curhatsampah · Liburan di Makassar · my events · My Vacation

Wonderful 6 Days in Makassar (part 1)

pantai losari
pantai losari, salah satu pantai yang punya view sunset terbaik

Sebenernya saya sudah mau update tentang Liburan saya ini sejak lama. Namun apa daya Mood nya baru datang belakangan ini. Tdak apa-apalah ya sedikit terlambat, yang penting saya belum lupa satu hal kecil pun tentang Liburan saya ini, asal jangan tanya saya Alamat tempt saya membeli roti Maros saja. kalau itu saya tidak ingat πŸ˜€

Saya punya rencana pergi ke Makassar itu kalau tidak salah sekitar bulan Januari 2010, Rencana nya sih saya memang ingin pergi Bulan Oktober, berharap tiket pesawat agak murah karena secara logika Oktober itu sudah lewat lebaran. sampai bulan April saya belum punya uang sebenarnya, Hahahaha. Di akhir bulan biasanya hanya tersisa seratus ribu. Jauh dari Harga tiket. hehehe Namun teteh saya memberi ide supaya saya menabung di celengan. Saya yang awalnya underestimate ahirnya menuruti juga ide nya. Celengan yang saya namai “GOES TO MAKASSAR” dengan spidol biru itu habis jadi bulan-bulanan mamah saya dan keluarga saya lainnya. Celengan itu saya rawat baik-baik. Saya isi setiap hari. Selain saya, peserta lain yang juga wajib mengisi celengan ini adalah teteh saya dan KaPoldo. Si “Goes To Makassar” yang pada awalnya jadi bulan-bulanan ini Akhirnya bisa membuktikan diri nya. Uang yang saya kumpulkan ada 950.500 rupiah.

celengan
inilah sebagian dari hasil tabungan berbulan-bulan LOL

Tanggal 13 Oktober pukul 11 malam saya, Teteh saya dan KaPoldo pergi dari rumah ke Bandung Supermall untuk naik Bus yang pergi pukul 12.30 dini hari. Dari BSM ke bandara Soekarno-Hatta kami naik Bus Primajasa, Sampai di bandara kurang lebih pukul 03.00. Sampai di terminal 2F kami bingung, karena ini pertama kalinya saya dan teteh saya naik pesawat sementara KaPoldo kalaupun pernah itu saat dia masih kelas 2SMP. Di pagi buta seperti itu bandara masih sangat sepi, gelap dan tidak ada tempat bertanya, akhirnya kami menemukan pintu masuk juga.

Akhirnya kami check-in juga. kami menggunakan pesawat Merpati dengan nomor penerbangan MZ762. Sedikit tentang Bandara Soeta di mata saya… Saya sering baca revier orang-orang tentang bandara internasional yang merupakan “Gerbang Indonesia” banget ini. Terlalu jelek. sedikit kumel, WC nya kecil dan agak becek, baunya juga tidak enak. Malu memang kalau ada turis asing yang datang ke Bandara ini, kecuali Turis asing nya itu adalah turis asal Zimbabwe. Yang paling bikin saya malas sih, pelayanan nya. Judes. Apa karena saya naik kelas ekonomi ya? Yah mungkin saja mereka kelelahan karena itu jam 3 pagi. Tapi tetap saja itu tidak masuk akal bagi saya sebagai konsumen.

Saya harus menunggu cukup lama sih untuk masuk gate. Karena belum dibuka. Asiknya saat itu masih terlalu pagi jadi kosong melompong, kita sempat foto-foto deh..

vacation
teh arie dan ka poldo
saya dan teteh saya
KaPoldo cek cuaca LOL
hosh..hosh..sedikit lagii

Yap akhirnya pukul setengah 5 lebih kami berada di dalam pesawat. jam setengah 6 pagi baru take off. Pesan dan kesan naik pesawat di pagi hari? pusing. karena malam nya jelas saya kurang tidur. Tidur di bis kurang dari 2 jam dalam posisi tidak enak sama saja tidak tidur. Selama di pesawat juga saya kurang nyaman karna tempat duduk saya tepat berada di samping sayap sehingga berisik nya luar biasa.

Saya tidak suka naik pesawat. Saya tidak takut, hanya saja merasa terancam. Salahkan pemberitaan yang terlalu banyak melaporkan banyak nya pesawat jatuh dan tergelincir T_T. Untunglah saat saya pergi meskipun sedang musim hujan, tapi untunglah cuacanya cukup baik. Meskipun di tengah-tengah prjalanan awan nya tiba-tiba menghitam dan pesawat mulai sering bergetar. Saya paling parno kalau lampu “fasten seatbelt” mulai menyala

Kurang lebih pukul 8.30 WITA. Saya sudah bisa melihat Pulau Sulawesi. Ahaheeeyy akhirnya saya sampai juga. setelah perjalanan yang cukup menegangkan (bagi saya sendiri) Tepat saat saya hendak turun dari pesawat Fajar saya menelpooon. Katanya dia sudah menunggu. Dan ya dia harus menunggu sedikit lebih lama lagi karena saya harus ambil bagasi dulu.

