curhatsampah · hot issue · pikiran2saya · private life · superhotcurhat · TIPS

Seperti Menaiki Perahu dengan 2 Awak

“..Pernikahan itu seperti naik kapal. Yang satu ngedayung. Yang satu nunjukin arah..

Meski ga bisa dua-duanya. berdua kan bisa gantian..”

Lim Giok Lie – “?” (tanda tanya)

I don’t know I’ve been thinking about this family thing all day, especially since my last post here. hohohohoh… Sebenarnya tidak juga sih, Saya memang sering memikirkan hal-hal yang seperti ini setiap waktu. Seperti yang selalu saya sebutkan, saya adalah satu orang paling pengecut yang bisa kalian temui di dunia ini. hohohoho. #malu

This whole family thing, sering membuat saya takut. Terutama di usia saya yang sudah menginjak 21 tahun ini. Sebagai manusia normal, saya pastinya akan sampai kepada titik dimana saya harus move on, having my own family. Quit from my teenage life and started my real life. yeah it’s marriage.

Pernikahan itu adalah hal yang paling diimpikan oleh semua manusia di dunia ini. Terutama perempuan. Mungkin anak-anak perempuan sejak usia TK sudah memikirkan tentang bagaimana mereka menikah, mereka akan didandani seperti layaknya seorang puteri, menjadi pusat perhatian dan cantik. Bergeser ke kelas 3 mereka akan berpikir tentang memiliki keluarga kecil yang bahagia seperti yang mereka miliki. Punya anak yang lucu-lucu dan hidup bahagia. Yup..yup anak perempuan mungkin lebih cepat, atau terlalu cepat dewasa dibanding anak laki-laki. tapi itulah kami. Kami memikirkan semua hal.

Dan bergeser ke masa SMA, ketika sudah memiliki pengalaman berpacaran, anak-anak perempuan ini memiliki standar khusus untuk seseorang yang akan menjadi suami mereka. Harus begini harus begitu. Harus punya ini harus punya itu. Fisiknya harus begini dan harus begitu. Mereka semakin sadar kalau pernikahan bukanlah hanya sekedar menjadi puteri cantik di resepsi. Namun mata mereka belum terbuka sepenuhnya. πŸ˜€

Memasuki dunia kuliah, menjadi mahasiswi semuanya terlihat semakin nyata. Mimpi indah tentang menjadi puteri cantik di hari resepsi sudah menjadiΒ  nomor kesekian, yang terbayang hanyalah betapa hectic nya kehidupan rumah tangga kelak ditengah-tengah sulitnya kehidupan di masa kini. ya, semuanya semakin tampak nyata. kesulitan dalam dunia pernikahan. It will never be easy πŸ˜€

Menjadi seorang dewasa benar-benar tidak asik. Semuanya dipenuhi ketakutan. Impian-impian indah semasa TK pun malah menjad momok yang menakutkan di usia 21. Standar yang ditetapkan semasa SMA pun menjadi naik. Dari yang asalnya “It’s okay kalau dia hanya pegawai BANK..” menjadi “Yah okelah kalau dia pegawai BANK, tapi harus punya pekerjaan tetap dan minimal punya rumah dulu sebelum memutuskan untuk menikah..”

Selain itu banyak sekali standar-standar yang ditetapkan banyak wanita-wanita 21 tahun lainnya. Misalnya

> Dia harus mempunyai posisi yang oke di pekerjaannya
> Posisi dia harus lebih tinggi dari istrinya
> Penghasilan dia harus lebih tinggi dari penghasilan saya kelak
> Dia tidak boleh dari suku ini dan itu
> Harus punya tempat tinggal sendiri
> Paling tidak harus punya kendaraan. Mobil yang biasa saja tidak apa-apa kok..

Mungkin sebagian contoh diatas hanyalah contoh ekstrim. Saya pernah menjadi bagian dari wanita-wanita ini. Namun saya kembali berpikir, mengapa saya menetapkan standar yang tinggi sekali terhadap calon pasangan saya kelak. Sementara saya sendiri tidak punya modal apa-apa. Saya bukan Pevita Pearce yang cantik atau Annisa Pohan yang anak pejabat. Bahkan hati saya tidak sebaik Cinta Fitri kalau saya harus diinjak-injak calon mertua yang jahat. Sorry to say, hidup ini bukan sinetron. Jadi kalau ada dokter yang jatuh cinta kepada cleaning service, itu hanya terjadi di Antara Cinta dan Duta saja. :p No offense, namun saya cukup realistis pakah dokter bisa nyambung dengan cleaning servis? Maksudnya apa obrolan yang bisa menjadi penyambung bagi mereka? Secara asmara ya.. Ah, okay nevermind saya disini bukan mau membahas sinetron.

