curhatsampah

Your Life is Bigger Than Just Having a Boyfriend, kiddo..

Masa remaja adalah masa yang paling indah. Tidak ada masalah, tidak pernah ambil pusing. Satu-satunya masalah terbesar saya saat SMP adalah Bu Titik, guru geografi saya dan Bu Lala, guru Fisika saya semasa SMA.

Saya punya beberapa orang saudara yang masih duduk di bangku SMP. Saya sebetulnya jarang ngobrol dengan mereka. Tapi saya cukup sering stalking ke profile facebook mereka. Tidak ada maksud khusus, hanya saja saya senang melihat konflik hidup mereka. Masalah persahabatan, percintaan dan Persaingan sangat beraroma tajam *halah..* Intinya saya suka melihat konflik di status-status mereka beserta keluhan-keluhan mereka yang seolah-olah mereka adalah orang paling teraniaya di muka bumi ini.. *seriously penayangan Cinta Fitri harus benar-benar dihentikan..*

Saya mengatakan ini bukan seolah-olah saya adalah remaja paling bersih pada zaman nya. Kalau ada yang bilang seperti itu jangan percaya. Itu pencemaran nama baik..

Saya juga sama. dulu kelas 1 dan 2 SMP, awal-awal mempunyai handphone saya mengetik sms dengan huruf besar dan kecil. That was sooo cute.. Coba tanya teman satu angkatan saya siapa yang tidak pernah memakai huruf besar dan kecil saat SMP, berarti dia itu bukan angkatan saya. Mungkin dia angkatan ’45. Untuk bahasa planet saya juga pakai. Tapi dulu tidak ekstrim kok. mungkin hanya pd kasus-kasus cetek seperti “nah” jadi “NaGh” dan sebangsa dan setanah air nya..

Dan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa fenomena Friendster baru ada pada saat saya kelas 3 SMP. Saat itu saya sudah sedikit baligh. Bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk termasuk kebiasaan buruk memasang status alias curhat di sembarang tempat. Dan untungnya lagi, pada awal kemunculannya, friendster tidak di lengkapi fasilitas status atau shout out yang kalau tidak salah baru ada saat saya kelas 1 SMA *saya sendiri kaget saya bisa mengenal friendster sedekat itu hahahaha*. Dan dulu internet, handphone tidak semudah sekarang. Jadi kalau mau berfriendster saya harus sengaja ke warnet. Tidak pernah lebih dari seminggu sekali. Dan terimakasih juga untuk hal ini karena saya jadi Manusia utuh pada saat itu *halah..*

Yang terpenting saya masih menggunakan diary kalau untuk curhat masalah yang sangat pribadi. Atau bahkan memaki orang. Kalau tidak percaya bisa lihat diary saya yang lebih mirip buku mantra karena isinya lebih banyak makian daripada curhatnya. Hehehe..

Saya tidak bermaksud membandingkan jaman saya smp dan jaman anak smp masa kini. Saya hanya merasa lebih bersyukur saja kalau lihat profile page anak-anak SMP sekarang 😀

Bagaimanapun saya tentunya tidak bisa membanding-bandingkan. Hanya alangkah lebih baik nya kalau beberapa status mereka itu mereka taruh di tempat yang lebih personal. Karena orang yang melihat bisa menilai lain dengan apa yang kita maksud.. 😀

Kembali lagi ke sepupu saya.. Saya sedikit simpati kepada dia dan beberapa orang lainnya (yang dengan terpaksa harus saya Approve friend request nya karena ada pertalian darah dan persaudaraan..) Isi statusnya selalu sedang “bete” “sebel” “kesel” tidak pernahkah mereka merasakan kebahagiaan dalam hidupnya? Hahahahaha

Misalnya begini : “bete deh, kenapa sih kamu selalu kayak gitu? Kamu ga pernah ngertiin perasaan aku? Ga pernah nyadar aku sayang kamu..” Jujur saya geli membacanya.. 😀 atau ini:
“Ahhh anjjjj!! Katanya temen tapi tega nusuk dari belakang!! Go to Hell aja deh lo!” Nah ini tipe-tipe korban band underground.. LOL

Bukanya pembelaan diri karena semasa SMP saya bisa dikatakan tidak pernah punya pacar sungguhan yang seperti orang-orang pada umumnya. Ngobrol di pagi hari. Bertemu di siang hari sepulang sekolah dan telepon di malam hari.. Tapi memang punya pacar ketika kamu sekolah terutama SMP bukanlah hal yang penting dan jadi prioritas dalam 3/4 isi otak kamu. Selama saya sekolah saya selalu punya kelompok bermain yang selalu bisa menemani saya kemanapun saya butuhkan dan selalu setia setiap saat seperti deodoran. Tapi mereka tidak menempel di ketek saya koook.. :”)

Pada intinya pacar hanyalah bonus dalam kehidupan remaja kamu. Kalau tidak dapat bonus kan tidak mengurangi nilai-nilai lain yang ada 🙂

