curhatsampah · my events · My Vacation · TIPS

Bali For Beginner (1) – Ohhh.. Poppies Lane

Poppies Lane Map

Tanggal 13 Juni kemarin, setelah menunggu selama setahun akhirnya saya dan keluarga saya berhasil juga pergi ke Bali. Oh ya, sekedar informasi saya mendapatkan tiket super murah dari Air Asia seharga 115ribu rupiah untuk pergi dan 185ribu rupiah untuk pulangnya pada bulan JULI tahun 2011.

Sebenarnya tiket diatas murah sekali sih pada awalnya, karena ketika saya booking saat itu harga tersebut sudah termasuk bagasi 20kg, Namun semuanya berubah (kalau tidak salah) ketika Bulan Desember. Ada aturan baru untuk bagasi. Harus dibayar terpisah jadi untuk saya dan Fajar saya booking bagasi 20kg saja untuk berdua (sangat cukup) seharga 60ribu. Harga nya masih relatif murah sih meskipun tidak Murah Banget lagi.

Saya dan keluarga saya boarding pukul 11 lebih dari Bandara Husein Sastranegara, Dikenakan pajak bandara 25ribu untuk penerbangan domestik. Ngomong-ngomong itu kali pertama saya terbang dari Husein. Ternyata dalam nya sangat kecil sekali, sempit dan kadang kita harus ngantri untuk masuk. Pantas kerjaannya Fajar dulu selalu menghina Bandara Husen dan membandingkannya dengan Bandara Sultan Hasanuddin. Huhahahah…

Kami sampai sekitar pukul 12.30 siang waktu setempat. Dijemput oleh tetangga saya yang sekarang bekerja disana. Sebelumnya saya sudah booking penginapan seharga 200ribu perkamar di daerah poppies lane. Setelah jalan-jalan sebentar akhirnya kami sampai di penginapan yang saya booking itu. Seperti pepatah mengatakan “You get what you pay” ini juga berlaku pada saat itu. Ekspektasi saya tidak berlebihan sih tentang penginapan ini. 200ribu gitulohh.. Tempatnya bersih, adem (karena ada AC) Airnya lancar. Itu saja sih yang terpenting karena kami sudah sepakat kalau kami harus menekan budget karena kami disana selama 7 hari jadi supaya bisa jalan-jalan ke banyak tempat kami harus hemat. Jadi yang kami tekan adalah budget penginapan (yang penting bisa tidur di tempat yang bersih dan nyaman) dan budget makan (yang penting enak dan kenyang HAHAHA).

Sebelumnya saya browsing dong pastinya. Beberapa postingan yang saya baca itu kebanyakan rekomen ke poppies kalau mau cari penginapan murah ada beberapa penginapan yang recommended. Meskipun ada beberapa penginapan yang saya minati akhirnya pilihan saya jatuh kepada Mahendra Beach Inn, di poppies lane 2. Kalau saya lihat sih dari gambarnya nih ya, halamannya luas dan jalan di depannya cukup besar. Tapi itu semua palsu. hihihihi.. 

Ini pertama kali nya saya ke Bali, hasil yang saya dapatkan dari browsing tentang Poppies Lane ini : Poppies adalah sebuah Gang di daerah Kuta. – Depan pantai kuta –. Katanya disini menjadi tujuan para backpacker dari seluruh dunia. Iyalah murah banget gituloooh.. Memang iya sih, sejauh mata memandang isinya bule semua apalagi saat saya kesana kemarin masih belum musim liburan. Jadi tidak banyak turis domestik yang saya lihat. Lanjut, info yang saya dapatkan adalah : Ke poppies lane bisa naik taksi dan pemilik penginapan yang sudah saya booking itu juga menjelaskan “Kalau naik taksi, masuk dari poppies lane 1 lurus terus sampai penginapan X, blablabla…” Yang saya simpulkan adalah ‘Oh berarti Poppies Lane ini muat mobil. okesip’ Dan saya tertipu oleh gambar-gambar bagian depan hotel-hotel disini yang fotogenic seolah-olah menggambarkan kalau jalan di depan mereka itu luas, lalu kita bisa melihat langit biru awan putih terbentang Indah lukasan yang Kuasa (Balon Udara – Sherina). Memang sih Poppies Lane ini masuk mobil. Tapi tidak ada yang menjelaskan berapa lebar jalannya. Hiks..

