curhatsampah · Liburan di Makassar · my events · My Vacation · private life

Wonderful 6 Days In Makassar part 2 ( Taman Wisata Bantimurung)

Mendadak ingin membahas perjalanan saya Oktober 2010 lalu ke Makassar. Mungkin gara-gara postingan saya sebelumnya juga, saya jadi termotivasi untuk yah yah paling tidak mulai mencoba membuat salah satu karangan deskripsi yang memang saya merasa sejak SMP saya payah sekali pada bagian ini.

Oke Oktober 2010 lalu Saya, Ka Poldo, Teteh saya berlibur di Makassar. Sebenarnya sih tujuan utama nya apalagi kalau bukan mengunjungi Fajar. Ini juga bonus karena kami bertiga – saya, teteh saya dan Ka Poldo – sudah bekerja dengan giat selama satu tahun lebih, iya betul kami membonusi diri kami sendiri…

Tempat yang saya kunjungi tidak terlalu banyak sih, karena waktu yang cukup singkat juga, ternyata waktu 5 hari tidak cukup untuk berlibur, seharusnya kami diberi waktu satu bulan saja untuk liburan itu akan sangat pas. Sayangnya saya bukan anak nya Melinda Dee, jadi tidak bisa liburan selama itu untuk memastikan keesokan hari nya setelah liburan saya masih bisa makan.

Beberapa tempat yang sepat saya datangi selama di Makassar diantaranya

– Air Terjun Bantimurung (yang jauhnya luar biasa)

– Trans Studio Makassar

– Trans Mall (satu gedung sih dengan Trans Studio, cuma supaya kesannya tempat yang saya datangi itu banyak, saya bedakan)

– Pantai Akkarena, Tanjung Bunga

– Pulau Samalona

– Menatap Benteng Fort Rotterdam dari luar, karena sedang di renovasi

– Jalan Somba Opu

– Pantai Losari pastinya, jaraknya tidak teralau jauh dari hotel tempat saya menginap.

Curug Cinulang

Saya baru benar-benar Jalan-jalan di hari kedua saya berada di Makassar, Fajar mengajak saya ke Air Terjun Bantimurung, sudah jauh-jauh hari sebelum saya kesana dia sudah mempromosikan tempat ini. Awalnya saya agak sangsi sih, saya pikir yah tidak jauh beda dengan Curug Cinulang yang ada di Cicalengka kabupaten Bandung dengan Air yang tidak terlalu deras, jalan setapak yang sedikit sulit untuk diakses karena masih tanah merah dan jadi agak licin ketika orang-orang yang sudah basah-basahan. Ah, paling tidak jauh beda dengan shower yang ada di tempat fitness HAHAHA,

Setelah saya Googling kemudian saya baru menemukan foto-foto Air terjun Bantimurung, saya masih tetap sangsi, sa masih berpikir mungkin saja ini fotogenic. Tapi sebenarnya saya semakin penasaran sih. Maka tibalah saatnya di suatu Jum’at Fajar mengajak saya kesini. Perjalanannya lumayan membuat saya ingin pulang lagi saja ke Bandung. Jika perlu digambarkan mungkin jaraknya itu dari Alun-alun Kota Bandung sampai ke Kota Baru Parahyangan di Padalarang tanpa lewat jalan  Tol. Untunglah kami sempat singgah terlebih dahulu di rumah Kakanya Fajar

Setelah perjalanan yang cukup jauh, dan cukup membuat pinggang saya kepanasan karena saat itu kami berdua naik motor, rambut saya sudah bau angin dan kalau boleh sih saat itu saya memilih untuk jalan saja saking pegalnya, atau saya saja yang mendorong motor. Sampailah saya di daerah Bantimurung, Perjalanan jauh dan pengorbanan  saya semua worth it. Saya mendapatkan view yang luar biasa. Tidak tahu ya rasanya beda saja suasana nya dengan di Jawa.. Dan yang paling saya syukuri adalah meskipun perjalanan nya jauh, jalan menuju Taman Wisata ini sangat sangat bagus. Yang jelas aspal dan hampir tidak pernah ada lubang.

