curhatsampah · pikiran2saya

Saya Hanya Manusia Akhir Jaman yang Terlalu Banyak Dijejali Berita Kriminal..

Selamat subuh.. saya sedang tidak bisa tidur nih, Jadi updatean kali ini saya post dari Hp. Jadi mohon maaf sebelumnya kalau postingannya sedikit aneh. Feel nya beda sih di kompi dan di Hp :p

Hari Selasa kemarin, saya, Teteh saya dan KaPol pergi ke PVJ. Yah sampai disana kita jalan-jalan, yah normal-normal saja. Sampai akhirnya kita tiba di carrefour karena Teteh saya ada keperluan dia masuk ke Carrefour sementara KaPol pergi ke WC. Saya memilih duduk di sebuah kursi berwarna Kuning yang tersedia di depan carrefour.

Saya cuek saja duduk disitu. Di sampingnya ada seseorang bapak setengah baya sedang duduk menatap ke arah kasir. Daripada salah tingkah, saya membuka Hp saya kemudian mulai mengecek sms yang masuk dan notifikasi2 lainnya. Sampai tiba-tiba si Bapak ini menyapa

“Neng, punten mau nanya…” Kata si Bapak
“Iya pak?” Jawab saya, saya pikir bapak ini mau menanyakan jam. Karena kalau minta tanda tangan atau foto bareng sepertinya tidak mungkin.
“Di rumahnya siapa tahu orangtua nya butuh orang buat cuci mobil atau beres-beres neng..” Saya masih speechless. Bingung. “Bapak udah ngga kerja 3 minggu ini, ”
Saat itu saya semakin Salah tingkah. Saya bingung juga harus berkomentar apa. Akhirnya Hanya kata-kata “ooh” yg keluar.
“Bapak Ini asalnya dari Ranca Buaya Neng, di Garut..” Kata si Bapak. Saya jawab dalam hati ‘iya pak tahu, rancabuaya yang di ujung dunia itu..’
“Bapak udah 3 minggu ngga kerja neng, ini juga mau jualan kayak buah sama telor puyuh gitu (tau kan yang suka dijual di bus atau kereta api? – me) tapi harus ada uang jaminan 90ribu, bapak ga ada uangnya. Bapak bilang gimana kalau jaminannya KTP? Si Orangnya bilang, KTP mah ngga bisa diuangkan..”

Disitu saya semakin Salah tingkah, bingung juga dengan Bapak ini, apakah yg dibutuhkan oleh si Bapak ini? Katanya si bapak ini butuh pekerjaan? Mungkin saja. Atau dia ingin diberi uang? Saya tidak mengerti kata-kata yang mengandung arti tersembunyi alias si bapak tidak mengatakan nya langsung. Lagi-lagi Hanya kata “Ooh” yang kelur dari mulut saya.

“Kemarin juga untung pas lebaran ada Dermawan gitu ngasih uang 100ribu sama beras 6 kilo. Mungkin ini sekarang anak-anak ngga bisa makan di rumah. Saya sekarang tinggal di Cicalengka ..”

“Waduh, alhamdulillah kalau gitu pak.” Ini kalimat terpanjang yang saya ucapkan pada si Bapak.

“Ini juga saya nawar-nawarin Ijazah dr Jam 9 ngga ada yang mau terima. Umur saya sekarang 50 tahun. Nih ada KTP nya..” Kata dia sambil menunjukan KTP nya dia.

Lagi-lagi saya bilang “Ooh…”

Disaat itulah KaPol datang dari Arah WC lalu duduk di antara saya dan si Bapak. Si Bapak ini menanyakan hal yang sama juga pada KaPol, tapi KaPol menjawab dengan singkat. Dan datanglah teteh saya dari arah kasir. Maka Kami bertiga pergi dan berpamitan kepada Bapak tersebut.

Sambil jalan sebenarnya saya masih memikirkan si bapak tadi, ya mau bagaimanapun saya tetap masih manusia normal yang ingin menangis kalau mendengar cerita menyedihkan seperti yang si bapak ini sampaikan. Hanya saja saya tidak bisa membantu.

Selain rasa kasihan, sebenarnya ada rasa curiga juga hinggap di hati saya. Yah silahkan sebut saya tidak punya jiwa sosial. Tapi apa jaman sekarang siapa sih yang tidak takut tiba-tiba dihinggapi sesorang tidak dikenal yang meminta pekerjaan sambil curhat?

