curhatsampah · pikiran2saya · private life · superhotcurhat

Kuliah dan Harga Diri

Semua orang menginginkan ini.. Sarjana ๐Ÿ™‚

Gemas dan geli langsung bisa saya rasakan dalam satu waktu sekaligus.

Saya sendiri lupa bagaimana awalnya pembicaraan bisa sampai pada orang ini. Namun yang jelas isu yang menjadi pemicu dari terangkatnya tema ini adalah ketika saudara sepupu saya yang lulus SMA di tahun 2010 ini mengatakan dia ingin kuliah.

Sebagai informasi tambahan sepupu saya ini sekarang bekerja bersama saya. Singkatnya bisnis yang dijalankan oleh teman teteh saya, teteh saya, saya, dan sepupu saya ini. Sebetulnya sejak kehadiran dia di usaha kami, saya pribadi merasakan banyak sekali kemudahan. perputaran barang yang cukup cepat dan karena tugas dia itu cukup mobile, saya bisa dengan mudahnya meminta tolong apa saja. termasuk membelikan saya makan siang. :p

Kami sekeluarga menentang keinginan. dia untuk kuliah. Tidak secara radikal sih. Cukup dengan mengarahkan dia dan menimbulkan sugesti “..college is not your thing, dude..” . Hal ini kami sampaikan bukan tanpa alasan. Tapi karena kami sangat mengenal sosok dia. Dia adalah anak yang cerdas dan bisa diandalkan. Dia selalu mau jika dimintai tolong apa saja. Dia bisa memegang bagian produksi dengan baik dan selalu mau belajar apa saja, asalkan jagan pelajaran sekolah.

Bagaimana bisa kami memberikan dia kesempatan untuk kuliah sementara dia sendiri tidak suka belajar yang sifatnya serius seperti itu?

Mamah saya memberikan pengertian kepada dia bahwa kuliah itu bukan hanya untuk gengsi. Bukan juga hanya supaya dia terlihat sama seperti orang lain. Bukan juga hanya untuk sekedar mencari pekerjaan. Kalau tujuannya memang hanya pekerjaan, sekarang saja dia sudah bekerja. Dia bahkan mengemukakan tentang keinginan dia mendapatkan gaji yang besar. Mamah saya menjelaskan Tidak selamanya menjadi karyawan itu enak meskipun dengan gaji besar, terlebih jika pekerjaan yang dijalani nya bukanlah pekerjaan yang disukainya. Kami sangat mengenal dia, itulah yang membuat kami berani menentang dia.

Teteh saya mengatakan kepada dia supaya tidak perlu gengsi karena tidak kuliah. Jaman sekarang, untuk mencari teman tidak perlu di harus di sekolah. Semua orang masih tetap bisa keep in touch karena ada gadget dan social network. Dan tidak perlu malu juga, selama kamu punya budget untuk nongkrong bersama mereka, ya ikut saja walaupun hanya seminggu sekali. Yang penting kamu tidak kehilangan kontak dengan teman-temanmu..

Saya sendiri menambahkan : Jaman sekarang kuliah itu tidak murah. Kalau kamu tidak benar-benar suka dengan jurusan yang kamu ambil, bukan saja kamu membuang-buang uang orangtua kamu selama 4 tahun itu. Tapi kamu sendiri sudah membuang-buang waktu kamu selama 4 tahun. Coba kamu bayangkan jika kamu pergi kuliah sekarang dan meninggalkan pekerjaan kamu, setelah umur 22 tahun kamu baru mulai mencari kerja. Mending kalau cepat langsung dapat. Sedangkan sekarang kamu sudah mulai belajar banyak hal. Dari bagian produksi yang kamu jalani saja. Bukan hanya jadi karyawan, mungkin kamu bisa membuaka konveksi sendiri?

Kalau berbicara tentang mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih besar, fee yang kamu dapat itu sudah sebanding dengan fresh graduated yg bekerja sebagai supervisor atau CSO di sebuah BANK. Pekerjaan untuk seorang sarjana akan mudah kamu dapatkan jika kamu lulus dari sebuah universitas yang bonafit, jika kamu kuliah di universitas abal-abal. Jangan harap kamu akan mendapatkan pekerjaan jika kamu tidak mempunyai banyak koneksi ke perusahaan-perusaahaan. Life is not as easy as you think dude ๐Ÿ™‚ . Terlebih gaji yang besar sebagai seorang karyawan akan kamu dapatkan ketika kamu sudah cukup lama bekerja dan memiliki pengalaman yang cukup. Jika kamu tidak pandai menjilat atasan, jangan harap bisa mendapatkan promosi dengan cepat. Dan coba kamu pikir, bagaimana bisa kamu menorehkan prestasi dalam pekerjaan kamu ketika kamu tidak menjalani nya sepenuh hati, tidak punya passion terhadap apa yang sedang kamu jalani.