Oh ya, di hari pertama saya tidak mengambil banyak foto, karena saya terlalu menikmati apa yang saya lihat saat itu. Nah ini hasil saya googling Beruntung saya menemukan foto jalan tempat saya menginap (meski tidak tahu diambil kapan) Jadi bisa jadi referensi sebesar apa jalannya *uhuk*

Jalan sebesar ini masih bisa dilalui 1 mobil dan dua arah looohh…

Naik mobil menyusuri Poppies Lane sangat tidak enak sekali. Tidak enak hati. kebanyakan turis dan orang-orang yang lewat naik motor atau jalan kaki. Tidak enak rasanya kalau harus membuat orang-orang minggir karena kita mau lewat.. *uhuk*. Ini menjadi salah satu alasan kenapa akhirnya kami pindah hotel keesokan hari nya. Kami diberikan pinjaman mobil full selama 7 x24 Jam, jadi mobil rental itu harus selalu kami bawa-bawa. Kan ribet juga kalau tiap pagi dan sore harus lewat jalan sempit begitu. belum lagi ngeri kalau mobilnya lecet-lecet. Jalan disana benar-benar kecil kalau saya bilang. Bahkan ada beberapa bagian yang tidak cukup untuk dilalui motor dan mobil sekaligus. Namanya juga gang.

Nah alasan kedua adalah disana banyak sekali yang sedang membangun. Jadi agak berisik. Kalau bagian ini sih saya tidak terlalu masalah karena saya masih memegang teguh prinsip “You get What You Pay..”

Nah yang ketiga dan paling fatal adalaaaahhhhhh…  Disana Berisik Sekali. Membawa keluarga untuk menginap di Poppies Lane sangatlah tidak bijak. Apalagi dengan membawa seorang tante yang cerewet. HAHAHAHA pisss bi.. Jadi saat malam menjelang di hari pertama, kami baru saja pulang dari mini market dan kembali ke hotel agak siang karena mau tidur cepat. Menjelang jam 9 kebisingan itu mulai tejadi. Saya lupa kalau ini Bali dan daerah Bule yang kebanyakan juga anak muda. Ternyata toko-toko yang siang tadi tutup baru buka di malam hari, bar-bar kecil itu memutar lagu sangat keras. menjelang tengah malam, kata Oom saya yang saat itu belum tidur katanya semua orang tumpah ruah di jalan dan menari-nari. Oh ya, bar kecil ini tepat di samping hotel tempat saya tinggal dan Kamar kami di lantai 2. Kamar Oom dan tante saya menghadap ke Jalan pasti lebih berisik dari apa yang saya rasakan. Saya tahu sih ini daerah backpacker, tapi tidak ada yang memberi tahu kalau disini banyak bar kecil yang pada malam hari akan memutar musik dengan suara menggila. Jadi saya pikir Poppies Lane ini kenapa disebut tempatnya backpacker ya karena harganya murah saja. Padahal saya sering baca kehidupan backpacker – terutama bule – kebanyakan adalah bergaul malam hari di bar-bar atau diskotik.

Akan lebih mudah kalau budget kita mbuanyak banget. Tinggal pilih hotel / penginapan  yang tidak jauh dari jalan yang dari depan juga sudah kelihatan bonafid. Atau bisa browsing voucher-voucher hotel di internet. Tapi saya senang juga sih, kalau uang saya banyak mungkin saya tidak akan pernah tau Poppies Lane itu sebenarnya seperti apa.

kalau penasaran kalian bisa coba browsing deal-deal hotel atau blog hotel yang lokasinya di Poppies, semuanya terlihat fotogenic. Adem dan lega sekali. Sebenarnya penginapan-penginapan ini sebanding dengan harganya sih, hanya saja ekspektasi kita yang sudah terlalu tinggi karena sebelumnya sudah melihat penampilan yang sangat menarik di internet.

Oh ya, sebenarnya kalau ada yang bilang liburan di Bali itu murah tidak juga kok. Kalau menurut saya sih relatif mahal apalagi saya tinggal di kota Bandung dimana harga-harga makanan itu muraaah. Wajar sih namanya juga tempat liburan, tempat orang menghabiskan uang. Terlebih saya menginap di daerah Bule jadi yaaa beberapa item memang mengikuti harga untuk orang Bule. Mungkin kalau daerah Denpasar situ sih sepertinya harganya standar. Sayang saya tidak kesana.

Karena ini pertama kalinya saya ke Bali, banyak hal yang membuat saya tercengang dan saya kelihatan Kampungan. Maklum di Bandung tidak ada yang begini-begini. Untuk yang muslim cari mushalla disini sangat susah, jadi kalau misalkan kalian mau shalat dan menemukan mesjid segeralah shalat, di Jama saja karena tidak tahu dimana lagi kalian akan menemukan mesjid / mushalla.

Entah karena sedang tidak padat, atau memang keadaannya selalu seperti ini, Bali terbilang cukup bersih yang jelas sih AMAN. Kata tetangga saya yang tinggal disana itu hampir tidak pernah ada kehilangan kendaraan bermotor disana. Bahkan mobil yang dia pakai itu kadang tidak dia kunci / jendela nya terbuka lebar, lalu kuncinya ia gantung di teras yang ia jadikan bar. Saya melihat ini sendiri. Bagusnya orang-orang disini sudah sangat menyadari kalau hidup mereka bergantung dari pariwisata, jadi kalau tidak bersih dan tidak aman, mana mau turis  terutama turis internasional datang ke Bali.