Orang-orang jaman sekarang kebanyakan jiwa sosialnya sangat rendah. Mungkin termasuk saya. Kalau ada orang tidak dikenal bukannya membantu malah curiga. Saya tidak tahu juga apakah orang-orang yang jiwa sosialnya semakin merosot atau semakin banyak oknum-oknum yang memanfaatkan kebaikan orang sehingga orang yang ingin membantu merasa takut kalau orang yang dibantu itu ternyata orang jahat.

Bukan tanpa alasan sih orang-orang menjadi paranoid *seperti saya* ini. Berita-berita kriminal dimana-mana. Belum lagi gossip-gossip yang disebarkan oleh masyarakat sendiri, mulai dari BBM, sms dan sebagainya. Siapa sih yang tidak pernah mendengar tentang penculikan yang akhirnya korban diambil organ tubuhnya untuk dijual. Yah kalau saya sendiri sih tidak percaya. Berita tentang Very Idham Henyansyah alias Ryan si tukang jagal saja masuk tv, atau penemuan tubuh yang di mutilasi saja masuk TV, masa berita sebesar ini tidak masuk TV? Yah mudah-mudahan pikiran positif saya kali ini benar. ๐Ÿ™‚

Berita Kriminal (berita yg isinya khusus tentang kriminal seperti Bus*r, Ser*ap dan lain-lain) saja dalam satu hari mungkin ada sampai 4 berita di berbagai macam stasiun TV. Belum lagi terror yang disebarkan oleh masyarakat sendiri untuk menakut-nakuti diri sendiri. Saya tidak tahu lah idiot mana yang membuat broadcast message yang isinya geng motor akan balas dendam. Yah menurut saya berita-berita yang disebar tanpa sumber yang jelas dan isinya agak sinetron inilah salah satu bentuk cuci otak juga.

Saya juga merasa jadi korban. Ya! Korban dari berita kriminal, karena saya juga suka sekali membaca berita kriminal di koran. ๐Ÿ˜€ Semakin maraknya tukang hipnotis yang jadi pencuri juga menjadi alasan kenapa saya takut si bapak yang saya temui di PVJ itu. Untuk para tukang hipnotis, daripada mencuri lebih baik belajar Hypnodiet, mungkin saya mau jadi klien pertama dan nanti saya kenalkan teman-teman “sesama ingin langsing” supaya mereka tidak mencuri lagi.

Kembali lagi ke takdir saya sebagai manusia, saya miris sih kalau melihat pengemis atau orang-orang seperti kuli panggul begitu. Kalau pengemis walaupun kasihan saya tidak jarang sebal juga mengingat mereka adalah sindikat yang cukup terorganisir dan lebih banyak bohongnya daripada yang benarnya. Yah tapi bagaimanapun harusnya kita cukup bersyukur lah dan memberi mereka recehan atau uang seribu pun tidak akan membuat jatuh miskin (mungkin bisa miskin, kalau pengemis satu Indonesia di kumpulkan di beri uang seribu.. )

Tidak ada pembelaan diri sama sekali dari saya dengan kejadian “Saya, si Bapak dan PVJ” ini. Kalau ada yang menganggap jiwa sosial saya rendah karena berbagai hal yah, silahkan itu urusan saya dengan Tuhan. Hanya saja memang sialnya saya hidup di akhir zaman dimana banyak orang-orang jahat dan banyak sekali korban. Akibatnya saya jadi paranoid, dan serba curigaan karena takut nanti saya masuk Bus*r. Walau kedudukannya sebagai korban amit-amiiiit..

Kalau memang benar si Bapak yang kemarin saya temui itu benar-benar dalam kesulitan, mudah-mudahan dia dipertemukan dengan orang yang bisa membantu dia, dan menolong dia dari kesulitan. Tolong doanya juga ya teman-teman yang menyempatkan diri membaca postingan kali ini.. ๐Ÿ™‚

*tapi saya jadi curiga jangan-jangan si Bapak ini crew dari reality show “Minta Tolong” itulohh acara yang suka minta tolong nanti yang menolong bisa dapat uang. Kalau benar, dan nanti saya masuk TV terlihat jahat. Kalian jangan kaget ya. Saya kan tidak bermaksud seperti itu. Bilang teman-teman dan keluarga yang nontonnya bareng, kalau saya sudah konferensi pers disini.. (Baca nya jangan sambil muntah ya).

Mudah-mudahan orang-orang yang benar mau usaha untuk keluarganya diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mencari penghasilan. Amin ๐Ÿ™‚

โ™ฅโ™กโ™ฅโ™ก  n y a  โ™ฅโ™กโ™ฅโ™ก

Advertisements

2 thoughts on “Saya Hanya Manusia Akhir Jaman yang Terlalu Banyak Dijejali Berita Kriminal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s