Uncategorized

Suckie Part From (My) High School Things

Halo!!

sebenernya udah mau nulis tentang ini dari kemarin pas hari H nya. cuma karena jadwalnya bentrok dengan nonton DVD jadi aku mengurungkan niat meng.update blog ini. maklum, kalau weekend itu saat nye ngebabi.

Jadi begini. Hari sabtu kemarin itu adalah tanggal 12, Hari itu adalah Reuni Akbar SMA dimana Aku menuntut ilmu selama 3 tahun, tidak lebih tidak kurang. PAS! Aku ngga ikut karna last minute temen2 aku membatalkan janji untuk dateng ke Reuni karena kesibukan mereka dengan tugas dan hal2 yang berbau akademik gitudeh .


Akhirnya aku juga ga dateng. Ya ada bagusnya juga sih. Aku jadi ga perlu mandi pagi2 terus ya dipikir2 males juga. lagian tiketnya lumayan mahal kalau on the spot. 2x lipatnya. Ah, ya itu keuntungannya. Tapi pengen juga dateng sih. pengen tau aja gimana sih reuni itu. *sedih ya? oh tidak juga. Saya masih 20 tahun . wajar kalau belum merasakan Reuni .

Barusan aku liat di timeline twitter aku, katanya angkatan aku (2008) yang dateng cuma ada 15 orang. *gossip nya..* Ah, ya baguslah kalau begitu. mungkin orang yang Aku harapkan bisa aku temui disana juga tidak akan datang. nanti coba aku cek sendiri. hahahaha

Agak sedih juga sih kenapa bisa angkatan aku yang 2008 bisa yang dateng cuma ada 15 orang. memang sih katanya yang datang semuanya ada 1200 orang. tapi itu dari angkatan ’69 . (aduh taun 69 aja udah jadi anak SMA.. = maksudnya angkatan ataaaaaasssss bangettt.. 😀 ) sedih deh dengernya. yah mungkin bisa dikarenakan anak2 lain seperti temen2 aku punya kesibukan akademik yang tdak bisa ditinggalkan. Atau seperti aku yang temen2 nya ngga bisa datang jadi ikut2an malas.? 😀

well, ada juga sih mungkin satu alasan yang sebetulnya belum Aku sebutin dan meskipun aku udah lulus selama hampir 2 tahun ini, perasaan itu masih ada banget di kepala aku. Entah itu hanya perasaan aku (kalau memang begitu baguslah) atau memang anak2 lain juga punya perasaan sama seperti aku cuma ngga ada yang berani mengungkapkan karena sebetulnya hal itu kecil banget, tapi sangat brpengaruh.

SMA tempat aku sekolah dulu itu (dulunya) cuma cluster 3, sekarang sih katanya udah jadi Cluster 2. diakui atau tidak otomatis Anak2 yang masuk SMA tmpat aku sekolah dulu ngga pernah niat masuk SMA ini, karena guru nya sendiri bilang kalau hampir 80% yang diterima adalah anak2 yang milih pilihan ke2 dan ketiga. Artinya ngga ada bayangan sama sekali masuk SMA ini dan Ngga niat atau ngga mau masuk SMA ini. Termasuk Aku.

Awal2 sekolah aku ngga punya temen dan milih duduk di pojokan waktu istirahat, bukanya ngegahol di kantin ngecengin anak kelas 3 (kegiatan sepert ini baru aku lakuin smester2..hahaha) . Mungkin bukan cuma aku makhluk di SMA ini yang ngerasa ngga niat banget masuk sekolah ini. Tapi seiring brjalan nya waktu, aku nemu temen2 yang baik. dan aku betah.

Keadaan diatas mungkin bisa jadi salah satu alasan kenapa anak2 SMA tmpat aku sekolah dulu ngga merasa memiliki sekolahnya, beda dengan temen2 aku yang sekolah di sekolah pilihan 1 dan 2 yang mereka masuknya itu niat banget. mereka betah2 dan bangga dengan sekolahnya. Yang aku liat pas SMA kebanyakan anak2nya cuma Sekolah-Pulang, Sekolah-Pulang. mungkin karena di sekolah aku dulu susah angkot juga kalu aga siang sedikit. Waktu ngetem Angkot2 nya bisa dipake nunggu Dajjal sampe keluar.

yeap. Ngga ada rasa memiliki yang cukup besar untuk mendorong orang2 kayak aku untuk kmbali ke masa SMA. I think It’s done. ketika aku lulus, aku ngga merasa aku punya “sesuatu” yang tertinggal di SMA, bahkan Tim Basket yang udah ngash saya segalanya. Aku juga ngga ada utang buku ke perpustakaan. So I think It’s Really DONE with High School Things 😀

Alasan kedua kenapa beberapa orang seperti aku merasa ngga memiliki sama sekolah aku itu, karena di sekolah aku yang dulu ada sebuah kelompok, kalau dibilang “geng” itu terlalu kasar, karena mereka temen2 saya juga dan mereka baik2 kok. 🙂 so let’s just call tem -> kelompok.

Aku ngga akan membeberkan histori tentang kelompok ini, karena yang aku denger juga belum tentu yang benar dan lengkap. Jadi daripada salah, lebih baik Aku cuma ngejelasin keadaan nya selama aku skolah disana, 3 Tahun.

