curhatsampah

Bukankah Seharusnya Begini Jadi Perempuan :p ?

kayaknya aku harus mulai update blog ini lagi setelah mati suri selama hampir satu bulan… πŸ˜€

Karena beberapa hari yang lalu Ibu Ainun Habibie meninggal, ngga tau kenapa aku jadi pengen nulis tentang ini. tentang perempuan. Bukan karena hari ini hari ibu atau hari perempuan juga sih πŸ™‚

As we know Perempuan-perempuan jaman sekarang sangat mandiri. Banyak yang jadi insinyur, sopir Busway (busway itu kan jalur nya ya? hahaha) sampe jadi presiden *oke, opening nya ngebosenin banget. Yang jelas semua lapangan pekerjaan sangat terbuka untuk perempuan. Ngga jarang mlah perempuan lebih kompeten mengrjakan sesuatu dibandingan dengan laki-laki itu sendiri.

Setiap hari kartini pasti anak2 sekolah udah bosen dengernya. Kalau sejak Ibu Kartini lahir lah, Emansipasi wanita dikenal. thx to Ibu kita Kartini , kalau tanpa beliau aku ga akan bisa kayak sekarang. Mungkin lagi ngulek sambel di dapur, *but ngulek sambel isn’t that bad. πŸ˜€

Menurut mbah wiki , Emansipasi ialah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha untuk mendapatkan hak politik  maupun persamaan derajat.  sering bagi kelompok yang tak diberi hak secara spesifik, atau secara lebih umum dalam pembahasan masalah seperti itu.

Oke buat saya pribadi bahasa di atas agak berat. mungkin bisa kita pergunakan Tafsir nya Bu Epon, guru bahasa Indonesia aku semasa di SMA 9. menurut beliau Emansipasi wanita itu adalah sebuah usaha yang dilakukan para wanita untuk mendapatkan hak nya sebagai seorang wanita. Kalau disambung dengan penjelasan nya mbah wiki aga ngga nyambung yah, karena emansipasi sendiri kan menuntut persamaan derajat.

Kalau tadi menurut mbah wiki, dan Bu Epon. Sekarang menurut Nia Purnamasari. Lebih suka tafsirannya Bu Epon. Kalau semisal ngga nyambung dengan definisi awal dari emansipasi itu sendiri, mari kita kesampingkan kata Emansipasi wanita nya. Menurut aku memang seharusnya emansipasi wanita itu bukan persamaan derajat. tapi wanita mendapatkan hak2 nya sebagai wanita. Kalau namanya hak mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan pekerjaan itu masih sangat wajar dan kayaknya itu termasuk hak asasi.

Laki-laki dan perempuan memang ngga mungkin sederajat mau bagaimanapun keadaannya. *maap2 aja nih buat para feminis.. Okeh bilang aja aku dangkal. Cuma menurut aku pribadi yang namanya perempuan itu ngga boleh trlalu mandiri.

Aku sih ngga mau disederajatin sama laki-laki. Nanti aku donk yang harus betulin genteng yang bocor, Harus ngangkat lemari saat mau ganti dekorasi, harus macul, harus ngecat, harus melakukan hal2 yang nguli gitu. Tidak, terimakasih. πŸ™‚

Aku pengen jadi perempuan yang bekerja. soalnya kalau perempuan yang punya penghasilan ngga akan boros, karena tau gimana susahnya cari uang. tapi jadi ibu rumah tangga juga oke kok. baiklah paling ngga Aku mau jadi perempuan yang pernah bekerja dan pernah punya penghasilan sendiri jadi tau susahnya cari uang dan ga jadi seorang istri yang tukang ngabisin uang ga jelas.. hahahaha..

Mama aku selalu ngajarin aku jadi perempuan yang mandiri. Mamaku juga perempuan yang sangat mandiri karena dia bisa membesarkan dan membiayai anak2nya selama hampir 7 tahun ini. sampe jadi kayak sekarang. Anak2nya Ngga ngerepotin orang, ngga ngerugin orang. πŸ™‚

Tapi aku ngga mau jadi perempuan yang terlalu mandiri. Perempuan yang terlalau mandiri malah kebanyakan ngga sukses sama keluarganya *I’m not judging. aku cuma liat fakta di sekitar aku. :)* . Kebanyakan kalau ada masalah lebih memilih bercerai sama suami nya karena merasa dirinya bisa ngelakuin semuanya sendiri. punya penghasilan sendiri. Ngga ngebutuhin pasangan hidup yang ngerepotin karena semua kebutuhan hidup dan segala keperluan bisa dilakukan sendiri.

