Ayam Goreng / Bakar · Cullinary · Jajanan Kaki LIma

Ayam Goreng / Ayam Bakar Jamika

Selalu ada yang pertama kali. Termasuk review yang akan saya buat ini. Meskipun rasa deg-degan nya melebihi kencan pertama, namun saya yakin meskipun pada akhirnya review ini akhirnya menjadi crunchy tapi ada proses pembelajaran disitu *eaaaaaa.. tumben ngomongnya bener*

Tempat makan yang pertama saya bahas ini termasuk dalam kategori jajanan tidak sehat namun nikmat, baik dikonsumsi maksimal 2 minggu sekali saja. Tempat makan kaki lima nan Nikmat ini berada di jalan Jamika. Tahu tidak Jamika itu? setelah Pasar Andir masih terus jalan sedikit kemudian belok kiri di perempatan pertama. Tempat makan ini hampir bersebelahan dengan Indomaret.

Ayam Goreng Jamika

Seperti hal nya tempat makan kaki lima pada umumnya, tempat makan ini sederhana sekali. dengan sebuah gerobak di sisi jalan dan 3 buah meja serta  kurang lebih 15 kursi di belakangnya. Meski di pinggir jalan tempat ini relatif bersih dan nyaman.  Tempat ini adalah tempat makan favorit nya Fajar. Mungkin saya makan disini hampir satu bulan sekali, bahkan lebih.

The Menu

Btw rasa ayam bakar dan goreng disini beda dengan ayam goreng dan bakar yang biasa dijual di tempat jualan yang tenda nya itu sama semua. ituloh yang biasa menyediakan bebek dan burung dara serta pecel lele juga. Rasa Ayam goreng dan bakar disini Homy sekali. Kelihatan niat masak si Ibunya.

Bukan cuma enak, makan disini juga rasanya nikmat, jadi ingin nambah terus. Seperti tempat makan dimanapun terutama di ranah Jawa Barat, sambal adalah elemen penting yang akan menentukan tingkat kenikmatan makanan itu. Dan ayam goreng itu menawarkan itu. Ceileh.

Disini sambalnya itu sambal terasi asli. Homemade bukan sambal goreng tapi sambel mentah. Kata Mamah saya sih sambal nya itu setelah diulek kemudian dikukus supaya jadi matang jadi tidak hambar. Tahu kan kalau sambal mentah itu dibiarkan beberapa jam saja langsung hambar dan tidak segar lagi. Nah sambal disini di kukus dulu supaya tetap segar dan tidak hambar . Rasanya jadi tidak berubah da terasa sama seperti sambal dadakan pada umumnya. Dan poin terpenting dari sebuah sambal dadakan begini adalah pedasnya harus manusiawi. Saya tidak suka makan sambal tapi lidah saya seperti terbakar di neraka sehingga membuat saya jadi tidak bisa menikmati makanannya dan akhirnya makan hanya untuk bertahan supaya tidak kepedasan.

lalapan dan sambal nya..

Selain sambal, nasi timbel nya juga menjadi daya tarik bagi saya dan keluarga saya. Di nasi timbel nya ada aroma daun pisang yang cukup tajam. Jadi setelah nasi matang dan dibungkus daun pisang, kemudian nasi timbel itu dimasukan kedalam panci kemudian di kukus lagi diatas pembakaran (arang) sehingga kehangatan nasi itu sendiri tetap terjaga. Selain nasi ti,bel yang selalu fresh ini, nasinya juga pulen. Pulen bukan yang benyek-benyek begitu. Nasinya tidak menempel namun sangat lembut ketika dikunyah. Apalagi ditambah aroma daun pisang yang dikukus *ehem saya jadi mulai lapar*

Dan masalah ayam nya jangan ditanya. Kematangannya pas entah itu ayam bakar atau ayam goreng. Tidak terlalu matang jadi tidak kering. Ayam bakarnya oily tapi tidak becek. pokoknya semuanya pas. mulai dari kematangan hingga rasa asin, manis dan gurih nya 🙂

Dan yang tak kalah pentingnya adalaaaaahhh… LALAPAN!! saya salah satu pencinta lalapan. Mulai dari kol sampe leunca saya suka semua. Kalau di tempat ayam goreng biasa begitu mereka biasanya hanya menyediakan daun seladah, atau mentimun. Disini kalian bisa mendapatkan lalapan komplit. Leunca, kol, daun selada, kemangi, mentimun, terong bulat semuanya ada. Bahkan daun poh-pohan yang ajaib. Rasanya seperti makan daun mangga, juga ada. Dari semua lalapan itu yang tidak saya suka hanya kemangi. Rasanya seperti memakan balsem mamah saya.

Ayam Bakar Jamika

Untuk minumnya tenang, Ada Teh panas tawar gratis yang bisa direfill sebanyak kamu mau mungkin mau samapai kembung sekalian juga boleeehhh..Pokoknya makan disini benar-benar murah meriah. ini dia list harganya

  • Nasi Timbel  – Rp. 2.000,00
  • Tahu / Tempe segala jenis – Rp. 500,00
  • Ayam Goreng / Bakar – Rp. 8.500,00
  • Pepes Ayam – Rp. 9.000,00
  • Pepes Usus – Rp. 2.000,00
  • Sate usus, sate kulit atau sate telor puyuh – Rp. 1.000,00
  • Ati Ampela – Rp. 3.000,00
  • Lalap petai – Rp. 3.000,00

Beberapa hari yang lalu saya dan Fajar makan hanya 25.000 rupiah berdua dan perut benar-benar kenyang hatipun puas.. Hohohoho.. Yang jelas untuk kalian yang suka ayam goreng dan bakar, ayam di Jamika ini benar-benar recommended untuk dicoba. Lebih baik coba makan di tempat yaa jangan take away supaya polll, apalagi mereka juga menyediakan tempat yang cukup nyaman dan terang untuk dipakai makan. Selamat mencoba 😉

♡ N.P ♡

Advertisements

2 thoughts on “Ayam Goreng / Ayam Bakar Jamika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s