Wajar banget kalau di setiap sekolah selalu ada kelompok2 tertentu yang biasanya nguasain sekolah banget. u know it’s just like everybody knows U and U don’t need to know them. kalau di sekolah2 lain ada “kelompok-kelompok” di sekoalh aku yang dulu cuma ada “kelompok” alias 1 Kelompok.

Kalau yang ini aku ngga akan salah nih, 😀 pokoknya maksud didirikan kelompok ini adalah supaya anak2 nya ngga terpecah belah jadi beberapa kelompok. Yup konsep nya bagus sekali. Aku juga jarang denger anak SMA aku yang jadi salah satu anggota geng tertentu yang terkenal di bandung, yang belakangan ini lumayan sering masuk TV. :p .

Cuma pada kenyataan nya ngga seasik itu juga. menurut aku yang namanya manusia ngga akan mungkin tidak terbagi. semua pasti akan terbagi, bergaul dengan orang2 yang merka anggap cocok . Dan akhirnya Anak2 di sekolah saya juga jadi terbagi. Anak2 yang termasuk “kelompok itu” dan Anak2 biasa.

Wajar sekali pada saat itu, Mereka tampak keren bagi beberapa orang. Terkenal, dan beberapa orang dari mereka kadang suka seenak nya.. >_< . Ingat hanya beberapa orang. Yah ngga tau cuma perasaan aku atau memang seperti itu, sebagan anak2 dari kelompok itu malah suka merendahkan yang lain. kalau Aku diminta memberikan contoh, aku juga bingung udah 2 tahun aku lepas SMA dan aku ngga mengganggap hal2 yang mereka lakuin itu adalah hal2 yang cukup penting untuk aku masukan ke dalam list balas dendam . Yahh kalau contoh2 “mengabaikan” atau “tatapan menyepelekan” itu sih contoh yang biasa aja kali yah. Aku ngga akan mendeskreditkan mereka karena hal2 seperti yang tadi aku sebut bisa dilakukan siapa saja.

Selain itu juga Aku suka kesel kalau mereka ngejailin orang2 agak berlebihan. di depan umum. Yeah hal2 seperti itu bukan cuma dilakukan sama mereka. menurut aku ya itu sih kenakalan remaja biasa. Namanya jadi orang populer , banyak temen dan berpengaruh, siapa juga yang tidak jadi seperti itu.

Anak2 seusia itu masih sangat labil. Mereka yang akhirnya aku kenal di luar bukan sebagai anggota kelompok itu aku kenal mereka baik2 aja kok. Mungkin tingkah mereka yang seperti itu hanya cara mereka mengisi masa muda mereka. Buktinya yang aku liat beberapa orang dari mereka berubah setelah lulus SMA. mungkin mereka sendiri ngga sadar, tapi itu terlihat kok 🙂

Ngga tau ini cuma perasaan Aku aja atau ada anak lain yang merasakan, dengan adanya kelompok itu + pemberian nama pada kelompok itu malah semakin membuat sebagian org melihat siapa yg lebih “memiliki” sekolah dan siapa yang tidak. Kalau ada yang baca post ini terus komentar “yaudah, masuk aja kelompok itu, susaha amat. lagian kan trbuka untuk siapa aja..” yah Maaf2 aja kalau Aku salah ngomong, tapi kembali lagi : Orang2 itu pasti akan selalu terbagi. Kenapa harus semua masuk kedalam satu kelompok yang itu dan kalau pengen “bersatu” atas nama sekolah kita aja. SMA * .. 😀

Eniweii. I don’t really care anymore. Cuma aku pengen sedikit curhat aja gimana perasaan orang2 seperti aku semasa SMA (ya mudah2an cuma aku yang merasakan hal seperti ini) . karena hal2 seperti ini bikin aku jadi males dateng ke acara2 Sekolah aku dulu , pikir aku : “ah, ngapain dateng. yang dateng juga paling anak2 kelompok itu.”

Mungkin terdengan sedikit cengeng dan pundungan. cuma ya itulah perasaan yang hampir selalu aku rasain selama 3 tahun dan beberapa bulan setelah lulus. Begitu juga dengan reuni. takut disana malah dagang kacang alias dikacangin. Harusnya karena aku udah cukup besar aku udah bisa bersikap dwasa 😀

Jangan disangka aku ngga bahagia sekolah di sekolah aku ini. karena hal2 semacam ini. Aku bahagia banget. Aku punya temen2 yang sangat baik. temen aku waktu kelas 1. temen2 Aku kelas 2 dan 3 yang kelasnya ngga dipecah tapi bikin kita jadi cukup dekat juga di akhir2 tahun ajaran. 🙂

Aku ngga tau apakah postingan kali ini Out Of Topic sebagaimana biasanya, saking panjangnya. Aku selalu publish postingan aku ke twitter dan facebook. ada banyak temen SMA aku disana, Mungkin sebagian dari mereka ada yang merasa Hal yang sama atau kontra atau malah ngga peduli sama sekali.

kalau ada yang  merasa tersinggung atau hal2 seperti itu, Aku minta maaf sebelumnya. 😀

Feel Free to stop. silahkan nyampah, silahkan memaki langsung atau dalam hati. I don’t mean to judge y’all, I just reveal what I felt when I was there 😀 . And I don’t wanna this thing left unsaid.:)

♥♡♥♡  n y a  ♥♡♥♡

Advertisements

2 thoughts on “Suckie Part From (My) High School Things

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s