curhatsampah

Daging Sintetis… eh?

“Eh Nia, gula ga boleh ya?”
“Iya. Gula, Minyak sama Daging hewani..”
“Kalau gitu beli aja gula sintetis di dokter nya sekalian..”
“Aku ga butuh gula sintetis teh, Aku butuhnya daging sintetis..”


Yeah, I’m still on diet.
Saya pernah menyebutkan tentang pantangan diet saya sebelumnya. Gula, Minyak dan Daging Hewani (saya belum sempat bertanya kepada dokternya apakah Daging Manusiawi bisa saya makan atau tidak). Dan program ini sudah terhitung Minggu ketiga dan akan segera memasuki Minggu ke-empat Senin besok. Saya sudah cukup terbiasa sih dengan makanan yang rasanya gak karuan atau sambal dadakan yg rasanya terlalu pedas dan asin karena diulek tanpa gula. Saya juga bisa menikmati minum air putih sekaraaang yaaay!! Saya bisa menghabiskan 1,5 liter bahkan lebih πŸ˜€ kalau dulu, saya minum satu cangkir sehari sudah alhamdulillah LOL

Yang paling saya rasakan manfaatnya bukan hanya kepada penurunan berat badan nya itu sendiri, kalau itu anggaplah bonus. Saya lebih merasa program ini bermanfaat untuk mengubah pola hidup saya. Sebelumnya saya berpikir untuk meminta Uya Kuya menghipnotis saya saja. Buat saya supaya saya tidak suka Makan. Karena saya pikir hanya itulah satu-satunya cara saya untuk bisa berhenti makan banyak. Untunglah hipnotis itu tidak terjadi karena Sepertinya Uya Kuya hanya bisa menghipnotis anak muda yang punya pacar dan menjadikan sahabat pacarnya selingkuhan *eh?

Minggu pertama terasa begitu berat, karena menu makan saya selalu makanan berbumbu, berminyak dan berdaging.. Nyuuummmm.. Sekarang tidak ada lagi. Belum lagi semua Mamang-mamang yang biasa lewat di depan rumah, biasanya selalu saya panggil, terpaksa saya cuekin. Sampai ketika Tukang tahu gejrot langganan saya sengaja berhenti di depan dan menawari saya. Maaf ya mang hiks. Masih ada Mamang-mamang lainnya. Mang eskrim, Mang cilok, Mang Cuanki, Mang Cireng dan Mang Gorengan. Terpaksa saya musuhi mereka semua.

Kalau dilihat dari jajanan saya diatas, bisa dipastikan saya akan baik-baik saja tanpa Gula, tapi saya sangat tersiksa ketika saya harus meninggalkan daging dan minyak. Karena saya tidak suka cemilan manis dan saya tidak minum kopi, jadi siapa yang butuh gula? πŸ˜€
Saat teteh saya menawari saya gula sintetis saya tidak tertarik sama sekali. Saya lebih tertarik dan akan menerima nya dengan hati bahagia kalau yang ditawarkan adalah Daging sintetis.

Tapi selama ini, saya bisa melalui semuanya dengan baik, termasuk aroma Hotdog ketika saya nonton di blitz barusan. Meskipun hati ini menjerit. ( β•₯ ﹏β•₯)

Hal yang terberat dari program ini adalah, kalau saya jalan-jalan ke mall, bisa dipastikan saya akan bingung makan dengan apa.
Sushi kan mentah? Ga bisa, ada ikan nya
Makan menu sayur aja..? Sayur biasanya digoreng atau kuahnya pake minyak
Dim sum kan dikukus? Sama, mengandung ikan / ayam.
Baso tahu / siomay? Mengandung ikan dan bumbu kacangnya pake minyak.

Dan mall adalah tempat yang tidak ingin saya datangi saat ini. saya jadi tergoda.. ( β•₯ ﹏β•₯)

Saya bisa menjalani program ini karena saya masih berusaha disiplin dan mamah saya mendukung dengan memasakan saya sayur-sayuran atau membuat makanan-makanan lucu lainnya.

Dan manfaatnya?
Karena maksimal waktu makan 25 menit dan tidak boleh ngemil / makanan apapun diluar 25 menit waktu makan, saya jadi tidak memakan segala hal. Dan saya sadar bahwa tanpa memakan cemilan-cemilan lucu itu sebetulnya saya masih baik-baik saja, tidak merasa lapar atau apapun. Dan setelah dibiasakan, makan sedikitpun sebenarnya sudah kenyang. Intinya sih saya jadi terbiasa untuk tidak berlebih-lebihan dalam makan, dan akhirnya usus sayapun tidak melar lagi. Ah ya, semoga minggu ini progress nya signifikan. πŸ™‚

Saya masih mau cerita banyak, tapi saya ngantuuuukkkk sekali. Daripada postingannya hilang seperti kemarin, -_- kalau ada yang harus saya edit / tambahkan, nanti saya edit aja πŸ˜€

Good night every body πŸ™‚

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

2 thoughts on “Daging Sintetis… eh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s