curhatsampah

Long Distance Relationship is Such A Beautiful Concept

Long Distance Relationship. Mungkin sudah berapa banyak draft yang saya buat dan akhirnya tidak jadi saya publish karena tidak selesai saya tulis dan seperti postingan saya yg lainnya, malas saya lanjutkan. Namun ada yang berbeda malam ini. Seperti biasa, malam minggu menjadi malam yang spesial bagi saya karena secara teknis saya libur, orderan sepi semua orang bermalam minggu di mall. Saya diam di rumah. Asem. Dan pelarian saya adalah… Twitter.

Entah apa yang ditayangkan Oleh Metro TV malam tadi, yang jelas berhasil membuat semua orang yang saya follow galau berat. Oke bukan galau yang menye-menye.. Tapi tayangan itu membuat para LDR-ers lebih aktif ngetwit.

Saya adalah salah satu korban LDR yang berhasil. LOL. Sebuah pencapaian yang luar biasa bahkan bagi saya sendiri. Dan masa-masa LDR saya tidak mudah, tapi mungkin tidak se-sulit teman-teman saya yang ada di timeline saya, yang malam ini Galau berat.

Secara singkat, saya bertemu dengan Fajar dari Kaskus. Setelah sebulan kenalan dia datang ke Bandung. Sejak awal mengenal dia saya sangat suka dengan kepribadiannya. Dia smart, seru dan nyambung banget. Yang terpenting dia adalah seorang pendengar yang baik. Poin penting bagi saya yg terlalu banyak bicara. Dan setelah sebulan kenalan. Dia datang ke Bandung.

We’ve Had great time dan dia harus pulang ke Makassar lagi padahal kita baru jalan 2 hari – oke ini memang salah saya. Kesalahan teknis yang membuat saya jadi cuma punya waktu 2 hari dengan dia – . Meskipun saat itu saya bukan siapa-siapanya dia, tapi rasa kehilangan itu ada banget. Sambil saya berpikir asiknya kalau dia tetep stay disini. Tapi dia tetep harus pulang.

Sebulan kemudian, Fajar nembak. Dan kami akhirnya pacaran. Kami belum bertemu lagi sejak pertama kali fajar ke Bandung. Jujur sih awalnya saya hanya iseng-iseng berhadiah, mungkin dia juga begitu. Jadi ya saya sih jalanin aja, lagipula Fajar orangnya baik dan nyambung banget sama saya, jadi meskipun jauh kami masih bisa berkomunikasi dengan baik. Karena sejak awal saya menyukai dia karena dia orangnya seru, maka setelah pacaranpun tidak ada yang berubah, kami masih ngobrol layaknya seorang sahabat yang sangat dekat. Semua saya ceritakan. Mulai dari gossip artis, artikel seru yg saya temukan sampai Gossip-gossip yang beredar di lingkungan rumah saya menjadi konsumsinya setiap hari. Ya, saya adalah seseorang yang terlalu banyak bicara.

Namanya orang pacaran, pertengkaran pasti ada. Alasannya ya banyak, mulai dari saya yang rewel, atau saya merasa dia terlalu cuek tapi untungnya semuanya masih aman terkendali, tidak pernah sekalipun saya ataupun dia berpikir untuk pisah apalagi saat bertengkar. Saya tidak mau kehilangan orang seperti Fajar. Dan semuanya berjalan sangat normal. Rasa kangen pastilah ada, Tidak normal kalau tidak ada rasa kangen.

Tapi daripada merasa tersiksa, lebih baik saya berpikir positif, dengan tidak adanya Fajar di samping saya begitupun sebaliknya, saya bisa jadi lebih fokus pada pekerjaan saya, dia juga. Kami tidak perlu sering mengecek cukup beberapa sms di pagi hari kemudian di sore hari dan telepon di tengah malam ketika semua pekerjaan saya dan dia selesai. Begitulah setiap hari. Sound boring huh? Tapi buat saya it was soooo sweeet.. Kalau saya tidak menikmati masa-masa itu, apalagi yg saya harapkan sementara saya dan dia blm bisa bertemu?

Setahun setelah pertemuan saya dan Fajar, kini giliran saya yang ke Makassar. It felt awkward waktu pertama kali bertemu lagi dengan dia, tapi semuanya kekakuan itu langsung meleleh hanya dalam beberapa jam. Waktu saya saat itu hanya 5 hari. Yah meski masih kurang, tapi bagi saya saat itu sudah cukuplah untuk melepas rasa kangen selama satu Tahun. LOL ..

Dan setelah pertemuan itu, rasa kangen itu bukannya hilang, tapi malah semakin menjadi. Gemas rasanya. Dan beberapa minggu kemudian perasaan saya mulai kembali terkontrol.

Setelah itu untunglah 2 bulan kemudian Fajar datang ke Bandung lagi untuk bilang kepada Mamah saya kalau dia ingin menikahi saya. Waktu itu Fajar datang dan tinggal selama 7 hari. Yah cukuplah untuk menghabiskan waktu bersama-sama.

