curhatsampah · hot issue · pikiran2saya · private life

Perokok-Perokok Galak…

AAAAHHHHHH!! Tidak saya sangka topik ini ingin saya angkat juga ke permukaan. Sebenarnya tema tentang rokok adalah tema yang sangat-sangat saya hindari karena teman saya banyak yang perokok, dan yang bukan teman saya pun jika topik ini yang diangkat biasanya marah, karena tersinggung dan karena merasa dihakimi. Saya selalu berusaha open minded tapi sayang saya tidak terlalau pandai bersilat lidah jadi saya selalu menghindari perdebatan jenis apapun dan tema apapun, karena akhirnya saya akan sangat serius menanggapii perdebatan ini kemudian marah, dan seperti kebanyakan orang yang marah, saya akan mendapatkan malu.

RO-KOK

Jadi semoga saya bisa menyampaikan maksud saya tanpa ada kesan menghakimi siapapun. Dan untuk teman-teman saya yang perokok saya tidak membicarakan kalian secara personal. Saya hanya akan membicarakan para perokok secara umum 😀

Rokok adalah benda berbentuk silinder yang biasanyaa berisi tembakau dipakai dengan cara dibakar dan dihisap (pada ujung yang tidak di bakar ya dihisapnya..) konon katanya benda ini memberikan efek relaksasi dan membuat para penghisapnya kecanduan. Nah menurut Organisasi.org :

1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.

2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.

Saya yakin kok semua orang yang pernah belajar IPA atau sains pernah mendapatkan pembahasan tentang ini. Maka saya disini bukan untuk menyadarkan para perokok supaya berhenti, sebenarnya industri rokok juga menguntungkan banyak tenaga kerja yang diserap dari indstri rokok, maka tetaplah jadi perokok demi Bangsa Indonesia, tapi please, lihat situasi dan kondisi.

No Smoking Here Please 😦

Dulu Bapak saya adalah perokok yang berat, untungnya dia sudah berhenti selama 18 tahun ini. Jadi selama 18 tahun di rumah saya ini hampir tidak pernah ada bau rokok, krcuali ada saudara saya yang datang yang meskipun mereka merokok di halaman belakang aroma nya langsung terhisap ke penjuru rumah. Dan ketika ada pembeli yang datang ke rumah. Oke lah mungkin untuk saudara-saudara saya saya masih bisa mentolerir mereka karena ada hubungan darah diantara kami, dan saya tidak bisa memarahi mereka nanti saya dibilang kurang ajar dan dicoret dari Ahli Waris. Yang paling mengesalkan adalah ketika pembli saya datang ke ruamh dan mereka merokok, saya sengaja tidak memberikan asbak dengan Harapan mereka akan mengerti bahwa disini tidak boleh merokok, tapi yah mereka tetap merokok, saya tidak mau menegur mereka, karena takut mereka tersinggung, mau bagaimanapun mereka sumber penghasilan saya. Jadi saya pasrah dan lebih baik berdiri sedikit berjarak menyelamatkan diri dari kepulan asap, jujur saya lebih suka terperangkap asap di tukang sate. membuat rambut saya bau tapi efeknya hanya membuat lapar.

Yang membuat saya gemas adalah biasanya perokok nya itu lebih galak dari pada saya yang bukan perokok. Banyak kejadian mengesalkan yang saya alami di angkot dengan pria-pria yang sudah mana ketek nya bau, tambah lagi dia menebar polusi ke penjuru angkot yang penuh sesak. Pernah suatu hari saya sangat terganggu dengan asap rokok ini saya menutupi hidung saya denga tissue, lalu pura-pura batuk, biasanya cara seperti ini ampuh untuk menghrntikan bapak-bapak yang terus mengehmbuskan asap bak kereta api jurusan Bandung- Cicalengka, namun tidak saat itu. Saat itu saya yang terkena sial. Seorang pemuda yang jelas sangat merasa kece pura-pura cuek dan terus merokok, mungkin baginya jika dia mematikan rokoknya di saat yang bersamaan pla dia mematikan harga dirinya. Maka dia terus-terusan menyemburkan asap seperti Pabrik Kina, tak henti-henti. Akhirnya saya turun karena sudah sampai, saya duduk di ujung dan ketika turun otomatis saya harus melewati si bedebah itu, dan tahukah anda apa yang dia lakukan? dia menyemburkan asap nya ke wajah saya , ya TEPAT DI WAJAH SAYA.. sebenarnya saya ingin marah sih, tapi apa gunanya berdebat dengan orang bodoh , itu artinya saya sama bodohnya dengan dia. Daripada saya mati konyol gara-gara msalah ini.

Ini adalah bukti nyata bahwa para perokok ini galak-galak. Saya sih tidak masalah mereka mau mati gara-gara nikotin, tapi jangan ajak-ajak saya donk. Nanti saja merokok nya di dalam rumah mati bersama anak istri sendiri kan lebih indah. Sedihnya itu ruang publik yang notabene nya bukan tempat ‘silahkan merokok’ tapi kok harus saya yang bertenggang rasa kepda mereka dan mengorbankan nyawa saya karena tenggang rasa dan asaas kekeluargaan yang dianut oleh warga Indonesia. Bahkan mereka tidak bertenggang rasa terhadap orang-orang yang bukan perokok.

Sialnya saya tinggal di Indonesia, Negeri dimana tidak satupun hukum dan aturan ditegakan. Pasrah. Dan curhat disini. Pasrah disembur asap rokok dan dikatai menghakimi.