Aku jadi inget ada quote yang bilang (kurang lebih) kayak gini : Dibelakang pria sukses, ada wanita hebat yang mendampingi nya. Yup yup memang seharunya perempuan seperti itu. Perempuan bisa membuat seorang laki-laki jadi sukses. Memang harus seperti itu jadi perempuan. Bukannya harus disejajarkan dengan laki-laki tapi buatlah laki-laki yang kamu dampingi itu jadi sukses.

Beberapa minggu yang lalu, aku pernah ngobrol sama salah satu temen aku. Ayahnya sekarang bisa dibilang sangat sukses. Aku ngga tau kalau ternyata keluarganya dia juga mulai dari bawah .Yang bikin aku salut adalah mama nya temen aku nemenin papa nya temen aku itu terus dan ngedukung sampai pol2an. Yang bisa aku tangkep dari ceritanya temen aku itu adalah, Mamanya dia sangat sabar dan bner2 ngga putus asa waktu ngedukung suaminya itu.

Selain Kisah sukses Orangtuanya temen aku itu mungkin kita bisa liat juga cerita tentang Ibu Tien Soeharto, atau Ibu Ainun Habibie. Yah mungkin yang hebat dari seorang pemimpin itu adalah wanita-wanita yang mendampinginya. Betapa perempuan2 itu bsia mengendalikan sang pemimpin, menjadi motivator bangi sang pemimpin sabarnya permpuan2 itu menghadapi sang pemimpin. Yeah perempuan2 itu sebagai penyeimbang sifat Arogan seorang laki-laki. Kalau permpuan2 semua mau setara, siapa nanti yang jadi penyimbang dan memperbaiki suasana dengan kelembuatan perempuan?

Aku mau jadi kayak ibu2 negara itu. (bukan bagian jadi istri presiden nya.. (-____-“) ) tapi jadi perempuan super bukan dengan kemandirian nya, justru karena kesabarannya dan kelembutannya. Okelah kalau tentang kelembutan aku udah lasut , gagal atau game over. Mungkin aku bisa memulai dengan belajar brsabar. Aku mau jadi perempuan yang sabar dan tegas kalau bisa pake lembut juga biar cantik.. *ting..ting.. πŸ˜‰

Dari tadi ngomongin perempuan terus. Laki-laki nya juga donk. jadilah laki-laki yang bertangung jawab dan sayang sama keluarga. Bisa diandalkan, tegas dan mau berkorban buat keluarga. jangan lupa jadi imam buat istri dan anak2nya. kalau udah kayak gitu perempuan2 nya juga pasti mau deh jadi perempuan yang sabar dan mau berkorban dmi keluarga juga .. hahahaha *buat yang kenal deket sama aku, kedengerannya kayak curcol yak? hahahaha*

kayaknya kalau teori nya kayak ginidan semua bisa Aku lakuin. Wuihhh mungkin keluarga aku kelak bisa dapet award The Happiest Family of the Year *juaranya tiap tahun tapinya.. hahahaha* .. Amiiinn.. Amiiin Amiiiinnnnnn… πŸ™‚

Oke untuk para feminis, tolong jangan merasa marah atau kesel dengan potingan saya ini. πŸ˜€ silahkan anggap saya dangkal. Tapi tolong jangan marah yah. tetaplah jadi feminis oke..oke? hehehehehehe πŸ˜€

β™₯β™‘β™₯β™‘ n y a β™₯β™‘β™₯β™‘

Advertisements

4 thoughts on “Bukankah Seharusnya Begini Jadi Perempuan :p ?

  1. Setuju, semua ada kodratnya, sayangnya tidak semua orang menghormati orang lain sesuai kodratnya dan tidak semua orang berlaku agar layak dihormati.
    Pak Habibie dan ibu Ainun adalah contoh yang baik, sangat baik, tidak mungkin saya bisa tidak setuju akan hal itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s