Setelah dia pulang, semuanya kembali seperti saat saya pulang dari Makassar, Saya sangat membutuhkan dia untuk ada di samping saya. Begitu juga dia. LDR saat itu benar-benar mengganggu konsentrasi saya dan dia LOL. Dan saya harus menunggu sampai 10 bulan untuk bertemu lagi dengan Fajar, karena rencananya kami akan menikah bulan Oktober (kemarin).

Tapi setelah jalan satu bulan sejak dia kembali, semuanya kembali terkontrol. Saya dan dia kembali hidup normal dan tidak diperbudak dengan perasaan kami masing-masing.

Untunglah saat itu kami bisa bersabar dan akhirnya sampai juga di waktu pernikahan Kami, 9 Oktober 2011 kemarin. Kini akhirnya saya bisa bernafas lega. LOL

Saya tahu namanya LDR tidak enak, tapi yang kita butuhkan hanya mencari hikmah dan sisi positif dari LDR itu sendiri. Coba bayangkan jika pacar kamu ada di dekat kamu sekarang, bisa jadi waktu kamu tersita untuk pergi jalan-jalan dan hang out setiap hari dengan nya. Intinya sih pergunakan saja waktu kamu sebaik-baiknya sementara dia jauh disana. Lakukan hal-hal yang tidak bisa kamu lakukan jika pacar kamu berada di dekat kamu, misalnya, fokus belajar atau bekerja. Dan bergaul pastinya.

Namanya orang sudah dewasa, biasanya setelah punya pacar pasti lambat laun akan menarik diri dari pergaulan. Sadar atau tidak sadar kalian jadi tidak sesering itu untuk hang out dengan sahabat-sahabat kalian, sementara pacar kalian tidak ada, gunakan waktu itu untuk jalan dan gila-gilaan dengan sahabat kalian.

Mungkin nasib saya jauh lebih beruntung dari teman-teman saya yang sekarang ber-LDR-ria. Sejak awal saya memang tidak kenal dengan Fajar, dan jelas intensitas pertemuannya sangat jarang sekali. Jadi mungkin rasa kehilangan ketika ditinggal tidak sampai sebegitu menyakitkan seperti teman-teman yang lain.

Yang membuat semuanya lebih berat adalah intensitas pertemuan. Bagi orang-orang yang kasusnya seperti saya, akhirnya sudah bisa terbiasa dengan ketidak hadiran pasangan karena sudah terlalu jarang bertemu, Jadi bisa fokus ke kegiatan sehari-hari. Nah untuk yang intensitas pertemuannya lebih sering, misal seminggu sekali, 2minggu sekali atau sebulan sekali, sebelum bisa memulihkan dan menstabilkan rasa kangen nya sudah keburu ada pertemuan lagi, lalu ketika ditinggal perasaannya kembali tidak stabil. LOL

Namanya LDR pasti lebih banyak tidak enaknya. Tapi coba kalian resapi lagi, banyak sekali hikmah dari LDR itu, misalnya pacaran lebih sehat dan aman, para korban LDR jadi lebih mandiri, kita bisa lebih fokus berkarir atau belajar dan masih punya banyak waktu untuk bergaul. Sabar saja, supaya kelak kalau hubungan kalian sampai ke pernikahan tidak akan ada penyesalan karena kalian jadi tidak fokus berkarir disebabkan oleh terlalu banyak having fun dengan pacar, atau jadi jauh dengan teman gara-gara pacaran. Poin terpenting yg saya suka adalah bagian kemandiriannya.

“Ngomong sih gampang..” Mungkin itu respon yang akan saya terima. Yah saya sih hanya membagikan pengalaman yang saya punya. Saya tidak bermaksud Sok tahu atau menggurui, lagipula semua korban LDR sama kok.. Kendalanya hanya di ruang dan waktu saja yang akhirnya bisa menjadi pemicu pertengkaran-pertengkaran lainnya.

Dengan saling pengertian dan saling memaafkan sudah jadi modal yang cukup untuk ber-LDR. Tidak perlu takut karena sekarang sudah ada Handphone, bisa chatting dan video call. Jadi selain tidak bisa menyentuh, bagian lainnya sih rasanya tidak ada masalah yg perlu ditakutkan.

Jadi untuk para LDR-ers, sabar saja ya.. Pasangan kalian disana sedang menata masa depan buat kalian berdua. Jangan banyak ngomel dan rewel ya… *tsahh~*

Advertisements

6 thoughts on “Long Distance Relationship is Such A Beautiful Concept

  1. paraah artikel lu bikin gw nangis..
    *lebaay
    cerittanya sama banget sama gw.. tapi endingnya?? ga pernah tau..
    LDR kadang bikin gw ingin menyeraah saja dengan melambaikan tangan ke kamera.
    *uji nyali kalii..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s