BALI · curhatsampah · my events · My Vacation · private life · TIPS

Bali For Beginner (2) – The Beautiful Tanah Lot

Taken with My Minolta Dynax..

Hari ketiga di Bali, Saya dan keluarga baru Officially Jalan-jalan karena ada saudara sepupu saya Angly dan temannya yang menyusul di hari kedua malam. Tentunya kami tidak akan meninggalkan mereka untuk bersenang-senang.

Berbekal sebuah mobil avanza, 8 penumpang dan google maps di handphone saya. Kami memutuskan untuk pergi ke Tanah Lot dulu. Ehmmm.. Master Google Maps bilang kalau dari Seminyak ke Tanah Lot itu hanya 27 Menit sajyaaaa.. Tapi pada kenyatannya sama sekali tidak! Jalanan sih tidak padat tapi mungkin Google bilang 27 menit kalau kecepatannya 150km / jam. Konon di Google Maps jaraknya itu 17km.

FULL TEAM + me took the photo

Kami berangkat sekitar pukul 9 pagi. Sepanjang perjalanan cukup menyenangkan, karena banyak hal yang tidak saya temui di Bandung. Saya sangat menikmati arsitektur Pura-Pura yang saya temui di Jalan. Eksotik. Disana juga banyak sekali Patung-patung yang dijual, artistik. bahkan sampai kursi-kursi nya pun bentuknya bagus sekali. Setelah hampir dekat ke Tanah Lot,alam pegununganlah yang menyambut kita.pesawahan dengan terasering yang sempurna menjadi pemandangan yang kami nikmati sampai ke Tanah Lot.

me and Awesome background

Awalnya saya perhatikan kok sawah di Bali dengan yang biasa saya lihat (hampir dimanapun) itu beda. Disini sawahnya lebih rapi. awah-sawah ini mengingatkan saya kepada ilustrasi-ilustrasi di buku cetak semasa SD. Belakangan, saya diberi tahu oleh guide saya di tempat watersport kalau daerah seperti Ubud bahkan menjadikan Sawah-sawahnya itu tujuan wisata. Orang bule pasti suka sekali yang seperti ini.

Sampailah kami di Tanah Lot, tiket untuk Turis lokal 15ribu saja.Cukup murah bukan? Sangat sebanding dengan view yang saya dapatkan. Oh ya selama ini saya hanya sering melihat gambarnya tanpa tahu cerita lengkapnya.

She was sooooo Happy LOL

Menurut Wikipedia ” ‘Tanah Lot’ adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.” lengkapnya bisa langsung dicek disini

Gapura, Tanah Lot and Fajar
Cool Architecture!

Untuk menuju ke Pura nya kita harus berjalan sekitar 300 meter mungkin yah. Jaraknya tidak jauh tapi tidak dekat juga. Sepanjang jalan dai tempat parkir ke Pura banyak sekali penjual souvenir dan oleh-oleh. Saya dapat sandal jepit yang diatasnya ada manik-manik seharga 10ribu saja, padahal mamah saya membeli sandal yang sama di supermarket dekat hotel seharga 25ribu. HAHAHAHA.

Sampailah kita di gapura nya (apa ya itu sebutannya untuk ukiran khas di pura-pura itu) Dari atas kita bisa melihat Puranya dan tidak sabar untuk segera turun ke bawah. Tante saya yang banci kamera langsung mengajak kami semua untuk berfoto Hahaha. Tadinya saya dan Fajar ingin pergi ke seberang, airnya tidak terlalu pasang sih, tapi ombak sering datang tak terduga, maka kami mengurungkan niat kami untuk ke seberang. Akhirnya kami hanya berfoto di bawah saja.

Setelah selesai foto-foto di bawah kami juga mau melihat-lihat ke bagian atasnya. Ada taman yang sangat rapi dan teratur. Tapi karena masih banyak tempat yang harus kami tuju setelah ini, kami tidak sempat mengeksplor ke dalam nya. Oh ya, disini juga ada tari kecak Api setiap pukul 6 sore sangat direkomendasikan untuk ditonton. Kami memang datang di saat yang salah sih, belakangan baru akan saya jelaskan. hihihihi.

mang Aang + Uput

Oh ya, Hati-hati kalau mau makan disini. Kami sedikit merasa tertipu nih *uhuk* . jadi kami sengaja cari makanan di luar dekat tempat parkir, karena menganggap makanannya akan lebih murah, Jadi tempatnya itu hanya warung biasa, tempat yang kami pilih menyediakan masakan padang (tapi yang jual orang jawa asli) saya memilih nasi dengan cumi hitam saja, yang lain dengan menu masing-masing hanya 1 menu protein dan 1 lagi gorengan. Kami minum dengan teh tawar dan sebagian teh manis. Dan tahu tidak total yang harus kami bayar untuk 8 orang berapa? 260ribu rupiah. Glek.

Pura nya terlihat epic dari atas

Saya tahu sih ini tempat wisata, harga nya pasti di mark up untuk menutupi biaya hidup mereka ketika tempat wisata itu sepi. Tapi ini kayaknya terlalu berlebihan deh. Dengan harga segitu paling tidak kami dapat jus, bukan teh tawar. HAHAHAHA. Makanannya tidak enak. itu sih yang bikin dongkol. Sudah mahal, tidak enak pula. Menu semacam gorengan bakwan udang sudah melempem dan udangnya alot. Ikhlas, tapi jadi pelajaran buat semua orang hati-hati kalau mau cari makanan di daerah sana. Mahal sih masih oke, tapi pastikan kalau uang yang kalian keluarkan sebanding dengan yang kalian dapatkan. “you get what you pay..” *uhuk

Taken by Fajar with Nikon F
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s