curhatsampah

This is The Reason Why I Loved and I Leave Basketball World LOL

Apparently, I don’t love basketball that much . LOL

Dulu saya bisa mengorbankan semua waktu saya demi latihan basket. Pelajaran saya sampai waktu bersosialisasi. Saya pikir karena saya cinta dengan bola basket. Tapi sepertinya tidak. Karena kalau saya cinta, mungkin sekarang saya sudah jadi pemain nasional. LOL. Kalau meninggalkan pelajaran, mungkin basket bisa jadi alasan yang tepat. Paling tidak, meskipun saya malas belajar, kegiatan yang saya jadikan tameng ini sedikit bermanfaat. Meskipun saya sedikit menyesal sekarang. Hahahahahaha

Kemarin saya baru saja menonton sebuah pertandingan yang berjudul DBL. Ini adalah pertandingan yang saya tonton setelah beberapa tahun ini saya melewatkan banyak sekali pertandingan, termasuk NBL (saya baru tahu belakangan kalau IBL sudah diganti dengan NBL *ngakak* untung saja saya tidak masih tertukar dengan IBL, coba tertukar dengan KOBATAMA wow 2000an sekali)

Kalau dulu saya berani menghabiskan seluruh uang saku saya demi menonton semua pertandingan IBL (dulu tiketnya masih 15ribu). Sekarang? Untuk menontonnya saja saya tidak pernah terpikirkan. Dulu Kelly Purwanto terlihat sangat HOT, tapi sekarang saya tidak melihat dia sebegitu menariknya -sensi gara2 ditolak cinta LOL-. Dan dulu, anak-anak basket dari sekolah tetangga itu sangat menggemaskan, kalau sekarang saya melihat mereka sangat biasa-biasa, they’re just too goog to be true. Bahkan untuk saya jadikan teman LOL

Tidak bisa saya pungkiri kalau basket sudah memberikan saya banyak sekali hal yang berarti untuk saya. Sahabat-sahabat saya, prestasi, eksistensi dan jalan-jalan gratis pastinya. Kalau sahabat yang saya dapatkan dari basket mungkin sangat saya rasakan ketika saya masih SMP. Wajar sih Ababil. Semua kami lakukan bersama, bahkan kalau bisa terjun ke jurang juga harus dilakukan bersama-sama. Masalah prestasi, meskipun saya hanya jadi pemain pelengkap penderita (pemain yang dimarahi di bench saat starting 5 melakukan kesalahan di lapangan), banyak sekali prestasi yang tercipta dari angkatan saya di SMP. Bukanya pede. Tapi fakta, lagipula saya tidak nyombong kok itu kan bukan saya yang main, Waktu saya lebih banyak dihabiskan utntuk memperhatikan strategi lawan (kata halus untuk duduk di bench sepanjang perjalananLOL)

Saat SMA, saya juga masuk ke SMA yang punya prestasi basket yang ruaaar biasa. (Prestasi itu agak mandek ketika saya naik kelas 2 karena ada senior yang lulus dan sekolah saya kembali berprestasi saat saya lulus. Pembawa sial? Iya mungkin LOL) di SMA terutama saat saya kelas 1, saya masuk tim inti, dan jadi anak bawang. Tidak masalah sih, yang penting saya jalan-jalan sampai Solo. Hahahaha Intinya, selama saya sekolah, saya mencurahkan semua segalanya untuk basket. Perhatian, waktu dan teman-teman.

Sejak dulu, saya memang bukan the brightest star. Saya selalu berusaha datang tepat waktu. Hampir tidak pernah terlambat, tidak pernah bolos latihan Selama 6 tahun saya menggauli dunia basket ini. Aneh nya saya tidak pernah merasa bermain dengan bagus tuh. Terutama saat pertandingan. Dan ini benar-benar makna denotasi. :p . Mungkin karena saya tidak pernah main dengan hati ya? Kemarin saya lihat anak-anak calon atlit masa depan ini bermain dengan cemerlang. Dulu saya tidak pernah bisa seperti mereka. 😦 Karena saya tidak pernah bisa sprint. Lari saya lambaaaat sekali. Jelas karena badan saya tidak kecil. Tapi dari segi agility juga hanya mendapat 4 dari skala 10 LOL.

Saya sering menyesal. Kenapa dulu saya tidak ikut Sumo saja sekalian? Hahahaha Mungkin pelatih-pelatih saya terdahulu juga hanya memberikan kesempatan kepada saya karena saya rajin latihan, tidak tega kalau saya sampai tidak masuk tim karena saya tidak pernah bolos. Dan fakta bahwa, kamu akan lebih dianggap kalau kamu punya skill bukanlah hanya legenda semata. Saya tidak mengeluh sih dengan sikap orang-orang. Saya cukup tahu diri untuk tidak sok eksis dan cukup sadar dimana-mana semua orang ingin dekat dengan orang yang punya sesuatu daripada si ‘nothing’. Mungkin secara tanpa sadar saya juga pernah seperti itu.