View selama perjalanan
bukit karst nya jelas 😀
Akhirnya sampai jugaaa 😀

Taman Wisata Bantimurung ini dikelilingi oleh Bukit Karst, Ah, entah kenapa lumut-lumut yang menempel pada bukit karst ini terlihat begitu indah, hahaha. Pemandangan ini cukup menenangkan hati. Lega juga rasanya akhirnya sampai di tujuan.

Beberapa meter dari tempat diatas, akhirnya kami sampai di pintu gerbang Taman Wisata ini, kami disambut oleh kupu-kupu raksasa besi yang bertengger di atas gerbang. Itu patung pastinya, karena saya tidak sedang main di Film Harry Potter yang memungkinkan ada Kupu-kupu sebesar itu. Oh ya, ada monyet besar juga di belakangnya. Yah seperti lazimnya tempat wisata di Indonesia, tempat ini tidak lepas dari coretan-coretan orang-orang labil yang ingin eksis. kenapa mereka tidak ikut Indonesia Mencari Bakat saja sih?

gerbang bantimurung, and see the bright sky

Saya lupa tepatnya berapa meter dari tempat ini sampai ke pintu gerbang penjualan tiket nya. Tidak jauh kok apalagi jika kalian sudah merasakan perjalanan dari JL. Kajaolaido sampai ke gerbang Kupu-kupu ini. rasanya dekaaat sekali.

Saya sempat bertanya-tanya, kenapa harus kupu-kupu sih? Maka pacar saya yang baik hati ini menjelaskan kepada saya kalau tempat ini adalah habitat beribu-ribu spesies kupu-kupu dan banyak sekali yang langka. Penjelasan ini menjadi semakin nyata ketika saya memasuki tempat parkir di pinggiran jalan banyak sekali orang-orang yang menjual berbagai souvenir berbau kupu-kupu. yang paling banyak sih pajangan dari Kupu-kupu yang diawetkan itu loh, kupu-kupu nya cantik sekali dan bervariasi, hanya saja karena saya tidak suka pajangan saya mengurungkan niat untuk membeli pajangan ini, karena sampai ke rumah akhirnya pajangan ini hanya akan menjadi sampah saja, dan tidak dirawat.

Anyhoo, masuk ke pntu grbang kami dikenai biaya 5000 perkepala. Karena kami turis lokal, tidak tahu saja kalau saya ini sebenarnya masih keturunan kerjaan Inggris, tapi bohong. Oh iya tapi serius turis asing diekenakan biaya lebih mahal daripada turis lokal, tapi ya rules ini masuk akal sih. toh beda nya juga tidak sampai ratusan ribu, hanya beda 10 sampai 20ribu.

Bantimurung

Setelah masuk pintu gerbang, mata saya dimanjakan dengan pamndangan pohon-pohon yang rimbun dan udara yang sangat bersih, sepertiya kepenatan yang selama ini ada di pikiran saya langsung hilang seketika. Jalanan paving block di dalam Taman Nasional Bantimurung ini membuat tempat ini terkesan rapi dan lebih ramah lingkungan bukan?

Tempat ini bisa dibilang rapi dan bersih, tidak terlalu banyak orang disini, mungkin karena saaat itu Hari Jum’at dan bukan hari libur, Kata Fajar saat musim liburan biasanya tempat ini bnar-benar penuh sesak, melebihi padatnya konser Super Junior sekalipun. Namun untunglah saya bisa menikmati setiap detil tempat ini saat tempat ini nyaris sepi.

Di sini tersedia beberapa Gazebo yang bisa digunakan untuk beristirahat, ukurannya bermacam-macam, yang  paling besar cukup untuk kumpul satu keluarga 😀

Bantimurung with paving block

Dan saya baru sadar ternyata tidak banyak foto air terjun yang saya ambil. kebanyakan hanya foto saya dan Fajar . Iya saya kalap difoto. Hahahaha. Jika kalian ingin melihat dengan lebih jelas foto air terjun Bantimurung nya kaian bisa dengan mudah googling dengan kata kunci “bantimurung”. Oh ya, saya tidak sempat turun karena Fajar tidak mengatakan kalau kita bisa basah-basahan disini, padahal saya ingin sekali mencobanya.

Air nya juga jernih sekali. Saat saya kesana musim kemarau, makanya air nya bersih. Jika kita datang saat musim hujan, biasnaya airnya keruh, karena lumpur dari atas dengan mudah nya terbawa oleh arus air.

tempat kami nongkrong...