The point is, you will find your soulmate di lingkungan yang kamu jalani sehari-hari. Jadi karena saya tidak pernah gaul dengan anak pejabat ya jangan harap bisa berpacaran dengan anak pejabat -_____-. See?

Saya tahu dan saya bisa merasakan ketakutan yang dirasakan oleh semua cewek 21 tahun di dunia ini. Semua pasti takut. takut miskin. takut gagal dan lain-lain. beberpa kejadian masa lalu membuat saya sempat berpikir, saya tidak menikahpun tidak apa-apa daripada harus menikah dengan seorang laki-laki pemalas yang tidak bertanggung jawab. Namun fajar menyadarkan saya tentang esensi dari pernikahan itu sendiri. Dengan sabar dia memberikan saya pengertian bahkan tidak menunjukan sedikitpun ketersinggungan dia tentang keraguan saya terhadap masa depan saya dan apakah saya akan gagal atau tidak. Dia mengumpulakan beberapa artikel yang berhubungan dengan masalah ini. Thank’s dear you change my life πŸ˜€

Saya juga sering nongkrong di forum wedding kaskus. πŸ˜€ cerita-cerita yang mereka share cukup menginspirasi saya dan menyadarkan, Marriage life is never easy at all.. Kejadian yang dialami oleh orangtua saya pun ternyata dialami oleh banyak orang. πŸ˜€ Untuk kasus ini saya harus melihat segalany secara subjektif. Tidak sedikit orang yang sukses menangani masalah dalam kehidupan pernikahan mereka ini.

Saya pernah membeberkan ketakutan saya akan masa depan saya kepada mamah saya. Seperti biasa tanggapan nya selalu membuat saya sedikit kaget. Dia adalah wanita perkasa. tidak penakut seperti saya meski sedikit keras kepala… πŸ˜€

Me : “..Mah, tapi nanti nia takut”

Mom : “Takut apa?”

Me : “Takut kayak mamah..”

Mom : “Ngga lah. ga boleh takut. Kenapa kamu musti takut segala? Jangan gara-gara kejadian ini jadi bikin kamu trauma. Kita kan ngga tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Kalau tahu bakal kayak gini memangnya mamah mau gitu? Tapi namanya hidup itu bukan hal yang harus disesali. Yah jalani aja apa yang ada di depan, bukan malah jadi takut kayak mamah…”

Me : “Tapi kan nia sama fajar ga punya pekerjaan tetap..”

Mom : “terus? yang penting kan sekarang kamu sama fajar lagi usaha.. Tuhan maha baik. Masa dia ga ngasih rejeki sama orang yang mau usaha.. Ga usah mikirin tentang jadi pegawai tetap. Yang penting Nia nanti bisa makan, bisa memenuhi kebutuhan itu aja dulu cukup..”

Me : ” tapi kan Nia pengen punya rumah sendiri..”

Mom : “kalau sekarang kamu beli rumah sendiri, terus suami kamu nanti harus punya apa? Yang penting sekarang jalani aja apa yang ada.. kamu ga usah menakutkan masa depan kayak gitu. usaha yang rajin, jadi nanti bisa kebeli rumah.
Mamah kok ngeliatnya anak-anak sekarang matre yah? Nia juga. Ngomongin nikah kayaknya harus punya ini dan itu banyak sekali. namanya newlyweds itu memang ga prnah punya apa-apa. Kalau kalian meniti dari O, dari ga punya apa-apa nanti begitu sukses itu bakal terasa indah…”

Me : “Nia takut mah takut anak nia nanti kayak nia.. bukan matre..”

Mom : “sama aja. pengecut..”

Me : “-_______-“

Great isn’t it? pernyataan seperti itu masih bisa terlontar dari seseorang yang bisa dibilang tidak sukses-sukses amat dalam dunia pernikahan. Okay kata-katanya barusan membesarkan hati saya. Saya yakin kalau saya berusaha. kelak saya tidak akan gagal. Dan saya harus bisa bangkit dari kegagalan. *cieh lebay….*

Saya tahu mengapa para orangtua menetapkan standar jauh lebih tinggi lagi. Mereka takut anaknya hidup susah nanti. Maka mereka menetapkan standar calon pendamping anaknya harus begini dan begitu. Kalau sudah begini mamah selalu menyadarkan saya, “Kita punya apa sih kok berani-berani nya menetapkan standar tinggi? Yang kita punya cuma harga diri dan hati yang tulus, yah mudah2an dipertemukan dengan orang yang tulus juga.. “

No offense, saya hanya ingin supaya para wanita 21 tahun ini tidak menakutkan hal-hal yang sifatnya terlalu materil begini. Uang itu memang susah didapatkan. Tapi bukan hal yang mustahil kan? πŸ˜€