Kami berbicara tentang ini bukan karena kita menghambat dia berkreasi dan menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Saya hanya berbicara tentang keadaan keluarga saya. Kami bukan datang dari keluarga yang berlebihan dan bergelimangan harta, Maka untuk mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk “gengsi” lebih baik tidak usah sama sekali apalagi ketika ada pilihan lain. Saya tegaskan saya hanya berbicara mengenai keluarga saya, maka saya tidak peduli jika orang lain mau menyekolahkan anaknya sampai S3 dan berpindah-pindah sekalipun. Kami tidak mempunyai uang sebanyak itu hanya untuk memenuhi gengsi seorang ABG labil.

Saya bisa menjadi seperti ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Hampir satu tahun setengah. Saya banyak membaca buku, mendatangi beberapa seminar dan menonton banyak talk show tentang wirausaha. Semua ini benar-benar menginspirasi saya pada saat itu, saya berpikir bahwa berniaga itu jalan pintas menuju kesuksesan terutama untuk orang seperti saya yang tidak fokus dengan cita-cita sendiri. Karena menurut buku-buku yang saya baca dan orang-orang yang saya lihat, kesuksesan mereka bisa diraih dalam waktu kurang dari 10 tahun. Paling tidak dalam jangka waktu tersebut mereka sudah bisa merasakan hasil kerja keras mereka. Karena bagi saya pribadi, untuk sukses sebagai professor di bidang sains sudah tidak mungkin rasanya. ๐Ÿ˜€

Namun sekali lagi, itu semua kembali kepada pribadi dan passion masing-masing. I mean seseorang yang memiliki passion di bidang sains tentu saja tidak akan mau menjadi seorang pedagang. Dia akan lebih memilih studi sesuai minatnya meskipun penghasilan nya kecil. Dan bagi saya dan sepupu saya ini yang sama-sama tidak mempunyai ability dalam berkomunikasi dan jilat-menjilat, maka hampir bisa dipastikan karir kami berdua hanya sampai situ-situ saja. kecuali jika Tuhan berkehendak lain, LOL

Saya selalu berusaha untuk tidak menyepelekan orang lain dan studi yang dijalani nya. Karena mereka memiliki passion dan pilihan hidup masing-masing yang jelas saya tidak peduli dengan hidup mereka. Jadi bisakah orang-orang ini melakukan hal yang sama dengan apa yang saya lakukan? paling tidak tidak perlu membandingkan apa yang mereka jalani dengan pilihan saya. Hidup mereka juga belum tentu baik di mata saya.

Ketika salah satu saudara saya datang dan ngobrol dengan Mamah saya, tema ini pun melucur tiba-tiba..

Tante X : “Oia bapak X juga bilang kenapa si Jonathan (nama samaran sepupu saya, btw silahkan muntah) ngga kuliah aja sih padahal orangtua nya masih muda dan punya pekerjaan. Masih bisa membiayai anaknya . Biarin si anak itu punya Harga Diri…”

Mendengar kalimat itu setengah gemas setengah geli juga terutama pada dua kata yang saya cetak tebal. Pernyataan paling tolol yang pernah saya dengar dari seseorang yang ceritanya sih cukup sukses dan bisa membiayai anak-anaknya kuliah ituloh. Saya yakin kalau dia sedang berhalusinasi. Dia pikir tanah yang dia pijak ini sama dengan jaman Koes Plus masih berjaya. Sebagai informasi sekarang adalah tahun 2011 dimana tidak semua orang sukses mengenyam bangku pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi. Apa dia tidak kenal Bob Sadino? Beliau adalah sosok yang sukses tanpa mengenyam bangku perguruan tinggi namun memiliki koneksi yang cukup banyak sehingga bisa berhasil seperti ini. Hmm.. kalau dia tidak tahu Bob Sadino, bisa jadi dia juga tidak tahu kalaua da pnyanyi bernama Justin Bieber yang menjadi fenomena di planet bumi.

