curhatsampah

Pastikan Anda Menggunakan Bahasa Indonesia

Saya melihat kejadian lucu sekaligus memalukan siang tadi. Tepat di depan mata saya. Sebenarnya saya agak kasihan sih melihat si Bapak ini.. HAHAHAHA

Jadi ceritanya saya naik angkot dari jalan Rajawali. Angkot yang saya naiki siang tadi itu jurusan Caringin-Sadang Serang. Naiklah saya ke angkot itu. Seperti biasa saya selalu memilih duduk di pojokan dekat jendela belakang tepat di barisan supir angkot, alasannya? supaya saya tidak terganggu oleh penumpang yang turun naik pastinya 😀

Singkatnya, Si Bapak X ini sudah ada sebelum saya naik. dia duduk tepat di hadapan saya. Santai saja sih tidak ada yang aneh dengan bapak ini. Dia duduk manis sambil sesekali memainkan ponsel nya.

Setelah itu, di Halte Andir banyak penumpang yang naik. Termasuk si Bapak B ini (sebut saja B karena badannya besar hahaha) saat itu angkot sudah penuh dan si Bapak B ini masuk belakangan. Badannya besar, hitam dan mukanya terlihat galak. Dia duduk di kursi ulang tahun.. tahu kan? kursi tambahan yang ditaruh di dekat pintu dan di belakang supir sehingga jika angkot penuh semua mata memandang kita. Tinggal diberi kue dan tiup lilin, maka kita sudah siap untuk ulang tahun..

Di tengah jalan semua orang di dalam angkot yang penuh sesak seperti ayam di dalam truk itu sibuk sendiri, sampai tiba-tiba si bapak X bicara…

Bapak X : “Eta kunaon?” .. “Eta Kunaon..?”
( translate : “ada apa ya?…” )

Bapak itu jelas langsung menjadi pusat perhatian, saya dan yang lainnya sama.. Penasaran tapi tidak mau disangka kepo. Meskipun memang kepo. Saya curi-curi pandang melihat si Bapak X dan bapak B bergantian, saya ingin tahu saja apakah mereka saling kenal dan hendak bertegur sapa? Apa si Bapak B ini bukan orang yang diajak bicara oleh bapak X? tapi kok yang lain tidak ada yang menjawab…

Detik berikutnya si Bapak mengatakan hal yang sama, yang membuat saya sedikit geli adalah si bapak X mengatakan hal itu dengan senyum yang dipaksakan dan tatapan yang meremehkan. Karena tidak ada respon, maka si Bapak X itu diam..

Saat itu saya masih bingung apa yang sedang terjadi disini. Jiwa kepo saya yang sudah akut memang cukup berbahaya, karena kalau saya tidak menemukan jawaban maka yang terjadi adalah saya tidak akan bisa tidur semalaman. Untunglah beberapa saaat kemudian saya mendapatkan jawabannya.

Ada salah satu penumpang yang turun di Jalan Pajajaran, setelah penumpang tersebut turun, si bapak B yang duduk di Kursi ulang tahun langsung pindah ke bekas tempat duduk penumpang yang turun itu. tepatnya selang satu orang di samping saya. karena posisi tempat duduk Si Bapak X pun beraksi lagi..

Bapak X : “Eta kunaon?” .. “Eta Kunaon tadi ningali..?”
( translate : “ada apa ya tadi lihat-lihat ?…” )
 

Dia mengatakan itu masih dengan tatapan “sok” sopan tapi melecehkan, alias ngejago. Iya jenis-jenis tatapan minta diarak keliling kampung sambil ditlnjangin gitu.. Dan si bapak B itu tetap dingin. saya curiga nya dia itu tuli.. HAHAHAHA

Disinilah saya menemukan pokok permasalahan nya. Si Bapak B ini yang sebelumnya duduk di Kursi ulang tahun sepertinya menatap lurus sambil melamun, lalu si Bapak X ini yang duduk di pojokan sedari tadi Ge-er dan merasa jengah dengan tatapan si bapak B, mungkin dikira nya si Bapak B mau ngajak berantem, maka dia sok berbaik hati menegur si Bapak B ini. Kalau melihat tatapan si Bapak X ini sih saya yakin kalau tujuan si bapak X ini adalah mempermalukan si Bapak B, karena jika dia menegur sambil marah-marah pastinya dia yang akan malu.. heeemmmm

Setelah si Bapak B ini dingin dan tidak bergeming, semua kembali kepada aktifitasnya masing-masing, masih dengan hati yang penuh tanda tanya *ceileh*

Tiba-tiba nada dering yang cukup norak berbunyi di sebuah ponsel, terlihat si Bapak B ini mengangkat telepon, lalu apa yang terjadi saudarah-saudarah???? Dia berbicara dalam bahasa timbuktu!? Tidak deng, dia berbicara dalam bahasa daerah lain. yang jelas bukan bahasa sunda atau jawa. Ehem pantes tidak bergeming dan tetap cool.. Saya bisa merasakan perasaan si Bapak X, pasti malu sekali karena saat itu angkot sangat penuh, kalau saya jadi dia saya juga pasti ingin lari dari angkot lalu menabrakan diri ke Truk Ayam atau Mobil Tinja… HAHAHAHA

Moral og the story yang saya dapatkan hari ini..

” Jika ada orang yang menatap kamu di dalam angkot, abaikan. Jika Kamu merasa terintimidasi cukup berikan senyum kita yang paling manis. Jika masih tidak mempan, lebih baik kamu turun saja..hahahaha.. Yah intinya sih jangan pernah menegur orang jika hanya untuk mempermalukannya.. Dan sebaiknya kalau mau menegur sih jangan sendirian, nanti kalau tidak ditanggapi begitu kan bisa pura2 ngobrol dengan teman kita.. hihihih..”

Oia pesan saya yang paling penting adalah…

PERGUNAKANLAH BAHASA INDONESIA, terutama ketika menegur orang LOL

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s