Jika quote yang diucapkan mamanya Ping Hen di film tanda tanya diatas bisa menggambarkan situasi keadaan keluarga masa kini, rasanya tidak masalah bila seorang perempuan memiliki posisi lebih tinggi atau penghasilan lebih banyak dari pasangannya? toh pada akhirnya semuanya akan dipergunakan untuk kepentingan bersama. Katanya sih itu Indah. πŸ˜€

Saya tahu kok, menikah itu bukan cuma butuh cinta, memangnya kita bisa makan cinta.. Tapi menikah itu kan komitmn yang cukup besar. Setahu saya karena cinta orang mau berkomitmen dan komitmen itulah yang membuat orang mau tidak mau harus siap menjalani tugas dan kewajiban nya masing-masing. Seorang suami harus siap untuk mencari nafkah bagi keluarganya. dan istripun harus siap mengurus keluarga. Namun ketika seorang suami sudah stuck dan benar2 tidak bisa bekerja istri harus mau menggantikan posisinya. Kan butuh makan ga cuma butuh cinta? πŸ˜€ . Karena keduanya sudah berkomitmen.

karena sayaΒ  manusia normal saya masih kok menginginkan rumah di kawasan elite dan kendaraan mewah. Namun itu kan hanya akibat atau hasil dari apa yang saya kerjakan. Jika saya kerja keras dan kerja cerdas semua itu bisa saya dapatkan. Cari uang itu susah. tapi tidak mustahil dan karena Tuhan itu Maha baik Dia tahu betul imbalan apa yang setimpal yang akan diberikan kepada umatnya yang sudah bekerja keras. πŸ˜€

Sebagai wanita saya juga harus donk menetapkan standar terhadap calon pendamping saya kelak πŸ˜€ .. Dia harus bertanggung jawab. Harus menyayangi keluarga. Harus menjadi imam bagi keluarga. Harus mau menjemput anaknya yang pulang malam. Harus mau menjemput istrinya ketika kehujanan setelah pulang dari pasar. Harus menyayangi anaknya, termasuk memarahi nya ketika salah dan membantu mengerjakan PR nya πŸ™‚

Saya hanya menetapkan standar, kelak pendamping saya haruslah seorang FAMILY MAN.. πŸ™‚

“Pokoknya nanti suami aku itu Gubernur BANK BI bil..harus kaya dan baik hati”

“Ah, aku sih mau nya yang bertanggung jawab aja..”

“..Pokoknya harus kaya…”

“Tanggung jawab.. kalau tanggung jawab itu udah meliputi semuanya..”

“pokoknya kaya..”

Saya ga tahu bil, apakah kamu masih inget obrolan kita di kantin pas kelas 2 SMA ini. Yang jelas sejak kamu ngomongin ini, saya terus kepikiran dan akhirnya saya ketemu dengan sosok yang saya cari dan saya yakin dia adalah sosok bertanggung jawab dan mengubah pandangan saya sendiri. yap Kamu bener bil, yang dibutuhkan seorang wanita itu hanyalah sosok yang bertanggung jawab. Thank you sobi telah membukakan mata saya. HAHAHAHA


Jadi selama kalian mempunyai pendamping yang bertanggung jawab, tidak ada yang perlu kalian takutkan ladies..kata teman saya, Tegar … para lelaki pun sama takutnya dengan kalian kok, mereka takut tidak bisa memberi makan kalian. dan membelikan kalian sepatu dan tas mahal yang kalian inginkan itu..Β  so just give them a support not threat them .. if you love them πŸ˜€

β™‘ N β™‘

Advertisements

11 thoughts on “Seperti Menaiki Perahu dengan 2 Awak

  1. nya ih meni masih inget, aku aja lupa.
    haaaaaahh.. semoga sukses ya nia dan fajar.
    kalian bahagia akupun bahagia!
    HAHAHAHHAA πŸ™‚
    SEMANGAAAHH YAA CALON KELUARGA SUKSES.
    AMIN

      1. ada namaku di artikelmu :”>
        keluarga itu ibarat kamera analog, kamu takkan tau cara memakainya sebelum memakainya langsung πŸ˜€
        sperti kata Nike: just do it :*

  2. gar ga bisa ngomong pas baca.,
    itu semua bener.,
    mungkin 3 or 4 or 5 taun lagi gar bakal tulis tulisan ky gini di blog gar.,amin.,
    sukses terus nya.,
    merdeka

  3. kalau kata lagu doris day : que sera sera, what ever will be will be, the future not ours to see, que sera sera.
    untuk urusan sunnah Rasul yang satu ini tidak bisa dianggap gampang. tapi jangan takut, kita selalu punya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang hhe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s