curhatsampah

Sumpah Sebenernya Saya Memang Niat kok… *uhuk*

Alkisah di Sore hari yang mendung, saya mengirimkan BBM kepada salah satu Supplier jaket yang berlokasi di Bandung. Saya lihat di Display name nya sih dia katanya itu konveksi, terima jahit dan bordir komputer. Maka tertariklah saya kepadanya. Saya memang berencana untuk produksi Jaket sendiri sih, tapi masih mencari-cari yang harganya agak miring dengan kualitas yang tidak miring pastinya *uhuk*

Ini kira-kira percakapan saya dengan dia..

Me : “Kang disini bisa bikin jaket desain sendiri? Kalau bisa range harganya berapa?”

Him : “Bisa, mau order berapa banyak?”

Me : “Disana minimal ordernya berapa lusin?”

BBM saya dia read, tapi tidak dibalas. Saya tahu sih mungkin kalau pertanyaan saya begini dia sudah menyimpulkan kalau saya hanya akan order sedikit saja. Tapi memang saya mau order sedikit kok HAHAHAHAHA… Kalaupun minimal ordernya harus 1000pcs ya bilang saja langsung tidak perlu mengacuhkan BBM saya begitu. Saya kan jadi gendok *uhuk*

Sebagai informasi tambahan yang tidak penting. Saya paling suka membuat orang-orang yang tegaan begini merasa bersalah, merasa menyesal tanpa membuat saya terlihat buruk *evilsmirk*.  Saya akan memposisikan diri sebagai orang tak berdaya dengan penuh (emoticon) senyum.

Setelah kira-kira 30 menit kemudian saya punya inisiatif untuk mengirimkan bbm duluan, sekalian supaya saya tahu kepastiannya. Gini-gini juga saya masih ngarep. *uhuk*.

Me: “Oh, ga bisa order ya Kang? Kalau gitu makasih ya untuk responnya tadi :)”

Lalu kurang dari 1 menit notifikasi BBM saya nyala lagi. Dia memberikan jawaban, ini kan sudah mengindikasikan kalau memang BBM pertama tadi memang tidak dia jawab.
Him : “Minimal order 50pcs”

Me : “Oh, saya perlunya cuma 4lusin aja sih, hehe.. Makasih ya Kang”

Him : (dijawab dengan cepat) “4lusin juga bisa kok..”

Saat itu saya tidak menjawab lagi. Langsung saya close chat, tanpa saya buka. Dan tahu tidak tadi pagi dia nge-PING!! Saya. *uhuk* Saya end chat lagi. Karena saya memang hanya perlu 2 lusin sebetulnya HAHAHAHA..

Saya kadang sebal sih dengan seller-seller atau vendor yang kadang acuh tak acuh terhadap calon pembeli. Ada salah satu vendor yang saya acungi jempol. Dia selalu membalas sms meskipun pertanyaan meskipun pertanyaannya hanya : “Mas, minimal order sekarang brp lusin? Desain simple 2 warna berapa harganya?”

Moral of the story dari kejadian ini, ini termasuk pelajaran juga untuk saya sih mudah-mudahan saya tidak seperti itu nanti. Jangan pernah mengacuhkan calon pembeli, kita kan tidak tahu mana yang hanya bertanya saja, atau yang akan benar-benar membeli. Karena pada akhirnya respon kita atau pelayanan kita-lah yang bisa membantu kita mendapatkan pelanggan baru 😉

Saya kan memang tidak akan order sebanyak itu, tapi coba bayangkan kalau ada orang yang memang mau order sebanyak itu tapi tidak jadi karena pertanyaannya tidak dijawab. Ngenes..ngenes deh lo.. *uhuk

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s