Oh iya, sebagai informasi.. kedua orangtua dari sepupu saya ini memang terbilang masih sangat muda sekali. usia nya belum genap 40 tahun. Sementara si sepupu saya ini sudah berusia 19 tahun dan adiknya baru akan 9 tahun Mei ini. Masih sangat muda bukan? Tapi semua alasan tentang mengapa kita tidak dengan mudahnya mengabulkan keinginannya sudah saya jelaskan diatas. Kita tidak punya uang sebanyak itu hanya untuk mengabulkan keinginan yang sifatnya hawa nafsu belaka. Saya tahu karena saya pernah merasakan hal yang sama. Mungkin kalau sepupu saya ini bisa menunjukan keseriusan nya dan siap berkomitmen, niat baik nya ini pasti akan dikabulkan dengan senang hati oleh kedua orangtuanya.

karena saya manusia biasa. mendengar pernyataan diatas, saya sendiri cukup tersinggung. yang dia katakan adalah : dengan pergi kuliah, maka anda akan mempunyai harga diri. see? Saya tidak kuliah, maka apakah saya tidak mempunyai harga diri? Kalimat seperti itu bisa saja berlaku jika itu menimpa anak nya. Tapi tidak bagi saya dan sepupu saya.

Saya dibesarkan oleh seorang ibu yang tukang jahit dan tidak pernah mengenyam pendidikan yang tinggi. Tapi tahukah dia? Harga diri mamah saya mungkin lebih besar dari semua orang di gang sini bahkan jika harus digabung. Setali tiga uang dengan Tante saya yang merupakan adik mamah saya. Adakah yang berani menghina tante saya disini? tante saya bahkan tidak pernah kuliah tapi semua orang segan. Karena apa? Karena dia selalu melakukan hal-hal yang baik kepada semua orang. harga diri dan wibawa tidak hanya tntang jenjang pendidikan yang kamu jalani. Tapi lebih tentang attitude kamu. Saya kenal banyak sekali sarjana yang tidak lebih berguna daripada saya yang hanya lulusan SMA.

Sebagai seorang yang tidak sempat duduk di bangku kuliah (kecuali saat SPMB harus dihitung, tempat tes saya di UPI) saya merasa sampai detik ini saya masih punya harga diri yang cukup tinggi dan saya tidak pernah merasa merepotkan orang yang tidak seharusnya saya repotkan. misalnya merepotkan si Bapak ini. Bahkan saya tidak menjadi beban negara. Saya punya penghasilan kok meskipun saya hanya lulusan SMA :p. Itu juga yang saya lihat dari sepupu saya. Dia sosok yang disukai di lingkungannya. Tidak pernah menyebalkan dan bisa diandalkan. Bahkan dia mempunyai ability untuk menyuruh-nyuruh temannya. Bukan, bukan Hipnotis.

Kalau dia membayangkan anaknya yang mahasiswa ini kelak akan duduk sebagai general manager sebuah BANK, maka saya doakan semoga itu semua menjadi kenyataan. But it’s not as easy as hell, dude . Selamat jika anak bapak bisa memiliki jenjang karir cemerlang. Namun saya beberkan sedikit kenyataan pahit bahwa di Indonesia kini sedang krisis. Apakah dia tahu berapa perusahaan yang bangkrut setiap hari nya? Apakah dia tahu berapa banyak pegawai yang terpaksa di-PHK setiap hari nya? dan apakah dia tahu berapa banyak lapangan kerja yang tersedia, terutama untung jenjang S1?Apalagi dengan sistem kontrak kerja jaman sekarang, silahkan siap-siap ditendang setiap saat jika anda tidak mempunyai prestasi atau tidak ada kontribusi yang cukup untuk perusahaan.

Yang harus bapak ini ketahui, kalau Teteh saya yang Sekarang sudah bergelar Sarjana Hukum dari sebuah Universitas swasta terbaik di Bandung, sampai detik ini dia menjalankan usaha dengan saya. Dia belum pernah mencoba melamar ke perusahaan manapun, bahkan dia belum mengambil ijazah nya. Bukti bahwa dia telah lulus di rumah kami hanyalah toga dan foto-foto saat wisuda.

Okelah saya bisa mengerti kalau bapak ini sedikit gagap teknologi dan tidak melek jaman. Tapi tolong dong, sebagai seorang yang sudah sangat sukses luar biasa dengan menyekolahkan ketiga anaknya sampai perguruan tinggi, tidak perlu berkomentar yang bisa menjadi pemicu saya mengirim paket mencurigakan yang harus diledakan tim gegana di depan rumahnya.