Saya pernah baca satu artikel di go girl tentang beberapa kenakalan remaja yang paling parah. Salah satunya adalah Seks pra nikah. Bukan kenakalan remaja nya yang mau saya utarakan tapi kutipan berikut ini yang catchy sekali untuk saya, kurang lebih isinya begini (silahkan ralat kalau saya salah :)) :
“Seks itu memang menyenangkan. Tapi Seks itu untuk orang dewasa (yang sudah menikah) kenapa? Karena Orang dewasa tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal seru lagi. Tidak bisa bermain bersama teman-teman.. Maka Tuhan menciptakan Seks untuk mereka. Sedangkan untuk kita yang masih muda ini masih banyak loh kegiatan seru dan bermanfaat yang bisa kita lakukan…. Bla..bla..bla”

Mungkin bisa saya analogi kan dengan :
Orang dewasa, terutama memasuki kuliah tingkat akhir atau bahkan memasuki dunia kerja, sudah sangat sulit menemukan teman yang benar-benar real. Maka mereka membutuhkan satu orang partner bagi mereka. Ya pacar itulah. Karena otomatis kalau sudah dewasa ada pikiran menuju pernikahan maka inilah salah satu proses juga.
Dan bagi anak SMP, sebetulnya apa guna nya pacar? Selain untuk dipajang di profile facebook? Hehe..
Orang dewasa sudah sedikit sulit membagi waktu untuk berkumpul bersama teman-teman. Bahkan pergi ke Mall untuk membeli sesuatu keperluan pun harus menunggu teman yang benar-benar berwaktu luang kalau mau diantar. Maka pacarlah yang biasanya lebih siaga. 😀

Sedangkan anak SMP? Mereka selalu mempunyai teman-teman yang berwaktu luang dan mau mengantar sahabatnya kemanapun, mungkin sampai neraka jahanam sekalipun, saking menjunjung tinggi kebersamaan. 😀

Ini bukan pembelaan diri ataupun ke-sinis-an dan rasa persaingan saya terhadap anak-anak SMP yang sudah punya pacar. Saya sudah cukup dewasa untuk tidak berpikiran seperti itu.. I’m almost 21.. LOL Saya hanya merasa sedih ketika salah satu saudara saya membuat akun facebook palsu lalu dia buat “in a relationship with” saudara saya.. Dan cara itu diikuti teman-temannya. Are you that desperate? 😀

Terang saja itu akun palsu. Selain Nama nya standar, akun itu baru dibuat beberapa saat sebelum ada update in relationship nya. Belum lagi mutual Friend nya semua orang yang saya dan dia kenal (orang-orang di lingkungan saya..) Dan yang paling jelas adalah saudara saya menggunakan foto artis korea.. -________- dan foto nya pun hanya satu di album profile picture saja.. Cara itu diikuti teman-teman nya.. Dan bagian paling menyedihkan adalah Wall to Wall mereka yang pastinya mereka tulis sendiri dan mereka jawab sendiri. Serius, rasa lucu dan prihatin yang datang bersamaan langsung menguasai saya.

Jadi sebaiknya kalau mau berbohong dipersiapkan matang-matang. Tidak tahukah mereka? Tidak perlu menambahkan teman yang berkesan maksa begitu untuk membuat facebook nya terlihat real.. Lain kali mereka harus belajar dulu pada saya sepertinya . Hahaahaha

fake relationship status is not cool at all. Mungkin sekarang anak-anak terlalu mendewakan facebook. Itulah sebabnya mereka melakukan hal-hal tersebut. Yah mungkin hanya dampak dari perkembangan teknologi. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk mereka nanti.

Intinya punya pacar ketika kamu masih SMP bukanlah hal yang paling penting. Kalaupun punya pacar itu hanya menjadi bonus. Bukan sesuatu yang membuat kamu harus berbohong dan mempermalukan diri dengan membuat fake status.. 😀

Karena masa SMP itu masa paling indah. Benar-benar masa abu-abu ketika kamu bukan lagi anak kecil. Tapi belum bisa disebut gadis remaja.. *halah* dan inilah masa kalian bergila-gilaan.. Karena kalian tidak akan bisa melakukan hal-hal yang memalukan lagi kalau sudah SMA. Silahkan saja sih, kalau tidak malu. 😀

Your life is bigger than you think 🙂

*btw postingan kali ini benar-benar membuat saya merasa Tua. Sok tua tepatnya. Atau sok tahu.. Hmm ignore it.. :D*

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

4 thoughts on “Your Life is Bigger Than Just Having a Boyfriend, kiddo..

  1. Efek samping dari teknologi memang mengerikan. Tapi akun pacar palsu? Sepertinya pengakuan sosial bahkan walau hanya di dunia maya sudah menjadi adiksi tersendiri bagi generasi sekarang.

    *googling fotonya dewi persik, bikin e-mail, bikin akun facebook baru.

    1. ahhhh.. jangan sampai postingan ini mempengaruhi mu bang LOL

      setuju banget -> “pengakuan sosial bahkan walau hanya di dunia maya sudah menjadi adiksi tersendiri bagi generasi sekarang.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s