Selama disana saya dan Fajar juga hanya sempat duduk-duduk dan sedikit foto-foto, *halah* . iya tidak ada lagi yang bisa kami kerjakan karena saya tidak membawa baju ganti. Kami duduk-duduk di kursi *atau tangga?* dari Semen, di depan danau yang airnya kecokelatan. Pemandangan nya bagus sekali. meskipun hanya duduk-duduk disini saya bisa merasakan suasana yang sangat berbeda,  dikelilingi pohon yang rindang, Danau dan Fajar . Suasana seperti ini tidak bisa saya temukan di Bandung . HA!

Taman Wisata ini selalu menjadi rekomendasi orang-orang tentang wisata di kota Makassar. saya juga menyarankan kalian yang mampir ke kota Makassar sangat harus mendatangi tempat ini. Banyak spot yang bagus untuk kalian yang suka foto-foto. HAHAHA. Mungkin saya terdengar kampungan ya, hanya saja saya memang tidak menemukan tempat wisata seperti ini di Bandung. Yang sangat alami tapi infrastruktur nya cukup baik

Next time kalau saya ke Makassar lagi akan saya pastikan saya turun ke air terjun nya.

yang dibelakang itu sedikit penampakan air terjun nya 😀

Sebenarnya kami tidak lama- lama sih disana. Saat saya pulang sudah hampir pukul setengah lima sore, Sebenarnya takut juga sih kalau sampai pulang ke Hotel terlalu malam, jauh men! Akhirnya Fajar shalat dulu di sebuah mushalla yang unik. Entah dulunya bangunan apa itu, bentuknya tidak saya ketahui pasti, namun yah bagi saya yang tidak punya jiwa seni, bangunan ini artistik sekali. Bagunan yang terdiri dari bebatuan, letaknya berada agak di atas sehingga kita harus melewati tangga yang terbuat dari semen. Tempat wudhu nya berada di bawah dan terbuka, airnya mengalir cukup deras dan jernih sekali.

Oh ya, saat saya mengambil foto mushalla ini seorang Bapak yang saya yakini sebagai penjaga tempat ini tiba-tiba melambaikan tangan kepada saya, lalu berpose, awalnya saya tdak mengerti maunya dia apa, Tapi Fajar menebak, katanya Bapak itu mau di foto. Sepertinya sih Bapak ini tidak bisa berbahasa Indonesia, makanya kami dibuatnya kebingungan . Hahaha.

Agak ngeblur, mudah2an si Bapak tidak lupa dengan wajahnya kelak jika melihat foto ini..

Karena saya tidak bisa memberikan hasil foto nya langsung kepada bapak ini, saya akan memajangnya disini. siapa tau nanti dia melihat blog saya dan ingat kalau dia pernah difoto disni. hihihihi…

Dan akhirnya Pulanglah kami berdua ke Hotel tempat saya menginap. di jalan tidak lupa kami singgah membeli roti Maros, oleh-oleh yang terkenal dari Maros. Roti yang lembuuut dan dalamnya berisi cokelat. Iya serius roti ini enak sekali.

Saya baru sampai ke Hotel jam 8 Malam, perjalanan pulang tidak terasa terlalu jauh sih, masih jauh tapi tidak sejauh saaat pergi. yang jlas sih saya tidak pernah kapok untuk datang kembali kesini 😀

Next trip, Trans Studio Makassar dan Pantai Akkarena di Tanjung Bunga 😀

See you 🙂

♡ NP ♡

Advertisements

2 thoughts on “Wonderful 6 Days In Makassar part 2 ( Taman Wisata Bantimurung)

  1. “Oh ya, saya tidak sempat turun karena Fajar tidak mengatakan kalau kita bisa basah-basahan disini, padahal saya ingin sekali mencobanya.”
    namanya juga air terjun..boleh mandi2 atuhh :p

    btw, udah lama gak ke Bantimurung. ksana lagi yuuks 😡

    1. abisnya aku kira air terjun nya kayak di kampung halamanku. disana ga boleh berenang soalnya..
      namanya AIr Terjun NIAGARA..tau kan? #cool #ngikik

      BIG H!!! alias HAYUUUU!! LOL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s