Saya tahu tidak sedikit orang-orang yang jadi perokok ini dumuali dari lifestyle, saya tidak menghakimi mereka karena mungkin saya sendiri jika semasa remaja bergaul dengan teman-teman yang merokok akan menjadi perokok juga, ini hukum ababilitas  II, yang saya sesalkan adalah ketika mereka tumbh dewasa dan lebih cerdas mengapa tidak merokok hanya di smoking area saja.

Saya sudah bisa membayangkan respon seperti apa yang akan saya terima ketika orang mmbaca tulisan ini, pasti sebagian besar mengatakan saya terlalu menghakimi, atau saya terlalu mengegeralisasikan para perokok, perdebatan tentang rokok ini bahkan bisa lebih buruk daripada perdebatan hal-hal berbau SARA. HAHAHA

Semalam saya melihat timeline teman saya yang meRetweet @blogdokter yang mengatakan :

“Merokok mmbuat MrP seorang pria memendek sekitar 1 cm akibat gangguan pd aliran pembuluh darah MrP. #pria

Kemudian dia menambahkan :  “Maka dari itu calon istri yang baik ga akan mnikahi pria perokok…hahahaha”

Saya sih yakin dia pasti hanya bercanda, karena dia menaruh “hahaha” di belakang kalimatnya, tapi ternyata respon nya tidak sesederhana itu, saya penasaran dan membuka satu persatu akun yang terlibat dengan obrolan ini, yang saya tangkap sih mereka merasa di hakimi atau malah ketakutan para calon istri berubah pikiran? hahahaha *ingat, saya menaruh haha disini ya..*

Saya tidak menemukan apa yang salah dengan kicauan teman saya ini yang tiak menginginkan calon suami yang bukan perokok. karena topik pmbahasan nya pun bergulir ke wisdom-wisdom yang kurang lebih isinya :

“”Wanita yang baik itu adalah wanita yang bersyukur karena pacarnya adalah perokok, bukan pmabuk atau penjudi..”
aduh saya tidak menemukan bagian mana dari 3 diatas yang harus disyukuri 😦

“Pria yang baik adalah pria yangmau berhenti merokok bukan hanya karena pacarnya, daripada jadi orang munafik dan merokok dibelakang pacarnya..”

Setelah itu teman saya menjawab salah satu reply dari teman nya dengan : “Yang mau pacaran dengan saya silahkan berhenti merokok, yang masih mau merokok silahkan untuk menjadi teman saya :)..” Saya tidak tahu apakah ada yang salah dengan standar yang ditetapkan teman saya ini, kesan nya dia dosa banget punya aturan ini untuk pacarnya sendiri. Bagi saya wajar saja kok, sama hal nya dengan para wanita yang punya standar pacar masa depan mereka harus sarjana hukum, punya mobil dan banyak uang. Mengapa standar seperti itu malah terdengar wajar?

Dan yang saya kaget sekaligus geli adalah jawaban terakhir dari teman nya yang isinya  :

“Yang bertatto silakan masuk neraka (pdhal dia humanism dan rajin solat) yg title haji silakan masuk surga (pdhal korupsi)

Saya ingin tertawa sih sebenarnya, sepertinya orang ini serius sekali, meskipun katanya tidak masuk hati, tapi kok keliatannya masuk sampai hati bagian terdalam ya? hahahahaha *ingat, ada hahaha disini..” Yang awalnya bicara tentang calon suami dan calon istri jadi bawa-bawa Tuhan, kesannya serius amat. Saya paling malas kalau yang begini-begini harus bawa surga – neraka – Tuhan, karena dosa dan tidak itu hanya hubungan vertikal antara kita dan Tuhan, Tuhan juga punya cara sendiri menghitung amal baik dan buruk kita. Selain itu jika sudah membawa nama Tuhan maka perdebatan itu sudah selesai. Tuhan punya cara sendiri memperlakukan umatnya.. suka-suka Tuhan mau memasukan orang yang seprti apa kemana.. *kok jadi saya yang serius begini.. hahaha* . Iya, iya saya tahu Indonesia negara demokrasi semua orang bisa berpendapat, termasuk mereka, kamu dan saya. Maka sesuai Undang-undang Dasar 1945 pasal 28 saya juga berhak mengomentari teman nya teman saya ini, tidak dalam rangka membela siapa-siapa sih, tidak membela teman saya juga karena dia sedang bersenang-senang dengan teman-temannya bukan sedang dalam situasi meminta dukungan atau  pertolongan. Kelakuan saya ini hanya dalam rangka menegakan demokrasi di Indoensia.. MERDEKA!! *halah

......

Anyhoooo saya tidak menghakimi siapapun disini, saya hanya sedang mencurahkan isi hati saya yang sering mnemui para perokok yang lebih galak daripada yang bukan perokok, padahal siapa yang lebih dirugikan bisa ditanyakan ke dalam hati nurani masing-masing *eaaaaa…* . Saya juga tidak mau sesumbar, takut ada yang mendoakan macam-macam, bagaimana kalau saya atau pacar saya nanti malah berbalik mendadak  jadi perokok aktif sekai? yang asapnya melebihi kereta api, maupun pabrik Kina?

Yang saya harapkan bukan mereka berhenti kok, Demi nyawa Justin Bieber sekalipun saya tidak peduli kepada mereka yang saya pedulikan hanya diri saya sendiri dan lingkungan orang yang saya sayangi. Oke silahkan bilang saya apatis, hanya saja tidak semua orang mau mendengarkan dan mau memahami penjelasan tentang bahaya dan dampak buruk merokok. Daripada saya dikecam, disinisi atau dibilang sok suci, saya lebih baik menyelamatkan diri sendiri saja..- 😀

♡ NP ♡

Advertisements

One thought on “Perokok-Perokok Galak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s