Tapi ada satu hal sih yang sedikit mengganggu. Masih ada diskriminasi disini HAHAHAHA… Tidak sedikit loh pedagang yang rasis, hanya menanggapi turis bule saja. Biasanya kalau menghadapi turis bule mereka lebih ramah dan terlihat berbinar, giliran turis domestik mereka cuek bebek. Contoh simplenya ketika saya mau membeli topi. Saat saya lewat dan melihat-lihat dia bahkan tidak bertanya atau menawarkan barang yang dia jual. setelah itu saya menanyakan harganya tepat ketika ada bule yang lewat dia malah asik menawarkan kepada si Bule yang HANYA LEWAT. Akhirnya saya ngeloyor pergi, dengan perasaan dongkol. Ada beberapa kejadian yang seperti ini hanya saja ini yang saya rasa paling ekstrim. Gendok sih iya. Kenapa mereka begitu bule-minded? padahal turis domestik juga punya uang loh. Mungkin lain hal kalau penampilan saya heboh seperti artis-artis ketika main sinetron, baru mereka mau menanggapi pembeli lokal. Disini juga ada tuh kejadian berbau diskriminasi yang dialami waktu mau masuk ke night klub yang dialami penulisnya. Meskipun banyak sekali yang bule-minded kalau kesana berdoalah semoga dipertemukan dengan orang-orang yang baik hati 🙂

Bali itu indah, semuanya bagus sekali. Tapi ekspektasi nya jangan berlebihan karena sampai kesana nanti bisa-bisa jadi kecewa. *uhuk* Tapi 7 hari di Bali saya sangat bahagia, kelak saya juga ingin membawa keluarga saya kesini lagi.

Eniwei petualangan saya di Poppies hanya berlangsung satu hari. Keesokan paginya kami langsung meluncur ke Pantai Kuta kemudian segera pindah ke daerah Seminyak (Dhyana Pura) tempatnya cukup tenang hanya saja agak sulit mencari makanan karena tidak banyak tempat makan biasa disana. Karena ini daerah bule, harganyapun lumayan gila-gilaan dan kebanyakan hanya kafe begitu-begitu saja.

Next post saya akan share tempat-tempat yang sempat saya kunjungi dengan foto-foto yang unyu pastinya. Tidak usah malu, saya juga baru pertama kali ke Bali setelah hidup di dunia ini selama 22 tahun, seperti saya bilang tadi, ketika melakukan semuanya untuk pertama kali, biasanya banyak kejadian tak terduga, memalukan dan kampungan. Huahahha

ciao!

Photo Source :

http://www.frombaliwithlove.com
http://ndinez-gudanggula-gula.blogspot.com

Advertisements

2 thoughts on “Bali For Beginner (1) – Ohhh.. Poppies Lane

  1. Betul banget tuh! Postingan loe pas banget sm yg gw alami skrg, day 1,plg training dr melbourne kebetulan gw transit d bali n geser jadual plg soetta,pengin nginep dua hari n nikmatin yg katanya bali tuh glamour.. dr bandara ngurah rai,gw cari taksi lihat tampang supir taksinya gak ada yg sreg,gw..yak penipu semua..PEACE!! Merasa domestic tourist,,hehehe so akrab gw order taksi gak perlu ngantri deal 70rb..gw dah browsing hotel sbelum ke sini,tuh sopir taksi bawa gw ke hotel depan centro,kuta ealah penuh..lanjut katanya ke hotel bosx,,hahaha gw mau d kadalin hotel 250rb..tanpa TV,,agak serem lg..gw mang bukan bule tp gak bokek2 amat kali..dia bilang kalo yg ada TV plus ac n kamar mandi dalam skitar 600rb-an kampret ni supir taksi kalo d bogor gw dah jitak anunya itu hotel bintang bro..hehehe. Gw minta turun d gg.poppies II, sm sperti postingan loe,jalan sempit n buat kelga kesihan gak rekomen deh..kesialan berlanjut gw mau refleksi ada price listx dasar kampret,,semua bullshit gw d charge 2x dr harga yg dah deal..mau marah ni bukan kampung gw,,hehehe. Day 2, gw sewa ojek plus orgx biar gak nyasar 150rb DEAL..si Made namanya ok jg dgn sabar nungguin kemana mau gw pergi setengah harian.. Saran aj buat beginner..jgn terkecoh dgn hotel murah, lebih baik mahal dikit agak jauh dr keramaian deh,,mobil n motor bisa dgn mudah d sewa d sini..intinya poppies lane gak rekomen deh apalg mang tuk bw keluarga..TRUST US..Hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s