Dan sial nya saya, saya tidak kuliah untuk melanjutkan pergaulan dan dunia basket saya. Teman-teman saya hanyalah mereka. Teman-teman yang satu tim dengan saya, hanya anak-anak basket. Kalau saya sedikit lebih jago, mungkin teman-teman saya akan menunggu kehadiran saya, atau minimal mereka akan senang bertemu dengan saya. *ceileeehhh.. Yah yang saya lihat sih di dunia basket yang pernah saya alami kurang lebih seperti itu. Kalau kamu tidak cantik, kamu harus jago. Ini hukum rimba yang harus kita patuhi di jagat raya ini.. Saya agak sedih sih ketika bertemu dengan teman2 saya yang dulu cukup dekat dengan saya, adik kelas atau kaka kelas saya. Mungkin karena saya sedikit pendiam sekarang. Tapi itu karena saya melihat mereka kikuk ketika bertemu dengan saya. Mereka tidak comfort. Yah padahal santai saja. Lagipula sekarang saya tidak tahu apa yang harus saya jadikan topik obrolan dengan mereka. Selain sudah beda dunia, dan pertanyaan-pertanyaan kasual sudah tidak masuk untuk mereka. Mereka menganggap semuanya garing. -,-

Mungkin saya terlalu men-judge. Tapi coba tanya kepada diri sendiri deh :p Dan yang paling menyedihkan adalah ketika saya melihat pelatih saya kemarin, saya sengaja menghampiri. Setelah menyalami nya, dia tidak bertanya apapun dan menjawab saya dengan singkat, untunglah disitu ada guru olahraga saya juga dan guru fisika saya, jadi saya sedikit berbasa-basi dan tidak terlalu kikuk. Saya tidak tahu apakah pelatih saya itu sedang punya masalah atau tidak, hanya saya tidak menemukan alasan yang tepat kenapa dia harus bersikap sok cool kepada saya. Mau tebar pesona kah? Ha-Ha-Ha.. Sedih juga ya, padahal saya menganggap dia cukup dekat. Tidak ada pertanyaan bahkan mata nya pun tidak menatap saya mungkin saya terlalu berkilau sehingga dia akan silau Jika melihat saya.

Coba kalau saya jadi pemain nasional atau saya jadi artis terkenal. Mungkin semua orang akan menganggap saya saudara dan pernah punya keterikatan dengan saya.. Pathetic. Saya tidak tahu ya apakah ini hanya perasaan saya saja, atau memang keadaannya begini. Karena saat saya bertemu dengan adik kelas saya di sebuah mall elektronik pun begitu. Dia terlihat cool padahal saya sudah super excited. Dan kalau dipikir-pikir apa susah nya ya pura-pura excited bertemu dengan saya. Yah minimal ekspresi nya sama seperti saya. Pura-pura saja . benar itu sudah cukup, karena saya tahu mana yang asli dan palsu tapi paling tidak dia tidak akan membuat saya malu di depan saudara saya yang memandang sedih dengan tatapan “kamu sok akrab banget sih nii.. emang dia kenal sama kamu?” Kenapa saya bisa mengatakan ini? Karena saya tahu betul dulu dia seperti apa :p

Yah mau bagaimanapun hidup terus berjalan. Termasuk hidup saya. *ceileeh.. Sedih sih memang, ketika kembali ke teman lama dan teman lama tidak sama excited nya dengan saya ketika kita bertemu. Padahal saya menganggap mereka semua bagian penting dalam hidup saya. Next time mungkin saya akan memilih untuk menghindari event-event yang berhubungan dengan dunia basket. Bukan karena sombong tapi saya ingin semuanya baik-baik saja. *ceileeeehhh.. Saya selalu berusaha menyempatkan diri untuk datang, karena saya merasa dekat dengan mereka, saya ingin bertemu dengan mereka. Teman-teman dekat saya. Tapi kalau ternyata disana saya malah bengong, yah lebih baik saya diam di rumah lebih produktif. Hahaahahah lagipula saya tidak melihat game yang berlangsung sebegitu menariknya sampai-sampai saya harus meninggalkan kewajiban saya mendulang rupiah..

Dan itulah sebenarnya alasan saya bermain basket. Saya tidak benar-benar mencintai basket. Teman-teman lah alasan saya tetap bertahan ketika tak satupun nilai kimia saya lulus SKBM. bahkan saya masih latihan 3 bulan sebelum saya ujian nasional. Ketika alasan-alasan itu sudah tidak ada. Saya belum menemukan lagi alasan untuk saya menyukai dunia basket. Termasuk Christian Ronaldo Sitepu pun tak akan membuatku berpaling lagi ke dunia basket.

Lebay ya? Mungkin kamu akan merasakan hal yang sama ketika kamu hendak pulang pada pukul 6 sore dimana hari mulai gelap dan kamu harus berjalan sekitar 500 meter untuk bisa naik angkot, tapi kamu menyempatkan diri berbelok dan berjalan memutar untuk menyapa pelatihmu, namun pelatihmu tidak punya antusiasme terhadap kamu. Bahkan menatap mu saja tidak. HAHAHA Dan orang-orang seperti inilah yang membuat saya ingin cepat-cepat kaya. #ngayaldisiangbolong *biarin ah gratis .

Dan jika ada teman saya yang membaca ini. Please Greet them esp my Coach.. I don’t hate him, I just don’t have any reason to talk to him anymore.. LOL Dan saya tidak terlalu peduli kalau saya sampai harus jadi public enemy gara-gara tulisan ini. I don’t need to lie anymore and pretend that everything is all right :p

Saya bukanya tipe orang yang hidup di masa lalu dan mengingat-ingat masa lalu. Apalagi saya cukup mengerti kalau kehidupan mereka bisa jadi lebih seru dari sebelumnya. Yah pada intinya dengan atau tanpa saya ingat-ingat masa lalu itu yang saya tahu mereka semua adalah teman saya. Saya pikir cara berteman nya masih bisa seperti dulu. ternyata tidak. sepertinya saya memang sudah ketinggalan banyak hal .. hihihi. tak lupa saya ucapkan permintaan maaf juga jikalau ini semua hanya prasangka saya. *cikiciiiw .

Dan maaf juga ya, saya ga ada niat menyinggung sama sekali. Yang begini ini namanya curhat 🙂

Advertisements

2 thoughts on “This is The Reason Why I Loved and I Leave Basketball World LOL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s