kami menemukan sebuah danau yang sangat indah. warnanya biru dongker dan terlihat berkilauan. Kalau tidak salah kami sampai disitu pada Pukul 1 siang.

Sebelum bersenang-senang, Saya dan Fajar shalat dulu di mesjid yang terletak di seberang danau Bedugul kalau tidak salah namanya Mesjid Al-Hidayah (kalau tidak salah loooh..) Mesjid ini masih dalam pembangunan. tempatnya adem tapi ada satu hal yang cukup mengusik saya. Tangganya banyak sekali seperti menuju Sidhratul Muntaha LOL. Mesjid ini terletak di atas permukaan jalan dan itu tadi, karena letaknya cukup tinggi, anak tangganya pun banyak sekali. Sampai di atas, kaki saya jelas gempor akan tetapi saya mendapatkan view yang benar-benar indah. Kita bisa melihat Danau Beratan ini dari atas. SUPER!

view dari mesjid yang tangganya ruarr biasa di seberang Danau Bratan. pemandangannya worth dengan jumlah tangga yang harus kita lewati LOL

Danau Beratan ini adalah danau paling timur yang berada di kompleks Wisata Danau Bedugul. Katanya sih paling besar dan paling ramai. Kami tidak mengunjungi danau lainnya sih karena masih ada 2 tempat yang ingin kami datangi lagi, takutnya tidak sempat. Akhirnya kami menghabiskan waktu disini dengan berfoto dan naik boat. Oh ya, Danau Beratan ini adalah danau yang ada di uang 50ribuan ituloh.

Harga perahu boat yang kecil (4 orang penumpang + si Mamang supir) Harganya 100ribu rupiah.  kalau yang satu perahu besar cukup 10 penumpang harganya 120ribu. Kalau penumpangnya banyak dan mau hemat sih saya rekomen perahu yang besar. Apalagi kalau dalam rombongan banyak ibu-ibu / bapak-bapak atau kakek-nenek.  Tapi kalau masih muda sih lebih baik naik perahu boat yang kecil. seru!

mang Aang sebenarnya takut. tangannya tidak lepas2 dari pegangan LOL

Si Mamang supirnya itu membawa perahu boat dengan kecepatan yang gila-gilaan sambil ngepot kesana kemari, Saya sih berteriak-teriak. serasa sedang naik wahana menegangkan di Dufan. Nah semakin kita teriak-teriak kecepatannya dan manuver nya semakin ditambah. Seru banget. Dan yang paling seru ketika sampai di tengah danau salah satu dari kita diberikan kesempatan untuk membawa boat itu sendiri. Sambil si Mamangnya memfoto kita dia duduk di depan boat itu tanpa rasa takut.

Saat itu Bi Lili yang mau menyetir boat itu. Mang Aang yang suami nya saja parno. Apalagi kami. Tapi di boat satunya lagi yang berisi Angly, uput, Fajar dan Robi mereka anteng-anteng saja. Sok Cool..

It was sooo fun dan lumayan Murah. Makanan dan minuman disana harganya paling masuk akal dibanding tempat-tempat yang kami kunjungi sebelumnya. Terus disana tidak ada tiket masuk, tempatnya langsung di pinggir jalan. Pokoknya hanya bayar parkir saja dan kalau mau naik perahu tarif nya yang saya sebutkan tadi diatas. Pelayanan Oke, orang-orang Bali memang sepertinya sudah sadar kl mereka harus memberikan pelayanan maksimum. Dan mereka juga pandai menarik wisatawan loh. Selain ramah mereka biasanya mengajak para wisatawan ngobrol ngalor ngidul baru akhirnya wisatawan-wisatawan itu mau menggunakan jasa mereka. Entah disengaja atau tidak disengaja, ketertarikan mereka terhadap orang asing menjadi rejeki tersendiri bagi mereka.

Oh ya, ada nenek-nenek yang menjual jeruk dan kacang dengan sangat mahaal sekali. Kalau kalian ikhlas sih tidak apa-apa. Hanya sebelum membeli tanya dulu harganya ya biar tidak merasa tertipu. Ada kacang kulit yang dia jual dengan harga 10ribu, padahal di Sangeh ketika saya membeli kacang untuk memberi makan monyet saya dapat harga 3500rupiah dengan isi 3 kali lebih banyak. Sekali lagi, kalau kalian ikhlas sih gak apa-apa, kasian juga sih nenek itu sudah tua renta tapi masih harus jualan.

view Pura di belakang kami ini adalah view danau yang ada di uang 50ribuan. Coba cek deh Saya juga baru ngeh ketika diberi tahu oleh Mamang Tukang foto nya 😀

Oh ya, ketika pulang saya kan harus mencari petunjuk lagi menuju Pura Taman Ayun dan Sangeh yang merupakan tujuan kami berikutnya. Saya membuka google map saya mengecek lokasi saya terlebih dahulu. Ternyata saya sedang di BEDOEGOEL, pantas sampai saya botakpun saya tidak akan mendapatkan BEDUGUL di google maps. Ini bisa jadi tips bagi kalian yang menggunakan google maps untuk pertama kalinya (seperti saya) Pastikan ejaan dan lokasi atau kota / kecamatannya benar, karena dia akan men-suggest nama-nama tempat yang mirip dengan apa yang kita cari 😀

Selamat bersenang-senang di komplek Danau Bedugul!

Advertisements

12 thoughts on “Bali For Beginner (3) – Bedugul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s