Saya jadi mengerti sekarang kenapa dia menguliahkan salah satu anaknya sampai dua kali. pertama di sebuah universitas biasa, satu kali lagi di sebuah kejuruan di bidang medis. Mungkin saja karena dia sangat menyayangi anaknya sehingga dia ingin menciptakanย  Harga diri pada diri anak nya. Ooops jadi sebelumnya tidak ada? Silahkan saja renungi kalimat yang beliau ucapkan sendiri.

Jalan hidup masing-masing orang itu tidak selalu sama. Tidak harus memiliki pola yang sama. Bagi saya, menjadi apapun dengan jalan yang baik, yang penting kita jalani dengan baik dan sepenuh hati hasilnya tidak akan mengecewakan. Tuhan itu maha baik, Dia akan memberikan balasan atas apa yang kita kerjakan. Orang yang pemalas saja masih bisa mengisi perutnya, kenapa orang yang sudah berusaha dengan baik tidak mendapatkan balasannya. Saya sering lihat beliau datang ke mesjid untuk shalat berjamaah. Mudah-mudahan saja dia mengerti kalau hal seperti ini adalah sebuah misteri. Hanya Tuhan yang tahu akhirnya. Bukan tentang jenjang pendidikan apa saja yang kamu jalani.

Kuliah itu adalah hal yang baik. Ketika kamu memang berniat untuk kuliah dan siap berkomitmen. Jika yang dibicarakan masalah pekerjaan. Di tahun 2011 ini, semua peluang terbuka dengan lebar nya. Ketika semua orang semakin konsumtif, kamu seperti bisa menjual semuanya. Bahkan seorang reseller kamera di kaskus omset perbulan nya bisa mencapai seratus juta tanpa dia harus punya stock barang. Bahkan sampah plastik bisa menjadi mata pncaharian yang menjanjikan. Hal-hal seperti ini mungkin tidak akan dipercayai oleh seseorang yang pola pikir nya masih ala tahun 70’an dan sempit.

Karir kamu tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi pndidikan yang pernah kamu jalani. Tapi seberapa menyenangkan nya kah kamu sehingga orang-orang mau bekerja sama dan memepercayai kamu. Oke saya mulai kehabisan kata-kata. Saya sarankan dia untuk mengenal internet lebih dekat. Banyak orang-orang yang tidak punya harga diri dan bisa sukses.

Saya tidak peduli seberapa banyak uang yang dia pakai untuk menguliahkan anaknya ke berapa universitas supaya mempunyai harga diri. Tapi tolong komentar-komentar miring yang sok tahu sekaligus bodoh itu sedikit disingkirkan demi terciptanya kestabilan sosial. unless you pay everything for my cousin or you feeding him. if not, you better shut up.. ๐Ÿ˜€

Melakukan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang kita sukai dan sesuai dengan minat kita jauh lebih baik dan akan menghasilkan sesuatu yang baik juga. Daripada hanya mengikuti pola yang ada tapi tidak kita sukai dan tidak kita jalani dengan baik hanya untuk terlihat punya Harga Diri di mata bapak-bapak yang pikiran nya masih di era 70’an. Dan jika diantara kalian yang sebaya dengan saya ada yang punya pikiran sama dengan bapak ini, lebih baik kalian kembali ke perut ibu kalian, dan kembali lagi ketika kalian sudah siap dengan perubahan yang ada :p

No offense, I’m just talkin about my own self , my own family and my (little) annoying neighbourhood ๐Ÿ˜€


N

Advertisements

4 thoughts on “Kuliah dan Harga Diri

  1. super sekali nia…
    dan kalau diperhatiin hampir smua orang sukses tuh gak pernah kuliah atau gak beres kuliah. kayak bill gates (microsoft), mark zuckerberg (facebook), larry ellison (oracle) dan malah orang2 yang kuliah dengan gelar berderet yang kerja sama mereka. padahal sang empunya perusahaan gak punya gelar akademik sama sekali hahaha…

    1. aahhhh Arni makasih udah mampiiiirrrrr… ๐Ÿ˜€
      iyaa bener, kalau mau sukses ga harus kuliah kok, yang penting siap berkomitmen, mau kerja keras dan kreatif.
      kayak orang-orang itu bukaaann? ๐Ÿ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s