Saya tidak pernah melihat banyak Bandara. Saya hanya tahu Bandara Soekarno Hatta, Bandara Husen Sastranegara, Bandara yang ada di My Name is Khan, Bandara yang ada di film The Terminal, Bandara yang ada di Film Home Alone dan film-film lainnya. Bandara Sultan Hasanuddin ini sepertinya bandara terbagus di Indonesia. (sok tahu) kalau melihat review artis-artis sih begitu. πŸ˜€

menunggu bagasi
menunggu bagasi ...
masih menunggu bagasi
menunggu bagasi pun tidak terlalau sumpek πŸ˜€
HOREEEE dijemput langsung!! kasian yang sudah menunggu sejak 7.30 pagi πŸ˜€

Dari rumah bandara, kita langsung ke rumah Fajar yang jaraknya tidak terlalu jauh. Setelah dijamu dengan makan siang yang mantaaafff dan kekenyangan. Kamipun pergi ke hotel dengan menggunakan taksi. Jarak Bandara memang cukup jauh dengan Hotel tempat saya menginap. eh bukan cukup jauh. bat saya SANGAT JAUH. kalau dalam kilometer saya tidak tahu. tapi yang pasti jaraknya itu 50.000 argo taksi bosowa. hahaha

Kebanyakan supir taksi disana cepat dan tangkas, hanya sayang kami yang di belakang merasa seperti dikocok-kocok. Selama saya disana, supir taksi yang paling hboh adalah supir taksi pertama yang mengantarkan kami ke hotel. Ini adalah pertama kali nya saya ke Makassar dan saya kaget dengan penggunaan Klakson disini oleh kebanyakan orang. Tidak perlu saya jelaskan. cukup datang saja ke Makassar dan nikmatilah πŸ™‚

Sampai di Hotel ada sedikit kekeliruan. Sepertinya hotelnya sudah fullybooked oleh acara seminar apa gitu, padahal saya sudah bookd sejak sebulan yang lalu tapi akhirnya kami mendapatkan sebuah kamar di lantai 9, kamar nomor 914.

Oh ya, saya menginap di Hotel Singgasana Makassar yang lokasinya berada di Jalan Kajaolaliddo No. 16. Hotel nya bagus dan menurut saya service nya juga cukup memuaskan cukup dekat dengan pantai losari. Dan jalan di depan nya pun tidak terlalu ramai. Yang membuat saya merekomndasikan hotel ini adalah dengan fasilitas hotel ini harganya cukup terjangkau. Mungkin karena tidak tepat berada di depan pantai ya. Intinya saya sih puas menginap disini selama 5 Malam. Karena menu breakfastnya ada mixed sausage yang tidak pernah absen. Apalagi saat KaPoldo sakit bahkan diberi free sarapan bubur diantar langsung ke kamar. πŸ™‚

eniweeiii..Β  inilah view dari kamar saya:

singgasana
di kamar kalau nengok ke sebelah kiri.. yup that's LOSARI BEACH. beautiful isn't it? πŸ™‚
at 06.30 am .nengok ke sebelah kanan : Lapangan Karebosi. Sering dijadikan tempat banyak kegiatan katanya...

Kalau yang ini pemandangan dari koridor lantai 9 Hotel Singgasana. Karena di hari pertama ngga sempat mengejar sunset akhirnya hanya bisa menikmati nya dari Hotel saja dan baru bisa liat sunset sebenarnya di Hari terakhir T_T

sunset
menuju sunset, cuma bisa melihat dari Hotel

Yap itulah hari pertama saya di Makassar. Saya memang tidak sempat kemana-mana sih karena KaPoldo tumbang saking kecapekan nya dan hari sebelum berangkatpun KaPoldo sudah sakit sebenarnya :D. Lagipula sayapun ngantuk setengah mati. Akhirnya hari saya ditutup dengan ngedate bersama Fajar di KFC Glael setelah itu jam 8 malam saya sudah tidur.

Membosankan bukan? memang hari pertama saya disana sangat membosankan. Next time saya akan update part 2 dengan tempat-tempat yang seru yang benar-benar tempat Liburan (kalau saya mood). Siapa tahu kota Makassar jadi salah satu tempat yang layak dimasukan ke daftar liburan teman-teman πŸ™‚

β™₯β™‘β™₯β™‘Β  n y aΒ  β™₯β™‘β™₯β™‘

Advertisements

4 thoughts on “Wonderful 6 Days in Makassar (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s